• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Smart Classroom : Rujukan Model Pembelajaran Generasi Z Pada Kurikulum Merdeka

Editor Redaksi
16 Desember 2023
in News

JurnalPost.com – Semakin berkembangnya teknologi dan informasi berpengaruh pada tantangan baru di dunia pendidikan dalam pengoptimalan pembelajaran bagi generasi Z. Generasi Z atau bisa disingkat Gen Z merupakan generasi yang lahir tahun 2000 an. Generasi ini merupakan generasi yang paling dekat dengan teknologi digital sehingga tidak terlepaskan dengan yang namanya gadget atau perangkat cerdas lainnya. Gen Z lahir dan tumbuh di era yang serba instan dan penuh distraksi misalnya seperti media sosial, game online, platform streaming video atau music dan lain sebagainya

Salah satu tantangan terbesar yang dialami siswa adalah kurangnya minat dan motivasi untuk belajar serta kesulitan untuk menemukan model belajar yang tepat. Selain itu, mereka juga kesulitan untuk berkonsetrasi ketika belajar bahkan sering rentan terhadap gangguan. Apalagi ketika situasi pandemi pada tahun 2020 yang tentu saja membawa dampak yang lebih buruk terhadap proses pembelajaran mereka sehingga siswa mengalami penurunan dalam kemampuan dan prestasi akademik. Jika hanya dibiarkan tanpa adanya strategi penyelesaiannya maka akan menimbulkan dampak yang lebih buruk. Para siswa mungkin akan merasa kesulitan dalam memahami materi yang sedang diajarkan bahkan merasa tidak tertarik dengan topik yang sedang dibahas, ini juga bisa berdampak pada aktivitas mereka dikelas dan hasil belajar.

Peserta didik yang berada di sekarang ini adalah mereka yang berasal dari gen Z yang berumur kisaran 10 hingga 20 tahun tentunya rata-rata masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah atau kuliah. Melihat hal tersebut maka sangat dibutuhkan model pembelajaran yang tepat dan dapat memungkinkan siswa dalam memanfaatkan serta mengakses informasi sebaik-baiknya untuk kepentingan pembelajaran. Dengan adanya kemampuan penguasaan penggunaan media informasi yang dimiliki oleh setiap siswa dapat mendukung pengoptimalan implementasi merdeka belajar serta dapat memperkaya proses pembelajaran dan membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar mandiri. Adanya pertimbangan dan perhatian dari guru kepada siswa, maka dalam kegiatan belajar mengajar juga perlu disesuaikan dengan karakteristik, gaya belajar, dan tingkat kecerdasan siswa.

Dalam upaya menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien diperlukan peran dari seorang pendidik yang merupakan aktor penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Terlebih di era globalisasi saat ini, teknologi diharapkan bisa membantu guru dalam mengorganisasikan pembelajaran di kelas, contohnya dengan pengimplementasian program Smart Classroom pada proses pembelajaran. Smart Classroom merupakan salah satu lingkungan belajar yang diciptakan oleh lembaga pendidikan dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penggunaan teknologi. Smart Classroom juga dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan model dalam pembelajaran atau bisa menjadi sebuah alternatif yang dapat ditempuh bagi lembaga pendidikan dalam proses pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Pembelajaran berbasis Smart Classroom jika diterapkan secara optimal seharusnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk dapat mendapatkan hasil belajar yang diharapkan, maka perlu dilakukan pengadministrasian yang baik yang dimulai dari beberapa tahapan-tahapan. Adapun tahapan tersebut adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (atuating), dan pengawasan (controlling) (Suryana, 2019). Seorang pendidik harus mampu mempersiapkan diri agar komponen yang ada di dalam Smart Classroom bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Pada tahap rencana pembelajaran, pendidik perlu menjabarkan bagaimana agar dengan komponen Smart Classroom yang ada di kelas siswa dapat meningkatkan perhatian dan motivasi, aktif, terlibat langsung dalam proses pembelajaran, serta siswa dapat mendapatkan tantangan dalam kegiatan belajar mengajar. Tahap kedua yaitu pengorganisasian yaitu siswa diberikan tanggungjawab melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar mencapai tujuan yang diharapkan serta guru harus berkomitmen dalam menjalankan tata tertib atau kontrak belajar yang dibuat agar siswa tetap berada pada jalur yang tepat. Tahap ketiga yaitu tahap penggerakan yaitu semua komponen didalam lingkungan Smart Classrom harus dapat dimanfaatkan oleh guru untuk berkomunikasi, berkreasu, dan berinisiatif agar siswa memiliki semangat membangun belajar. Dan tahap yang terakhir adalah tahap pengawasan ini berarti harus memahami semua hal yang ada kaitannya dengan pembelajaran yang berbasis Smart Classroom agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik.

Pembelajaran berbasis Smart Classrom diharapkan menjadikan interaksi pembelajaran lebih kolaboratif dan menyenangkan serta dapat menambah pengalaman belajar yang menarik bagi para siswa. Sehingga perlu adanya manajemen yang baik dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (atuating), dan pengawasan (controlling) yang mencakup pengelolaan komponen dalam Smart Classroom dan perlu disesuaikan dengan model Smart Classroom yang dijalankan pada suatu lembaga pendidikan. Dengan demikian, dibutuhkan peran dari seorang pendidik yang memiliki kemampuan teknis dalam pembelajaran berbasis ini, kemampuan manajemen kelas, serta juga perlu memiliki keterampilan pedagogis yang baik. Guru yang menjadi aktor utama dalam komponen pendidikan juga perlu memahami setiap karakteristik, gaya belajar, dan tingkat kecerdasan siswa terlebih bagi generasi Z agar mampu menemukan model belajar yang baik sehingga tujuan dalam pembelajaran secara optimal.

Nonik Dina Aprilia Wijaya
Universitas Negeri Surabaya

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.