• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN AKHLAK DI MA MAI PURWAKARTA

Editor Redaksi
22 Februari 2025
in Artikel

Nur Amalia, Ramdani Putra Pratama, Enan Kusnandar
Email : [email protected] , [email protected] , [email protected]

Program Studi Agama Islam
STAI. DR. KHEZ. MUTTAQIEN PURWAKARTA

Abstract

The purpose of this research is to find out moral learning strategies at the Aliyah level that can be used to shape good personality or morals in students. This research uses a literature review method. Learning strategies are very useful for teachers and students in the learning process. For teachers, this learning strategy is used as a guide and reference for systematic action in implementing learning. For students, the use of learning strategies can simplify the learning process and speed up understanding of learning content, because each learning strategy is designed to make the learning process easier. It is hoped that this learning strategy can improve student learning outcomes, namely being able to produce a future generation with noble morals.

Kata kunci : learning strategy

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran Akhlak di tingkat Aliyah yang bisa digunakan untuk membentuk kepribadian atau akhlak yang baik pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur. Strategi pembelajaran sangat berguna bagi guru maupun siswa pada proses pembelajaran. Bagi guru, strategi pembelajaran ini dijadikan sebagai pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran. Bagi siswa penggunaan strategi pembelajaran dapat mempermudah proses pembelajaran dan mempercepat memahami isi pembelajaran, karena setiap strategi pembelajaran dirancang untuk mempermudah proses pembelajaran. Diharapkan strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni mampu mencetak generasi masa depan yang berakhlak mulia.

Kata kunci : strategi pembelajaran

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu hal yang amat penting bagi kehidupan dan sebagai jembatan untuk meningkatkan pengetahuan bagi manusia. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia. Pendidikan hingga saat ini masih dipercaya sebagai media yang sangat ampuh dalam membangun kecerdasan dan kepribadian manusia menjadi lebih baik. Dalam konteks pendidikan Islam, tujuan utamanya adalah membentuk individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik, tetapi juga memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan moral. Karena pada zaman modern ini perhatian terhadap pentingnya akhlak semakin kuat. Dikarenakan manusia dihadapkan dengan seriusnya masalah moral dan akhlak yang dapat menghancurkan masa depan bangsa. Banyaknya penyimpangan hidup dan penyalahgunaan kesempatan dalam bentuk perbuatan sadis dan dapat merugikan orang lain, seperti tindakan korupsi, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, tawuran antar pelajar dan warga. Perubahan dalam berbagai aspek kehidupan terjadi dengan cepat serta banyak faktor yang melatarbelakangi perubahan atau rendahnya perilaku mental, akidah, dan akhlak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Yang paling mengkhawatirkan hal tersebut telah terjadi pada kalangan siswa atau pelajar. Nilai akhlak terpuji sering ditinggalkan, seperti adab kepada Allah SWT, orang tua, guru, teman, dan makhluk lainnya. Pendidikan Agama Islam berusaha untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia, berempati, dan peduli terhadap kesejahteraan umat manusia dan lingkungan sekitar.

Pembelajaran akhlak menjadi usaha sadar untuk membentuk karakter dan moralitas yang baik pada individu melalui pemahaman dan praktik ajaran Islam. Tujuannya agar siswa memiliki pemahaman yang mendalam mengenai ajaran Islam, serta mampu menerapkan nilai-nilai ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan mampu menjadi individu yang rahmatan lil alamin. Selain itu, pendidikan akhlak juga bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan bermanfaat bagi diri sendiri. Siswa diajak untuk mengembangkan sifat-sifat mulia seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian, keadilan dan kasih sayang kepada sesama makhluk hidup. Pembelajaran atau pendidikan akhlak harus dilakukan sejak dini, oleh karena itu penting bagi orang tua dan guru untuk memberikan perhatian lebih pada pendidikan akhlak. Hal tersebut bertujuan agar masa depan bangsa tidak terus terancam oleh permasalahan moral dan akhlak yang menghancurkannya. Salah satu keberhasilan siswa dalam pendidikan ditunjukkan dengan hasil belajar. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa agar memperpleh hasil yang optiml adalah strategi pembelajaran, gaya belajar siswa, sarana prasarana, dan media pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) strategi pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang kondusif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sanjaya (2010: 126) mengatakan bahwa strategi pembelajaran adalah perencanaan yang mencakup rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Rasionalnya, strategi pembelajaran berhubungan langsung dengan pemilihan kegiatan pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien dalam memberikan pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi dasar. Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat dapat mengembangkan keterampilan belajar secara efektif. Strategi pembelajaran sangat berguna bagi guru maupun siswa pada proses pembelajaran. Bagi guru, strategi pembelajaran ini dijadikan sebagai pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran. Bagi siswa penggunaan strategi pembelajaran dapat mempermudah proses pembelajaran dan dapat mempercepat dalam memahami isi pembelajaran.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana strategi guru dalam menerapkan pembelajaran akhlak di sekolah tersebut untuk membentuk kepribadian siswa. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data termasuk wawancara, observasi, dan dokumentasi. Studi kasus juga digunakan untuk menganalisis data dan pendekatan dalam proses penelitian. Desain studi kasus yang dipilih untuk analisis mendetail terhadap fenomena yang spesifik dan kompleks dalam satu tunggal, yaitu sekolah tersebut. Data akan dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran akidah akhlak. Untuk menyusun penelitiannya, peneliti memakai sumber sebagai berikut:

