• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

MINAT BELI TERHADAP APLIKASI SHOPEE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

Editor Redaksi
30 Desember 2024
in Artikel
Waktu Membaca:15 menit membaca

Di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah: Psikologi Konsumen
Dosen pengampu: Flora Greace Putrianti, S.Psi., M.Si Psikolog

Oleh :

1. Riska Aulia Putri (2022011016)
2. Etia Intana (2022011017)
3. Nur Octaviyani (2022011018)
4. Ken Mayang MR (2022011023)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2024

MINAT BELI TERHADAP APLIKASI SHOPEE PADA MAHASISWA RANTAU DI YOGYAKARYA
Di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah: Psikologi Konsumen
Dosen pengampu: Flora Greace Putrianti, S.Psi., M.Si Psikolog

PROPOSAL
Diajukan kepada Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Ujian Akhir Semester 2024/2025

Oleh :

1. Riska Aulia Putri (2022011016)
2. Etia Intana (2022011017)
3. Nur Octaviyani (2022011018)
4. Ken Mayang MR (2022011023)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SARJANAWIYATATAMANSISWA
YOGYKARTA
2024

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah Yang Kuasa dan maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah melimpahkan rahmat serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Ujian Tengah Semester ini dengan baik.

Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada ibu Flora Greace Putrianti, S.Psi., M.Si Psikolog selaku pengampu Mata Kuliah Psikologi Kewirausahaan
Kami menyadari bahwa proposal yang kami buat ini masih sangat jauh dari kata sempurna karenanya kami mohon pendapat dari ibu dan teman-teman untuk kesempurnaan tugas Ujian Tengah Semester ini.

DAFTAR ISI
COVER………………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………
A. Latar Belakang ………………………………………………………………………………
B. Tujuan ………………………………………………………………………………
C. Manfaat ………………………………………………………………………………
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Minat Beli………………………………………………………………………………
B. Aspek Aspek………………………………………………………………………………
C. Faktor ………………………………………………………………………………
D. Definisi Operasional ………………………………………………………………………………
E. Blue Print ………………………………………………………………………………
F. Menulis Aitem ………………………………………………………………………………
G. Model Skala ………………………………………………………………………………
H. Format Stimulus dan Format Respon ………………………………………………………………………………
I. Item Review ………………………………………………………………………………
J. Skoring ………………………………………………………………………………

BAB III UJI COBA ………………………………………………………………………………
A. Uji Coba ………………………………………………………………………………
BAB IV DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbelanja di Shopee sering kali berkaitan dengan beberapa isu umum yang dialami pengguna dalam transaksi online. Berikut beberapa latar belakang yang sering menjadi permasalahan:
Penipuan dan Barang Tidak Sesuai Deskripsi Meskipun Shopee menyediakan fitur ulasan dan rating, ada kalanya barang yang diterima tidak sesuai dengan deskripsi yang diberikan penjual. Ini dapat berupa kualitas barang yang buruk, ukuran yang salah, atau bahkan barang palsu. Hal ini menjadi perhatian karena dapat merugikan pembeli.

Pengiriman yang Lambat atau Bermasalah Masalah pengiriman juga sering terjadi, seperti barang yang tertunda atau tidak sampai. Walaupun Shopee menyediakan beberapa pilihan jasa pengiriman, kualitas dan kecepatan layanan pengiriman berbeda-beda, dan terkadang terjadi kesalahan pengiriman yang membuat pembeli merasa kecewa.

Kesulitan dalam Proses Pengembalian atau Refund Proses pengembalian barang atau refund terkadang membingungkan dan memakan waktu. Walaupun Shopee memiliki kebijakan pengembalian barang, banyak pembeli yang merasa bahwa prosedurn.

Shopee adalah platform e-commerce atau pasar daring (online marketplace) yang menyediakan layanan belanja online bagi pembeli dan penjual. Didirikan pada tahun 2015 oleh perusahaan teknologi Sea Group yang berbasis di Singapura, Shopee telah berkembang pesat menjadi salah satu platform belanja terbesar di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Sebagai platform e-commerce, Shopee memungkinkan individu atau bisnis untuk membuka toko online dan menjual berbagai jenis produk, seperti pakaian, elektronik, makanan, peralatan rumah tangga, dan produk digital. Shopee menawarkan fitur-fitur yang memudahkan transaksi online, seperti sistem pembayaran terintegrasi, pengiriman barang, diskon, voucher, dan program loyalitas.

Selain itu, Shopee dikenal karena promosi besar-besaran seperti kampanye “11.11” dan “12.12,” yang menawarkan diskon besar dan voucher gratis ongkir. Dengan aplikasi yang mudah digunakan dan berbagai pilihan metode pembayaran serta layanan pengiriman, Shopee menjadi salah satu pilihan utama masyarakat di Asia Tenggara untuk berbelanja secara online.

