JurnalPost.com – Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang (xx/08) — Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah dapur yang berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Kebagusan, Ampelgading, Pemalang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pembuatan cairan multifungsi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi limbah dapur yang terbuang percuma serta memberdayakan masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai dari limbah organik rumah tangga.
Dalam acara sosialisasi yang diadakan di Balai Desa Kebagusan (29/07), para mahasiswa KKN Undip dengan antusias membagikan pengetahuan tentang pembuatan cairan multifungsi kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, bapak-bapak, hingga para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Gambar 1. Prototype Eco-enzyme (Cairan Multifungsi)
Dalam sesi sosialisasi, para mahasiswa memaparkan mengenai potensi limbah dapur yang seringkali terbuang percuma. Mereka juga menjelaskan tentang bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk membuat cairan multifungsi, seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, gula merah (molase) dan bahan organik lainnya. Para mahasiswa secara rinci mengajarkan langkah-langkah pembuatan cairan tersebut, mulai dari proses pengolahan bahan hingga menghasilkan produk jadi.
Selain memberikan penjelasan praktis, para mahasiswa juga melakukan demonstrasi langsung tentang cara membuat cairan multifungsi. Masyarakat diajak untuk terlibat aktif dalam proses pembuatan, sehingga mereka dapat langsung merasakan dan mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Selama kegiatan ini, suasana yang ramah dan interaktif tercipta, memungkinkan para peserta untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan para mahasiswa.
Salah satu peserta mengungkapkan, “Saya tidak pernah berpikir bahwa limbah dapur bisa dimanfaatkan dengan cara yang bermanfaat seperti ini. Saya senang bisa belajar membuat cairan multifungsi dan akan mencobanya di rumah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip tidak hanya berhasil mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah dapur yang berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan potensi limbah yang dapat diubah menjadi produk bernilai. Harapannya, kegiatan sosialisasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak komunitas untuk berkontribusi dalam mengurangi limbah dapur terbuang percuma serta mengembangkan praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Tim KKN Universitas Diponegoro Desa Kebagusan 2023
Dosen Pembimbing : A’nim Kafabih, S.E., M.E.



