
JurnalPost.com, Kertasinduyasa, Brebes (12/8/2023) – Stunting pada anak merupakan masalah serius di Indonesia. Dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 (dua), yaitu menghapuskan segala bentuk malnutrisi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2023 ikut andil dalam memecahkan masalah ini dengan mengadakan program penyuluhan serta edukasi pola asuh (parenting), gizi seimbang dan Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) kepada ibu-ibu yang memiliki balita terindikasi stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu pemberian Makanan Tambahan (PMT) di wilayah tersebut.
Tim KKN II Undip Tahun 2023 terdiri dari sembilan mahasiswa yang peduli dengan kesehatan generasi bangsa Indonesia. Mereka menyadari pentingnya peran orang tua dalam memberikan asuhan dan asupan yang tepat bagi pertumbuhan anak-anaknya. Dalam rangka meningkatkan edukasi tersebut maka diadakan program penyuluhan dan edukasi yang informatif dan interaktif menggunakan media modul yang menarik dan mudah dipahami. Program ini melibatkan ibu-ibu kader dan ibu-ibu yang memiliki anak balita terindikasi stunting.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di balai Desa Kertasinduyasa pada pukul 10.00-11.00 WIB. Materi penyuluhan mencakup gejala stunting, dampak stunting, dan pencegahan stunting, cerdas dalam menggunakan obat, tips agar anak tidak takut minum obat serta edukasi obat cacing dapat mencegah terjadinya stunting. Materi tersebut langsung sampaikan oleh mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Kezia Rosepta Br Ginting.

Adapun cara cerdas menggunakan obat yang disampaikan, yaitu dengan 5 O. Pertama, obat ini apa nama dan kandungannya? Kedua, obat ini apa khasiatnya? obat ini berapa dosisnya? Keempat, obat ini bagaimana cara pakainya? Kelima, obat ini apa efek sampingnya? Kemudian, Kezia Rosepta Ginting juga mengingatkan akan 10 pedoman gizi seimbang oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu bersyukur akan ragam makanan yang melimpah di Indonesia, perbanyak makan sayur dan buah, mengkonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi, makan ragam makanan pokok, membatasi konsumsi pangan manis, asin & berlemak, sarapan, minum air putih yang cukup, membaca label pada kemasan pangan, mencuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir, serta melakukan akukan Aktivitas fisik selama 30 menit dalam sehari.
Respon masyarakat sangat senang karena program ini dapat terlaksana di Desa Kertasinduyasa. Banyak ibu-ibu yang merasa terbantu dan terdedukasi akan pentingnya pola asuh dan asupan bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Budi Setiyono S.T., M.T selaku dosen pembimbing KKN TIM II di Desa Kertasinduyasa.
Mahasiswa KKN Tim II Undip Tahun 2023 telah membuktikan bahwa dengan aksi nyata, masalah sunting dapat diatasi. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk beraksi dalam mengatasi masalah kesehatan ini. Diharapkan upaya ini dapat membawa perubahan jangka panjang demi kesehatan generasi mendatang.
Penulis : Kezia Rosepta Br Ginting (22010320120009)/ Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan: Budi Setiyono S.T., M.T
Lokasi : Desa Kertasinduyasa, Kec. Jatibarang, Kab. Brebes



