JurnalPost.com – Pendidikan dapat didefinisikan proses belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal, non formal, serta informal di sekolah maupun di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan bertujuan untuk optimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar di kemudian hari dapat memiliki peranan hidup secara tepat. Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin maju untuk kesuksesan di masa depan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia terdapat kurikulum. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Salah satu kurikulum yang diterapkan saat ini adalah Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi siswa.
A. Pengertian Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum inovasi dalam pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar sesuai kemampuan siswa. Kementerian pendidikan, kebudayaan. riset, dan teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka pada tahun 2022. Kurikulum merdeka ini memberikan kebebasan siswa untuk memilih mata pelajaran yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat mereka. Siswa juga diberikan kebebasan untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan cara belajarnya masing-masing. Kurikulum Merdeka ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang fleksibel, dinamis, dan relevan bagi siswa.
B. Kemandirian dalam Kurikulum Merdeka
Kemandirian dalam pendidikan memiliki peran penting agar siswa dapat menentukan rumpunan ilmu pengetahuan yang relevan dengan keahlian masing-masing siswa. Kurikulum Merdeka memiliki potensi untuk membangun kemandirian dan keterampilan siswa. Hal ini dikarenakan kurikulum merdeka memberikan ruang yang lebih besar bagi siswa untuk belajar secara mandiri tidak hanya mengandalkan materi yang diberikan oleh guru atau pengajar tetapi bisa mencari informasi dari mana saja. Dengan demikian, siswa akan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dapat memecahkan masalah, dan belajar mandiri.
C. Keterampilan dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka menekankan pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti keterampilan berpikir kritis, inovatif, kolaboratif, dan komunikatif yang penting untuk kesuksesan siswa pada era teknologi yang semakin maju. Di era teknologi yang semakin maju ini, siswa dituntut untuk dapat bekerja sama, kreatif dan berkomunikasi secara efektif. Kurikulum merdeka memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran seperti, pada kurikulum merdeka saat ini lebih menekankan pembelajaran berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pada kurikulum merdeka, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dijadikan sebagai sarana belajar untuk mendorong siswa memiliki karakter yang baik dan bertanggung jawab.
D. Dampak Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka juga memiliki dampak positif dan negatif dalam proses pembelajaran. Dampak positifnya yaitu perubahan pada pembelajaran memberikan kesempatan siswa untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan minat belajarnya, hal ini bertujuan untuk membentuk siswa dengan jiwa kompetensi dan karakter yang baik. Sedangkan dampak negatifnya pada proses pembelajaran yaitu beberapa guru merasa kesulitan dalam mengembangkan perangkat ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Selain itu, siswa juga merasa kesulitan karena dituntut untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar sehingga beberapa siswa ada yang tidak dapat mengikuti pembelajaran karena belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan, serta beberapa satuan pendidikan belum memiliki sumber daya yang memadai untuk mendukung pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka. Hal ini yang menjadi permasalahan pada penerapan kurikulum saat ini.
E. Upaya Pemerintah Mengatasi Permasalahan Pada Penerapan Kurikulum Merdeka
Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan pada kurikulum merdeka ini adalah dengan memberikan pengarahan atau sosialisasi kepada guru dan siswa mengenai pemahaman tentang penerapan kurikulum merdeka. Tidak hanya itu, pemerintah memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada satuan pendidikan yang membutuhkan. Dengan upaya tersebut diharapkan siswa untuk bisa mengikuti proses pembelajaran dalam penerapan kurikulum merdeka dengan baik agar dapat mengembangkan potensi keterampilan siswa untuk kesuksesan masa depan.
Adapun tips dari saya untuk membangun kemandirian dan keterampilan siswa yaitu :
1. Memberi motivasi dan dukungan kepada siswa untuk dapat belajar secara mandiri.
2. Berikan kesempatan siswa untuk mengeksplor atau belajar dari lingkungan sekitar dan mencari informasi dari mana saja.
3. Peran orang tua dan guru sangat penting untuk mendampingi siswa dalam belajar.
4. Menyediakan sumber belajar yang memadai dan buat suasana belajar yang nyaman bagi siswa.
5. Sebagai orang tua perhatikan kondisi siswa, jangan terlalu memaksa siswa untuk belajar terus menerus saat dirumah, biarkan siswa yang menentukan waktu untuk belajarnya.



