
JurnalPost.com – Kolaborasi penelitian menjadi salah satu strategi dalam menciptakan teknologi baru untuk kemajuan bangsa. Penelitian kolaborasi Universitas Negeri Malang (UM), Insititut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Negeri Padang (UNP), mengembangkan material nanokomposit untuk divasi penyimpanan energi berbasis baterai dengan performa tinggi. Apakah krisis energi yang melanda Indonesia dapat diatasi dengan penggunaan baterai yang ramah lingkungan?
Data penelitian menempatkan krisis energi menjadi salah satu permasalahan utama di Indonesia. Banyak wilayah Indonesia masih terlanda akan krisis energi yang sangat krusial. Banyak Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini dengan distribusi listrik merata namun masih terdapat kendala akan letak geografis dan medan yang masih belum memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan divais penyimpanan energi yang berkapasitas tinggi dan ramah lingkungan.

Kolaborasi antara peneliti dari UM dan rekan ITB, BRIN dan UNP melakukan kolaborasi mengembangkan divasi penyimpanan energi berbasis baterai dengan performa yang tinggi menggunakan bahan zinc oxide dan karbon ramah lingkungan. Tentunya bahan ini tidak sulit ditemukan dan telah ramai diperbincangkan terkait kelebihannya dalam aplikasi penyimpanan energi.
“Melihat permasalahan energi yang melanda di Sebagian wilayah Indonesia, kami ingin mengembangkan divasi penyimpanan energi yang performa tinggi dan ramah lingkungan”, tutur Dr Robi. Hal ini juga dirasakan oleh peneliti dari ITB, BRIN dan UNP ingin mengembangkan divais dengan teknologi long-life dengan bahan – bahan yang dapat ditemukan di Indonesia.
Peneliti dari BRIN juga menyatakan bahwa Zinc Oxide dan Karbon menjadi bahan material yang dapat mewujudkan teknologi penyimpanan energi yang baik. “Elektroda berbasis zinc oxide dan karbon sangat berpotensi menjadi penyimpanan energi”, ujarnya.
Riset kolaborasi UM, ITB, BRIN dan UNP ini bertemakan tentang pengembangan material nanokomposit berbasis Zinc Oxide/Karbon untuk optimasi divais penyimpan energi berbasis baterai performa tinggi. Penelitian ini dilaksanakan oleh koordinator utama RKI dari masing-masing instansi diantaranya, Dr. Robi Kurniawan (UM), berkolaborasi dengan Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si (ITB), Dr. Riri Jonuarti, S.Pd., M.Si (UNP), Dr. Joko Suwardy, M.Eng dan Resti Marlina, M.Si (BRIN). Penelitian ini telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai fasilitas dari UM, ITB, BRIN, dan UNP untuk mencapai hasil yang maksimal.

Harapan besar kami, kedepan produk kolaborasi UM, ITB, BRIN dan UNP ini mampu menjadi inovasi teknologi yang bermutu tinggi yang mampu memberikan dampak nyata terhadap krisis energi yang melanda negeri,” jelas Prof Yudi



