
JurnalPost.com, Sukoharjo (26/7), Mahasiswa KKN Tim II Undip melakukan program kerja monodisiplin uji kelayakan air konsumsi dengan menggunakan media teh dan pH meter. Selain melakukan uji kelayakan juga diberikan pengetahuan mengenai kualitas air konsumsi yang mana merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui kualitas air yang mereka konsumsi.
Pengujian kualitas air dengan menggunakan media teh adalah metode sederhana yang dapat memberikan indikasi awal tentang tingkat pencemaran air. Metode ini sering digunakan dalam pengajaran atau situasi darurat ketika metode laboratorium tidak tersedia. Uji sederhana kelayakan air minum dapat dilakukan dengan mudah, murah dan praktis di rumah. Caranya sebagai berikut:
• Masukan air uji ke dalam gelas berisi air teh dengan perbandingan 1:1.
• Diamkan gelas yang berisi campuran air uji dengan air teh dalam keadaan terbuka selama semalam.
• Analisis kualitas air yang telah dicampur teh. Apabila terdapat perubahan warna, lendir dan lapisan minyak pada permukaan air disimpulkan kulitas air tidak dijadikan bahan baku air minum.

Selain uji kualitas air konsumsi dengan menggunakan media teh dilakukan juga uji kualitas air konsumsi dengan menggunakan pH meter. Menguji kualitas air konsumsi menggunakan pH meter adalah cara yang lebih akurat dan ilmiah daripada metode media teh. pH meter digunakan untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen (H⁺) dalam larutan, yang mengindikasikan apakah larutan bersifat asam, netral, atau basa. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menguji air konsumsi menggunakan pH meter:
• Pastikan pH meter dalam kondisi sudah terkalibrasi dan bersih
• Masukkan pH meter kedalam air konsumsi, tunggu beberapa saat hingga pembacanpH stabil di layar pH meter. Baca dan catat nilai pH yang ditampilkan
• Berikut klasifikasi nilai pH meter:
pH 0-6: Air bersifat asam. Semakin rendah nilai pH, semakin asam air tersebut.
pH 7: Air bersifat netral. Ini adalah nilai pH di mana larutan dianggap netral.
pH 8-14: Air bersifat basa. Semakin tinggi nilai pH, semakin basa air tersebut.

Penulis : Farah Izza Maulidiyah Rahmah – Manajemen Sumber Daya Perairan
Dosen Pembimbing Lapangan : dr. Farmaditya Eka Putra M.Si.Med. Ph.D



