
JurnalPost.com – (4/8/23), Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Turut berpartisipasi acara masyarakat yaitu wayang Kumbakarna Maju Perang Di Desa Selorejo. Kegiatan PMM ini merupakan salah satu program yang ada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang. Adapun Dosen Pembimbing (DPL) yaitu, Bapak Ardik Praharjo S.Ab, M,Ab Sedangkan Tim Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini terdiri dari Mochamad Reza Fatoni sebagai ketua tim Program Pengabdi Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Sedangkan anggota tim pengabdi lainnya adalah Nur Aziza Febriana, Moch Badius Zaman, Dwi Saputra Wijaya, Farrah Isnaini Dessy Ramadhani Wahyudi

Sebuah tim mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dari jurusan manajemen di Universitas Muhammadiyah Malang, dengan total 5 anggota.
Mereka aktif terlibat dalam sebuah acara masyarakat yang istimewa, yakni pertunjukan wayang Kumbakarna Maju Perang, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari acara sebelumnya yaitu doa lintas agama. Acara ini digelar pada tanggal 4 Agustus 2023, dimulai pukul 18.00 hingga selesai.
Acara ini diadakan di Balai Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tujuan utama partisipasi ini adalah untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan mahasiswa PMM tentang budaya dan adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Selorejo. Ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan belajar dari kebijaksanaan adat setempat.
Proses belajar dan partisipasi mahasiswa PMM dalam acara ini sangat mendalam. Sebelum terlibat dalam persiapan acara, tim mahasiswa PMM mendapatkan pelatihan awal tentang adat dan budaya Desa Selorejo. Mereka berinteraksi dengan tokoh-tokoh adat dan tua-tua desa untuk mendapatkan pengetahuan tentang arti dan nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan wayang.
Mahasiswa PMM berkolaborasi dengan masyarakat desa dalam menyusun rencana acara. Mereka belajar tentang ritme dan tata cara tradisional dalam menyelenggarakan pertunjukan wayang, serta bagaimana melibatkan masyarakat dalam persiapan. Pada hari acara, mahasiswa PMM aktif membantu dalam penyusunan panggung, mengatur tempat duduk, dan memastikan semua peralatan teknis berfungsi dengan baik.
Melalui partisipasi mereka dalam acara wayang yang diberkahi dengan hikmah dan makna budaya Desa Selorejo, mahasiswa PMM tidak hanya menunjukkan partisipasi dan dedikasi mereka, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga tentang bagaimana adat dan budaya lokal bisa menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran yang tak ternilai harganya. (www.umm.ac.id)



