
JurnalPost.com – Sopan santun merupakan suatu sikap, tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan individu untuk menghormati dan mengharagi orang lain di sekitarnya. Sebagaimana diketahui, pembelajaran etika dan sopan santun di Sekolah Dasar diterapkan dengan diikutsertakan pada mata elajaran PKn, pendidikan agama pengembangan diri, Bimbingan dan Konseling juga terlibat di dalamnya. Perilaku sopan santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu. Perilaku sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan bersosialisasi sehari-hari setiap orang, karena dengan menunjukkan sikap sopan santunlah, seseorang dapat dihargai dan disenangi dengan dengan keberadaannya sebagai makhluk sosial dimana pun tempat ia berada. Oelh karena itu, penting untuk menanamkan etika dengan membentuk berkepribadian melalui sopan santun kepada sekumpulan anak sekolah dasar (SD).
Dalam Pelaksanakan PKL II, Penulis ditugaskan untuk membuat mini project, yang mana Penulis melakukan mini project dengan anak-anak tetangga yang ada di sekitar rumah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Penulis mendapatkan sekelompok anak yang kurang memiliki sopan santun. Dengan melihat masalah tersebut penulis membuat mini project untuk Menanamkan Etika dengan Membentuk Anak Berkepribadian Melalui Sopan Santun. Mini Project dibuat dengan menggunakan tahapan social groupwork secara umum. Penulis mempunyai klien berbentuk kelompok dengan berisikan 5 orang anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).
Tujuan dari Mini Project ini adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial anak, selain itu etika dan sopan santun akan memudahkan anak saat berinteraksi dengan orang lain, serta anak dapat memperlakukan orang lain dengan rasa hormat. Kelompok yang dibuat akan melaksanakan tahapan-tahapan sosial groupwork secara umum. Dalam proses pemecahan masalah maka penulis memberikan beberapa perencanaan yang menjadi solusi dari permasalahan kurangnya sikap sopan santun yaitu kegiatan diskusi mengenai sikap sopan santun, kegiatan belajar sambil bermain dan membaca dengan media seperti youtube tentang sikap sopan santun pada anak.
Adapun Metode yang digunakan dalam melakukan mini project yaitu menggunakan Tools Problem Tree. Dimana Tools Problem Tree tersebut terdiri dari beebrapa bagian yakni :
1. Batang (Masalah yang dihadapi oleh klien)
2. Akar (Penyebab Masalah yang dihadapi oleh klien)
3. Daun (Akibat atau Dampak yang terjadi dari masalah yang dihadapi oleh klien)
Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam melakukan mini project ini, untuk itu penulis harus berinteraksi secara dekat dengan kelompok anak sebagai klien sekaligus sasaran dari pelaksanaan mini project ini agar bisa mengenal perilaku atau sikap anak tersebut. Berikut tahapan pelaksanaan mini project :
1. Tahap Engagment, Intake, Contract
Tahap Engagement merupakan proses membangun relasi professional yang positif dan harus dapat menunjukkan sikap empati, dan keaslian pada anak-anak (klien). Intake merupakan perkenalan kepada klien yang nantinya akan membantu klien untuk meningkatkan pengetahuan mengenai program. Dan terkahir contract adalah kesepakatan kontrak atau perjanjian seberapa lama program ini akan dilaksanakan.
2. Tahap Assesment
Pada tahap ini saya menggali permasalahan yang dialami oleh kelompok anak sekolah dasar (SD). Setelah kelompok dibuat saya mengajak anak-anak untuk saling memperkenalkan diri. Nama klien. Dalam melakukan perkenalan, saya mengajak anak untuk menceritakan masalah yang mereka alami. Menggali masalah menggunakan metode Problem Tree (Pohon Masalah) Setelah memfokuskan diskusi dalam kelompok saya mendapat masalah yang dialami oleh mereka yaitu kurangnya sikap sopan santun oleh klien dilingkungan nya.
