• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

WAYANG GODHONG, SEBUAH PENTAS WAYANG DARI GUS PUR DI THE 5TH ICIR, 2023 UNS

Editor Redaksi
15 Desember 2023
in News
Penampilan Wayang Godhong di The 5th ICIR, 2023 UNS (Foto :UNS)

Oleh : Dzia Fadhilla Novrizka, Mahasiswa Pascasarjana Seni Rupa dan Desain UNS

JurnalPost.com – Mungkin sangat asing di telinga kita sebagai orang awam saat mendengar istilah “Wayang Godhong”. Namun bagi kalangan seniman dan budayawan, istilah ini sering terdengar di telinga mereka. Wayang godhong merupakan salah satu karya dari Prof. Dr. Agus Purwantoro, M.sn atau biasa disapa Gus Pur adalah salah satu Guru Besar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. Beliau tinggal di Pringapus, Kalisalak, Kab.Malang lebih tepatnya tinggal di Kampung dengan pemandangan hamparan sawah dan udara sejuk.

Prof. Agus Purwantoro mempersembahkan pertunjukan wayang godhong ini pada Kamis, 23 November 2023 dengan tema “Gemah Ripah Loh Jinawi” di Pendapa R. Ng. Yasadipura, Gedung Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS. Hadir sebagai salah satu pengisi acara The 5th Intersectoral Collaboration for Indigenous Religions (ICIR) 2023, beliau membawakan pertunjukan yang mengangkat makna dari kesuburan dan kemakmuran di suatu daerah.

Dalam pertunjukkannya, Gus Pur menjelaskan tentang makna karakteristik daun yang selalu menghadap keatas, seolah-olah seperti gerakan tangan orang yang sedang berdoa. Dalam bahasa jawa itu sendiri disebut nyadhong. Selanjutnya, beliau mulai bercerita tentang bagaimana manusia berawal dari khawitan yang artinya adalah awal mula kehidupan. Akar tanaman atau dalam bahasa jawa disebut oyot ditafsirkan dalam wayang godhong sebagai ayat. Beliau juga bercerita jika dalam menjalani kehidupan, manusia bebas memilih pedoman sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Gus Pur juga berinteraksi dengan para peserta yang ikut dalam pertunjukkan tersebut, menjelaskan tentang makna dedaunan yang ada di depan mereka. Seperti daun duren dimaknai tentang pertengkaran yang tidak akan ada habisnya, daun kluwih yang dimaknai keluwihan atau kelebihan, daun tawar dimaknai sebagai obat penawar, lalu ada daun jati dimaknai sebagai sejatinya urip atau sejatinya hidup dan masih banyak lagi.

Penampilan dalang Gus Pur saat bercerita tentang konflik di Palestina (Foto :UNS)

Beliau juga mengangkat isu yang terjadi di Palestina dimana para korban yang merupakan anak-anak dilambangkan sebagai daun-daun yang masih belum tumbuh seperti ditebang pohonnya. Pemotongan pohon ini diibaratkan sebagai tindakan pembunuhan paling kerja karena pohon tidak bisa berteriak atau melawan seperti halnya anak-anak yang menjadi korban di Palestina. Sedangkan daun muda saja yang jatuh atas izin-Nya. Selain itu juga, beliau menggambarkan bahwa banyaknya dauh di pohon itu seperti banyaknya manusia di dunia ini, yang lama kelamaan akan menguning dan gugur. Sama seperti manusia yang akan mati suatu hari nanti.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.