
JurnalPost.com – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh seluruh Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang , sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya yang dilakukan oleh PMM Bhaktiku Negri kelompok 162 Gelombang 6 tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan 5 orang mahasiswa yaitu , Mohamad Sihabudin, Charya Septianto Budiman, Muhammad Amris Maulana, Ainur Rofiq Gymnastiar, dan Guntur Hariyadi yang berasal dari Prodi Peternakan serta dibimbing oleh Bapak Febri Arif Cahyo Wibowo, S.Hut., M.Sc selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Setiap desa pasti memiliki potensinya masing-masing namun tak banyak Desa yang sudah memahami secara benar mengenai ilmu-ilmu baru seperti halnya warga Desa Galengdowo yang memiliki kegiatan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa UMM Kelompok 162 ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan telur ayam atau bebek sebagai telur asin yang dijadikan sebagai kerupuk yang akan bernilai jual tinggi apabila dijadikan usaha.
Kegiatan pelatihan dan sosialisasi pembuatan kerupuk telur asin disambut dengan hangat dan antusias oleh Ibu-Ibu kelompok Wanita Rahayu Mandiri Desa Galengdowo. Pembuatan kerupuk telur asin dilaksanakan sebanyak enam kali pertemuan yakni pada 9, 13, 18, 21, 23, 24 Agustus 2023. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi pengolahan produk peternakan menjadi berbagai macam olahan pangan dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan olahan produk peternakan kerupuk telur asin oleh mahasiswa PMM UMM.
Persiapan yang memakan waktu beberapa pekan dimulai dari proses pembuatan telur asin sampai pembuatan kerupuk terlaksana dengan lancar. Proses pembuatan diawali dengan pembuatan telur asin (dengan cara membungkus telur dengan serbuk batu bata dan garam selama sepuluh hari) dilanjutkan dilakukan dengan pembuatan adonan yang berasal dari kuning telur dan putih telur yang telah dipisahkan kemudian dicampurkan dengan tepung tapioca dan terigu serta penyedap rasa, lalu kami melakukan pengukusan, serta pemotongan adonan yang dilanjutkan dengan pengeringan dan diakhiri dengan penggorengan.

“Produk kerupuk telur asin cocok untuk kudapan pada hari-hari seperti hari raya” kata ibu Ajar selaku ketua Kelompok Wanita Rahayu Mandiri. “Kerupuk telur asin ini dapat dijadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun kondisi geografi yang kurang adanya pencahayaan matahari untuk melakukan pengeringan.” Ujar Bu Yuli
Itulah kegiatan PMM yang dilakukan oleh kelompok 162 gelombang 6 Tahun 2023. Kami Mahasiswa PMM UMM berharap dengan adanya program ini juga dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat sekitar terutama ibu ibu kelompok Wanita Rahayu Mandiri yang membuka peluang usaha dari pelatihan pembuatan kerupuk telur asin.



