
Agilia febriani
Prodi:pendidikan Guru madrasah ibtidaiyah
Universitas islam negeri Sumatera Utara
JurnalPost.com – Sekarang ini, tidak sedikit para peserta didik menunjukkan perilaku asosial yang terlihat dalam kesehariannya, misalnya mereka kurang peduli pada sesama teman, kurang peduli pada lingkungan, dan sering melanggar aturan, baik dimasyarakat maupun disekolah.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka tentunya diperlukan solusi dalam mengatasinya khususnya dalam hal pembentukan karakter pro sosial siswa. Perilaku pro sosial siswa dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah, salah satunya adalah PMR.
Palang Merah Remaja merupakan wadah atau tempat untuk membina siswa dalam pengembangan karakter kepalang merahan yaitu mengarahkan anggota PMR agar mengetahui, memahami, dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah, dalam pembinaan yang berbasis pengembangan karakter dilaksanakan dengan pendekatan keterampilan hidup yang mencakup social skill atau keterampilan sosial, yaitu proses pembinaan interaktif yang tujuannya untuk memaksimalkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota PMR sehingga terjadi perubahan positif.
PMR (Palang Merah Remaja) merupakan tempat binaan anggota remaja dari PMI (Palang Merah Indonesia) yang biasa disebut dengan PMR. Melalui kegiatan ini peserta didik dapat memanfaatkan waktunya untuk mengikuti kegiatan sosial yang tentunya dapat bermanfaat bagi peserta didik dan juga masyarakat.
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial. PMI selalu mempunyai tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan.

Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan Jumpa Bakti dan Gembira atau Jumbara yang merupakan ajang bertemunya perwakilan anggota PMR dan PMI di seluruh Indonesia. Sesuai namanya, Jumbara ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan menambah relasi antar anggota PMR Wira dan Madya se Kabupaten atau Kota melalui kegiatan perkemahan dan travelling kepalangmerahan. Kegiatan ini adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan yang dilakukan siswa diluar jam pelajaran untuk membantu menciptakan siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minatnya melalui kegiatan yang diadakan secarakhusus dalam jadwal sehari-hari.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12-15Oktober 2023 dan diikuti oleh guru Pembina PMR serta anggota PMR dari seluruh sekolah yang ada dikota Medan, kegiatan Jumbara ini dilaksanakan di Medan Tuntungan. Selama berlangsungnya kegiatan, peserta terlihat antusias mendengarkan dan aktif berdiskusi. Pada awal penyampaian materi,pemateri juga meminta peserta untuk menyampaikan jiwa sosial apa yang mereka dapat setelah mengikuti kegiatan jumbara,ternyata menurut yang mereka sampaikan banyak hal yang menumbuhkan jiwa sosial yang mereka dapat selama mengikuti kegiatan PMR, dilanjutkan dengan diskusi tentang kegiatan sosial apa saja yang sudah dilakukan selama kegiatan jumbara ini berlangsung.



