• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pengembangan Media dalam bimbingan konseling

Editor Redaksi
19 Desember 2023
in News

JurnalPost.com – Pengembangan media bimbingan dan konseling adalah proses menciptakan atau mengembangkan media yang digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Media bimbingan dan konseling merupakan alat atau bahan yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Media bimbingan dan konseling dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling.Gagne (Sadiman, dkk, 2002 : 24) menyatakan ‟media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar‟. Briggs (Sadiman, dkk, 2002 : 30) menyatakan ‟media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar‟.

Model layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan disekolah sekolah menengah di Indonesia pada umumnya masih berorientasi pada metode pengajaran kelas tradisional (classroom guidance) yang memposisikan guru pembimbing sebagai pihak dominan. informasi dan layanan psikologis yang disampaikan pun masih terbatas pada media konvensional, seperti papan bimbingan dan audio-guidance. Bentuk media tersbut berupa papan bimbingan, folder, poster, majalah sekolah, display perguruan tinggi, biblioterapi dan permainan.Maka perlu adanya media yang lebih praktis namun dapat dilihat dan diakses oleh semua murid tanpa mengurangi isi dari materi bimbingan.
Selain itu pesan bimbingan yang disampaikan dapat mudah dipahami oleh siswa. Maka dengan demikian perlu adanya media yang digemari oleh siswa dan mudah diakses oleh siswa. Kondisi objektif di sekolah saat ini menunjukkan rasio yang tidak berimbang antara guru BK dengan siswa yang dibimbing. Dalam rambu-rambu penyelenggaraan BK di jalur pendidikan formal rasio guru BK dan siswa di sekolah berkisar 1:150 (Dikti, 2008).

Media dalam bimbingan dan konseling membantu terhadap efisiensi dan efektifitas penyampaian layanan bimbingan dan konseling.Layanan bimbingan dan konseling akan lebih mudah disampaikan, karena tidak terbatas oleh ruang dan waktu, seperti terbatas oleh jam pelajaran di sekolah. Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu (Dryden & Voss, 1999).Pengembangan media bimbingan belajar tentang strategi mengatasi kecemasan akademik menghadapi ujian layak. Proses penelitian pengembangan dilakukan melalui beberapa tahapan.

A.Ada beberapa jenis media bimbingan dan konseling, antara lain:
1.Media visual ,yaitu media yang dapat dilihat oleh mata, seperti gambar, foto, poster, grafik, peta, dan sebagainya
2.Media audio ,yaitu media yang dapat didengar oleh telinga, seperti kaset, radio, CD, dan sebagainya.
3.Media audiovisual ,yaitu media yang dapat dilihat dan didengar, seperti film, video, slide, dan sebagainya.
4.Media berbasis teknologi informasi ,yaitu media yang menggunakan teknologi informasi, seperti komputer, internet, dan sebagainya.

B.Pengembangan media bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Identifikasi kebutuhan , yaitu mengidentifikasi kebutuhan media bimbingan dan konseling yang sesuai dengan tujuan layanan bimbingan dan konseling.
2. Pemilihan media, yaitu memilih media yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
3. Pengembangan media , yaitu mengembangkan media sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
4. Uji coba media, yaitu menguji coba media untuk mengetahui keefektifannya.
5. Penerapan media, yaitu menerapkan media dalam layanan bimbingan dan konseling.

C.Dalam mengembangkan media bimbingan dan konseling, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1.Keselarasan dengan tujuan layanan bimbingan dan konseling, yaitu media yang dikembangkan harus selaras dengan tujuan layanan bimbingan dan konseling.

2.Keselarasan dengan karakteristik peserta didik, yaitu media yang dikembangkan harus sesuai dengan karakteristik peserta didik.

3.Ketersediaan sumber daya, yaitu pengembangan media harus memperhatikan ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan.

4.Kesederhanaan dan kemudahan penggunaan, yaitu media yang dikembangkan harus sederhana dan mudah digunakan oleh konselor dan peserta didik.
5.Efektivitas, yaitu media yang dikembangkan harus efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi.

Selama proses komunikasi dan interaksi akan selalu terdapat penghalang atau burrier yang menyebabkan pesan atau informasi dari layanan bimbingan dan konseling tidak tersampaikan secara tepat dan akurat. Konselor membutuhkan alat bantu atau perantara yang kemudian disebut sebagai media dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling sehingga dapat mengurangi dampak dari hambatan. Media dapat membantu konselor meminimalisir kemungkinan adanya distorsi pesan, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima oleh siswa dengan baik. Adapun kontribusi media dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling secara lebih spesifik dipaparkan oleh Burdin dan Byrd (1999) sebagai berikut.
1. Isi layanan bimbingan dan konseling lebih terorganisir dan terpilih.

Penggunaan media membantu konselor dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling sehingga materi dan informasi yang disampaikan lebih terorganisir.dan sistematis. Dampaknya, siswa dapat memproses informasi yang diberikan secara lebih mudah dan bermakna. 2. Penyampaian isi bimbingan dan konseling lebih terstandar. Keberadaan media memungkinkan suatu materi bimbingan dan konseling akan tetap memiliki lingkup dan pemaknaan yang sama meskipun disampaikan oleh konselor lain pada tempat dan waktu yang berbeda. 3. Layanan bimbingan dan konseling menjadi lebih menarik. Penggunaan media memungkinkan konselor untuk menarik perhatian siswa karena materi yang dibahas bukan sesuatu yang abstrak. Media juga membantu konselor untuk memberikan layanan secara variatif sehingga tidak terkesan monoton.

Pengembangan media bimbingan dan konseling yang efektif dapat meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling. Dengan media yang efektif, peserta didik dapat lebih mudah memahami materi layanan bimbingan dan konseling.Dengan adanya internet sekarang ini guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa (Furlonger & Gencic, 2014). Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

Reverensi
Oemar Hamalik. (1994). Media Pendidikan. Bandung: PT Citra Aditya Bakti
Sunawan, Ph.D. 2019. Modul 2 Materi Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.
Berdasarkan buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Pendidikan Indonesia (2011)
Arif Budi Prasetya, Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Yogyakarta,

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.