Shopee terus mengalami perkembangan pesat di tahun 2024, terutama dalam meningkatkan partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat fitur-fitur interaktif pada platformnya. Shopee telah memperluas dukungan terhadap UMKM dengan menyediakan program ekspor yang memungkinkan produk lokal mencapai pasar internasional, mengirimkan lebih dari 26 juta produk ke luar negeri. UMKM yang bergabung di platform ini mencatatkan peningkatan transaksi hingga empat kali lipat dalam beberapa kampanye besar.

Shopee juga fokus memperkaya pengalaman belanja dengan fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video. Kedua fitur ini berhasil mendongkrak penjualan produk lokal hingga puluhan kali lipat. Fitur interaktif ini tidak hanya mempertemukan penjual dengan pembeli secara real-time, tetapi juga memungkinkan kreator konten untuk berpartisipasi, memberikan konten visual yang menarik, dan meningkatkan daya tarik konsumen.

Menurut Kotler dalam Abzari, et al (2014) minat beli adalah perilaku konsumen dimana konsumen memiliki keinginan dalam memilih dan mengkonsumsi suatu produk. Minat beli akan timbul apabila seseorang konsumen sudah berpengaruh terhadap mutu dan kualitas dari suatu produk dan informasi suatu produk

B. Tujuan
Tujuan kami membuat makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan pembaca dalam memahami berbelanja di shopee
C. Manfaat
1. Kami membuat penelitian tentang shopee ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang berbelanja di shopee
2. Memperkuat pemahaman tentang tren digitalisasi, inovasi bisnis, dan ekonomi digital yang sedang berkembang, dan ini juga menambah pemahaman bagi peneliti dan pembaca.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Minat Beli
Minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Terdapat perbedaan antara pembelian aktual dan minat pembelian. Bila pembelian aktual adalah pembelian yang benar-benar dilakukan oleh konsumen, maka minat pembelian adalah niat untuk melakukan pembelian pada kesempatan mendatang. Meskipun merupakan pembelian yang belum tentu akan dilakukan pada masa mendatang namun pengukuran terhadap minat pembelian umumnya dilakukan guna memaksimumkan prediksi terhadap pembelian aktual itu sendiri (Sartika, 2017).

Definisi minat beli menurut (Sartika, 2017) adalah merupakan bagian dari komponen perilaku konsumen dalam sikap mengkonsumsi, kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Dapat dikatakan bahwa minat beli merupakan pernyataan mental dari konsumen yang merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu. Hal ini sangat diperlukan oleh para pemasar untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap suatu produk, baik para pemasar maupun pakar ekonomi menggunakan variabel minat beli untuk memprediksi perilaku konsumen di masa yang akan datang.

B. Aspek-Aspek Minat Beli
Menurut (Sari, 2020) yang menjadi aspek minat beli seorang calon konsumen adalah sebagai berikut:

1. Perhatian (Attention) yaitu perhatian calon konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh produsen. Pesan yang ada harus menarik perhatian konsumen sasaran karena pesan yang mampu menarik perhatian yang akan dilihat oleh konsumen.

2. Ketertarikan (Interest) yaitu ketertarikan calon konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh produsen. Setelah perhatian konsumen berhasil direbut, maka pesan harus dapat menimbulkan ketertarikan sehingga timbul rasa ingin tahu secara lebih rinci di dalam konsumen, maka dari itu harus dirangsang agar konsumen mau untuk mencoba.

3. Keinginan (Desire) yaitu keinginan calon konsumen untuk memiliki produk yang ditawarkan oleh produsen. Pesan yang baik harus dapatmengetahui keinginan konsumen dalam pemaparan produk yang ditampilkan di pesan tersebut.

4. Tindakan (Action) yaitu calon konsumen melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.

Indikator Minat Beli
A. Indikator
Menurut (Iswandi & Risnawati, 2020), minat beli dapat di identifikasikan melalui indikator-indikator sebagai berikut:

1. Minat transaksional,
yaitu seseorang yang cendenrung untuk membeli produk.

2. Minat referensial,
yaitu seseorang yang cenderun g merekomendasikan produk kepada orang lain.

3. Minat preferensial,
yaitu minat seseorang yang dapat digambarkan melalui perilaku yang mempunyai preferensi utama pada produk tertentu. Hal ini dapat mengganti preferensi jika terjadi sesuatu atau perubahan dengan produk preferensinya.

