Penulis: Zelma Azahra
Prodi: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
JurnalPost.com – Salah satu elemen esensial dalam sistem transport tubuh adalah darah. Darah memiliki peran krusial dalam mengangkut berbagai zat kimia seperti hormon, mengeliminasi produk sisa metabolisme, serta membawa oksigen dan karbondioksida. Komponen darah seperti trombosit dan plasma juga berperan penting sebagai pertahanan awal melawan serangan penyakit yang dapat masuk ke dalam tubuh. Transfusi darah adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi kehilangan darah akibat berbagai situasi, seperti kecelakaan, operasi, atau penyakit. Darah yang telah disimpan dalam kantong darah disuntikkan ke dalam tubuh melalui selang infus.
Donor darah adalah kegiatan penting dalam sistem kesehatan yang memiliki dampak signifikan pada penyelamatan nyawa. Ketersediaan darah yang cukup dan tepat waktu diperlukan untuk mendukung berbagai prosedur medis, termasuk operasi, pengobatan penyakit kronis, serta penanganan kecelakaan dan trauma. Namun, meskipun donor darah memiliki peran yang krusial, proses pengelolaan dan koordinasi sistem donor darah masih sering menghadapi tantangan, seperti masalah penjadwalan, pelacakan inventaris, dan koordinasi komunikasi. Ketersediaan darah yang cukup dan tepat waktu adalah faktor kunci dalam menyelamatkan nyawa pasien di berbagai unit perawatan kesehatan. Meskipun donor darah merupakan upaya penyelamatan yang kritis, pengelolaan dan koordinasi proses donor darah masih seringkali menghadapi tantangan. Dalam era teknologi yang terus berkembang, dapat dimanfaatkan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkannya.
Sistem Donor Darah Berbasis Teknologi (Blood Donation System) adalah sebuah sistem yang menggunakan teknologi untuk mengelola dan mengorganisasi proses donasi darah. Sistem ini memungkinkan donor darah untuk mendaftar secara online, menentukan waktu dan tempat pengambaran darah, mengelola data donor, dan melakukan pemeriksaan medis secara otomatis. Sistem juga memungkinkan petugas kesehatan untuk mengecek ketersediaan donor, melakukan pengambaran darah, dan menyimpan data transfusi. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pengelolaan inventaris darah dan perencanaan kebutuhan darah di sepanjang waktu. Dengan sistem donor darah berbasis teknologi, proses donasi darah menjadi lebih efisien, cepat, dan aman.
Sistem informasi donor darah berbasis web ini dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pencarian informasi mengenai stok darah dan langsung menghubungi call center Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lumajang. Penyampaian informasi tentang donor darah kepada masyarakat dapat lebih cepat dan mudah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pengujian internal dan eksternal diperoleh nilai 80.67% yang dapat disimpulkan bahwa sistem informasi tersebut dikategorikan sangat baik dan layak untuk digunakan.