1. Data secara primer ialah data yang dikumpulkan melalui wawancara kepada wakasek dan guru, observasi, dokumentasi, dan data ini digunakan untuk mencapai kesempurnaan data di lapangan.

2. Data secara sekunder ialah data yang diambil dari internet, buku dan data ini digunakan untuk mencapai teori.

Analisis data adalah suatu kegiatan yang dilakukan peneliti setelah terkumpulnya seluruh data, kemudian diolah dengan baik agar dapat diinterpretasikan. Data tersebut diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga dapat di susun sesuai bentuk pola dan memilih data yang kemudian membuat kesimpulan.

1. Reduksi Data
Data yang diperoleh pada saat dilapangan sangat banyak, maka harus teliti dan rinci, semakin lama meneliti dilapangan maka data yang dikumpulkan semakin banyak. Untuk itu perlu melakukan analisis data dengan tahap reduksi data. Yaitu proses merangkum, memilih hal yang utama dan penting serta membuang data yang tidak diperlukan. Data difokuskan untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam pembelajaran akhlak di MA MAI Purwakarta dalam membentuk kepribadian siswa.

2. Penyajian Data
Proses penyajian data terorganisasikan, tersusun dalam pola sehingga dapat memudahkan. Karena menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif maka penyajian data terkait strategi yang digunakan dalam pembelajaran akhlak.

3. Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan masih bersifat sementara dan dapat diperkuat dengan bukti yang kuat. Didukung oleh bukti yang valid, maka kesimpulan yang dipaparkan merupakan kesimpulan yang dapat dipercaya.

Teknik analisis data yang digunakan ialah triangulasi data. Triangulasi ialah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data sebagai pembanding terhadap data-data. Triangulasi sumber data berarti untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan perbandingan untuk mengecek kebenaran dan kepercayaan suatu informasi yang didapat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) strategi pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang kondusif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sanjaya (2010: 126) mengatakan bahwa strategi pembelajaran adalah perencanaan yang mencakup rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Akhlak dapat diartikan sebagai perilaku atau tabiat manusia. Mencakup cara seseorang berperilaku dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan pandangan hidup mereka, serta tercermin dalam tindakan yang dilakukan. Dalam konteks ini, akhlak menjadi ukuran atau indicator untuk menilai baik atau buruknya perbuatan dan tindakan manusia (Nurjanah dkk., 2023:75). Pendidikan akhlak berupaya membangun kepribadian yang berakhlak mulia, bermartabat, dan berbudi luhur Dalam Islam, akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting, bahkan menjadi ukuran keimanan. Pendidikan akhlak bertujuan untuk mengarahkan sifat-sifat yang melekat dalam diri menuju perilaku yang benar, meliputi keyakinan, sikap, cara, pengasuhan, tindakan, serta adab dan sopan santun.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti di MA MAI Purwakarta terkait strategi pembelajaran akhlak yang diterapkan oleh guru dalam membangun kepribadian atau karakter siswa. Dalam pelaksanaannya, guru menerapkan model dan metode pembelajaran yang telah disesuaikan dengan materi pembelajaran serta karakter siswa pada masing-masing kelas. Strategi pembelajaran yang digunakan yaitu pembelajaran berbasis masalah, kontekstual dan kooperatif learning.

A. Problem based learning

Model pembelajaran berbasis masalah atau pembelajaran dengan pemecahan masalah agar siswa tidak hanya dapat mengingat materi pelajaran, akan tetapi dapat memahami, menguasai secara penuh dan mampu memecahkan permasalahan yang terjadi nantinya dalam kehidupannya sehari-hari. Mampu memahami antara yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupan, serta bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berfikir rasional siswa, yaitu kemampuan dalam menganalisis situasi dan menerapkan pengetahuan yang telah dipelajarinya. Penerapan model ini harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus diselesaikan. Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah ini siswa lebih aktif dan dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran.