3. Tahap Planning (Perencanaan)
Pada tahap ini saya merencanakan sebuah program agar anak lebih mengetahui pentingnya untuk menanamkan sikap sopan santun pada diri mereka. Peran saya dalam mini project sebagai fasilitator dan educator. Dengan merencanakan program maka saya sebagai praktikan bisa menyesuaikan dengan program yang diharapkan untuk menyelesaikan permasalahan mereka sehingga nantinya bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Pada tahap ini praktikan membantu masing-masing anak untuk merumuskan dan menentukan program mana yang akan diprioritaskan terlebih dahulu. Setelah berbicara dengan anak-anak di kelompok saya, mereka sepakat untuk melaksanakan program-program yang ingin dilaksanakan. Adapun program yang ingin dilaksanakan :
– kegiatan belajar sambil bermain
– kegiatan belajar dan membaca dengan media internet seperti youtube
– kegiatan sharing mengenai sikap sopan santun yang biasa dilakukan di sekolah maupun dirumah
4. Tahap Intervensi
Pada tahap ini menjalankan program-program sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat agar dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan belajar sambil bermain agar anak-anak lebih bersemangat, games yang diberikan tentunya tentang pengetahuan umum mengenai sikap sopan santun sehingga bisa menambah informasi buat mereka. Saya tidak lupa untuk mengadakan kuis ditujukan untuk merefresh kembali dengan beberapa pertanyaan seputar tentang perilaku sopan santun seperti pengertian dari sopan santun, manfaat untuk berperilaku sopan santun, contoh-contoh sikap sopan santun di sekolah maupun dirumah. Kuis yang diberikan dapat mereka jawab benar dan cepat. Setelah kuis, mereka sharing mengenai pembelajaran di sekolah mereka. Di pertemuan selanjutnya saya melakukan kegiatan belajar dengan menggunakan metode membaca dan belajar dengan menggunakan youtube. Saya membantu untuk mengarahkan agar mereka dapat mengerti dengan pembahasan yang ada di youtube dengan pembahasan yang sederhana.
5. Tahap Evaluasi
Di tahap ini melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dijalankan. Evaluasi pada program ini adalah lebih dibutuhkan pemantauan agar anak mau menjalankan programnya. Adapun hasil perubahan yang dialami oleh mereka adalah mereka lebih mengerti apa sebenarnya sopan santun dan pentingnya menanamkan etika dengan membentuk anak berkepribadian melalui sopan santun baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Mereka juga sudah mulai membiasakan sikap sopan santun mereka dengan memberi salam saat memasuki ruangan, mengucapkan tolong,maaf dan terimakasih kepada orang-orang yang ada di sekitar mereka termasuk dengan praktikan sendiri.
6. Tahap Terminasi
Tahap terminasi merupakan tahap akhir dari program penyelesaian masalah klien, atau dengan kata lain berakhirnya kerja sama antara pendamping dengan klien, kondisi ini dapat di dukung dengan perkembangan klien yang sudah signifikan, yaitu sudah mulai menerapkan sikap santun dengan mengucapkan tolong ketika meminta tolong kepada orang lain, mengatakan terimakasih ketika sudah ditolong atau dibantu oleh orang lain dan mengucapkan maaf ketika berbuat kesalahan baik kesalah kecil maupun kesalahan besar kepada orang lain. Oleh karena itu, penulis memutus kontrak dengan klien.
Adapun hasil dari mini project yang telah penulis lakukan adalah terdapat perubahan-perubahan yang berkembang setiap pertemuan. Maka dapat dikatakan bahwa melalui dengan tahapan-tahapan yang sudah dilakukan tersebut berhasil mencapai tujuan mini project yang dirancangkan yaitu ”Menanamkan Etika dengan Membentuk Anak Berkepribadian Melalui Sopan Santun”.
Pemecahan (solusi) pada permasalahan yang dialami oleh sekelompok anak (klien) adalah dengan adanya program yang berisikan kegiatan belajar sambil bermain agar anak-anak lebih bersemangat, games yang diberikan tentunya tentang pengetahuan umum mengenai sikap sopan santun sehingga bisa menambah informasi buat mereka. Begitu juga dengan anak jika ia mendapatkan informasi baru dari yang saya ajarkan dalam kegiatan meningkatkan sikap sopan santun ini, anak juga melihat dan mengikuti untuk bersikap sopan santun kepada orang hal ini akan berdampak baik dalam mengikuti pembelajaran yang mereka ikuti.



