
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada masyarakat. PMM sendiri bertujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya yang dilakukan oleh kelompok 50 gelombang 3 pada hari Rabu, 9 Agustus 2023. Dengan beranggotakan Zavier Aimaryansyah, Rifa Ratna, Wina Itsya, Prita Prameswari, Sabrina Putri yang berasal dari prodi Teknik Industri, Teknologi Pangan, dan Psikologi.
RA Cahya Hati merupakan sekolah ramah anak yang didirikan pada tahun 2004 oleh yayasan Darul Muttaqin Islamic Center di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jika dikualisifikasikan dengan tingkatan pendidikan, maka RA Cahya Hati ini merupakan sekolah yang setara dengan TK (Taman Kanak-kanak). Alasan Kelompok 50 Gelombang 3 memilih RA Cahya Hati sebagai lokasi pelaksanaan program PMM UMM adalah karena tema program unggulan proker yang dibuat berkaitan dengan anak-anak usia dini dan setelah melakukan survei lokasi di RA Cahya Hati dengan melihat lingkungan sekolah dan beberapa faktor lainnya, Kelompok 50 Gelombang 3 memilih RA Cahya Hati sebagai tempat pelaksanaan PMM UMM.

Karena menyadari pentingnya melatih kreativitas anak sejak dini, kami melakukan kampanye edukasi melalui kegiatan finger painting bersama anak-anak RA Cahya Hati Dau yang berjumlah sekitar 25 orang. Kami menggunakan totebag sebagai media aksi pengurangan sampah plastik dan juga bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak melalui proses painting melalui jarinya. Dari program ini, mahasiswa pengabdian masyarakat bisa melihat beragam kreativitas dan karakter anak melalui hasil karya yang telah dibuat.
Kegiatan yang dilakukan oleh 5 mahasiswa ini adalah dengan memberikan pengetahuan mengenai hal penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga kreativitas perlu dikembangkan sedari dini, dengan kreativitas anak dapat mengekspresikan diri dan mewujudkan karakteristik dirinya. Dengan melatih kreativitas pada anak, anak mampu menemukan cara-cara baru dan dapat memecahkan suatu permasalahan atau melakukan problem solving. Kreativitas dapat mendorong anak untuk membuat ide-ide baru yang dapat mengasah kemampuannya sendiri. Dalam tahap perkembangannya, kreativitas pada anak usia dini juga dapat melatih kemampuan motorik halus serta melatih kemampuan kognitif pada anak.

Itulah kegiatan PMM UMM yang dilakukan oleh kelompok 50 gelombang 3. Dimulai dari kegiatan edukasi pengurangan sampah plastik menggunakan media tote bag dan juga praktek menyalurkan kreativitas melalui finger painting. Diharapkan kegiatan yang telah dilakukan dapat menimbulkan banyak manfaat dan kemudahan bagi anak, guru, orang tua/wali, dan juga masyarakat.