B. Kontekstual Learning

Proses pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa dalam menemukan materi dari pengalamannya secara langsung, siswa tidak hanya menerima materi akan tetapi berpsoses dalam mencari dan menemukan sendiri materinya. Model pembelajaran ini juga mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kejidupan nyata.

C. Kooperative Learning

Kooperative learning menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, agar siswa mampu bekerja sama dan bertanggung jawab. Dalam pembelajaran seperti ini, siswa dapat saling bertukar ilmu atau pendapat satu sama lain dari tiap kelompoknya, karena tiap kelompoknya memaparkan dihadapan teman-temannya secara bergantian.

Berikut ini strategi pembelajaran akhlak di madrasah tersebut dilakukan dengan berbagai macam metode, seperti;

a. Metode pembiasaan, yaitu membiasakan perilaku yang baik. Dimulai dari guru yang selalu menjaga tutur kata dan perilakunya dihadapan siswa.
b. Metode keteladanan, yang dilakukan dengan cara mencontoh sikap-sikap positif, juga menyediakan sosok atau figur yang bisa dijadikan contoh untuk siswa.
c. Metode ceramah atau nasihat, ialah guru yang berperan aktif dalam menjaelaskan pembelajaran, dilakukan ketika pertama kali masuk atau awal pematerian.
d. Metode diskusi, mendiskusikan permasalahan yang ada disekitar, khususnya berdiskusi untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa, tak lupa guru mempersilahkan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut, kemudian diluruskan oleh guru agar lebih jelas. Diskusi disini bukan hanya sekedar, tetapi juga menggunakan adab atau aturan agar berjalan dengan baik, siswa dan siswi juga diajarkan untuk saling menghargai pendapat dari temannya.
e. Metode latihan atau pembiasaan, guru senantiasa membiasakan kepada siswa untuk senantiasa menjaga adabnya, dan selalu mengingatkan untuk melakukan kegiatan positif, dan menerapkan materi yang sudah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu di MA MAI Purwakarta dalam membimbing akhlak atau menanamkan ketauhidan para siswa/siswinya yaitu adanya kegiatan pembiasaan, seperti shalat dhuha, dan khataman al-Qur’an. Akan tetapi masih belum konsisten dalam menertibkannya. Namun agar siswa/siswi semangat dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan atau aturan yang ada di sekolah, maka sekolah memberikan bintang sebagai penghargaan, begitupun sebaliknya, sekolah akan memberikan poin kepada siswa/siswi yang melanggar aturan sekolah, dengan poin yang telah diatur tingkat maksimalnya, jika melebihi maksimal poinnya, maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan kesalahannya.

PENUTUP

Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak bisa terlepas dari penerapan strategi pembelajara, karena strategi pembelajaran salah satu cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru juga harus pandai menciptakan suasana belajar yang baik, serta juga mempertimbangkan pemakaian strategi dalam mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan sesuai dengan keadaan atau karakter siswa. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru di MA MAI ini yaitu problem based learning, kontekstual, dan kooperative learning. Serta untuk strategi yang bisa dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai akhlak kepada siswa siswi nya yaitu dengan pembiasaaan, keteladanan, nasihat, kedisiplinan, berdiskusi, dan lain sebagainya, terlebih lagi dalam pembelajaran akhlak, guru harus bisa menyampaikan materi dengan sangat baik, harus bisa memotivasi serta memberikan contoh dan mampu mengajak siswa dan siswinya menerapkan hal positif yang telah dipelajarinya. Sebagai guru juga harus tegas dan bertindak adil kepada seluruh siswa dan siswinya, apabila ada yang melaksanakan pembiasaan sesuai dengan baik dan sesuai aturan, maka diberi penghargaan, begitupun sebaliknya, jika ada yang melanggar aturan, maka diberi poin dan sanksi yang sesuai.

DAFTAR PUSTAKA

Nurohim, Wahyu Dwi. (2017). Upaya Guru Akidah Akhlak Dalam Membentuk Kepribadian Anak Siswa Kelas IV MI Ma’Arif Cekok Babadan Ponorogo, Skripsi, Program Sarjana Ilmu Keguruan, Univ IAIN, Ponorogo.
Hamruni. (2012). Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
Agus subairi, 2023). STRATEG PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK (Zulya Rachma bahar, Ed). PT. Literai Nusantara Abadi Grup.
Gina, Rustam (2023) STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA MIFTAHUSSALAM MEDAN.
Abdul Harits, (2021) METODE PENDIDIKAN AKHLAK IMAM AL- GHAZALI (STUDI ANALISIS KITABIHYAULUM AD-DIN).

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.