4. Minat eksploratif,
minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut

C. Faktor – Faktor
(Purbohastuti & Hidayah, 2020) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat beli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat. Dari beberapa para ahli menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :

a. Perbedaan pekerjaan,
Artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
b. Perbedaan sosial ekonomi,
Artinya seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai sosial ekonomi rendah.

b. Perbedaan hobi atau kegemaran,
Artinya bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya.

c. Perbedaan jenis kelamin,
Artinya minat wanita akan berbeda dengan minat pria.

d. Perbedaan usia,
Artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.

D. Definisi Operasional
Definisi operasional minat beli adalah deskripsi sistematis tentang bagaimana minat seseorang untuk membeli suatu produk atau jasa diukur atau diidentifikasi dalam konteks tertentu. Minat dalam membeli produk yaitu adalah suatu ke inginan atau dorongan seseorang dalam membeli karena memiliki ketertarikan Ketika melihat produk produk. Dalam penelitian, minat beli sering didefinisikan melalui indikator atau variabel tertentu yang mencerminkan keinginan atau kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian.

E. Tabel Spesifikiasi / kisi kisi / Blue Print
1. Blue Print Minat Beli adalah sebagai Berikut :

No Aspek Indicator Bobot

(%)

1. Perhatian (Attention) 1.     Melihat produk yang diinginkan

2.     Melihat promo yang di inginkan

2. Ketertarikan (Interest) 1.     minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut

2.     melihat model produk

 

3. Keinginan (Desire) 1.     ingin membeli produk yang sesuai keinginan

2.     ingin membeli produk yang harga murah

4. Tindakan (Action) 1.     Minat transaksional, yaitu seseorang yang cendenru langsung membayar produk.

2.     Memilih milih produk

2.Distribusi Sebaran Aitem skala Minat Beli sebelum uji Coba

No Aspek Aitem   f
    Favorebel Unfavoreble  
1. Perhatian (Attention) 1,5,17 9,13,21 6
2. Ketertarikan (Interest) 2,6,18 10,14,22 6
3. Keinginan (Desire) 3,7,19 11,15,23 6
4. Tindakan (Action) 4,8,20 12,16,24 6
  Jumlah     24

F. Menulis Aitem
Aspek Pertama : Perhatian (Attention)
1. Indikator, minat transaksional
Minat transaksional,
yaitu seseorang yang cendenrung untuk membeli produk.
Favourable
a. Saya akan membuka shopee saat saya sedang santai
b. Saya akan mencari tahu tentang produk-produk yang dijual di Shopee
c. Saya akan membeli barang yang dijual jika dari aplikasi shopee
Unfavourable
a. Saat melihat iklan dihopee saya kurang tertarik
b. Saya tidak membeli barang dari shopee

Aspek Kedua : Ketertarikan (Interest)
2. Indikator kedua : Minat referensial
yaitu seseorang yang cenderung merekomendasikan produk kepada orang lain.
Favourable
a. Saya akan memberitahukan jika aplikasi Shopee terdapat diskon/promo kepada orang terdekat saya (keluarga, teman, dll)
b. Saya akan mencari tahu tentang pengalaman pengguna Shopee melalui orang terdekat saya (keluarga, teman, dll) yang pernah berbelanja di Shopee
Unfavourable
a. Saya tidak ingin jika keluarga saya berbelanja di shopee
Aspek Ketiga : Keinginan (Desire)
3. Indikator ketiga : Minat preferensial
yaitu minat seseorang yang dapat digambarkan melalui perilaku yang mempunyai preferensi utama pada produk tertentu. Hal ini dapat mengganti preferensi jika terjadi sesuatu atau perubahan dengan produk preferensinya.
Favourable
a. Shopee sering memberikan promo menarik bagi saya
b. Saat melihat barang yang menarik dishopee, saya akan langsung membelinya
c. Saya akan menjadikan aplikasi Shopee sebagai prioritas pilihan pertama dalam berbelanja di toko online
Unfavourable
a. Walaupun banyak promo saya tidak pernah membeli barang di shopee
b. Saat melihat iklan dihopee saya kurang tertarik
Aspek Keempat : Tindakan (Action)
4. Indikator keempat : Minat eksploratif
minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut
Favourable
a. Saya akan mencari tahu tentang pengalaman pengguna Shopee melalui orang terdekat saya (keluarga, teman, dll) yang pernah berbelanja di Shopee
b. Saat melihat barang yang menarik dishopee, saya akan langsung membelinya
c. Saat saya sudah membeli barang dishopee, barang yang dipesan selalu sesuai ekspektasi
Unfavourable
a. Saya kurang tertarik dengan barang barang yang ditawarkan dishopee
b. Barang di shopee jarang menarik perhatian saya
G. Model Skala
Skala yang akan digunakan untuk mengembangkan alat ukur ini menggunakan Skala Likert. Skala likert yaitu terdiri dari pernyataanpernyataan yang tertulis untuk mengungkapkan sikap setuju atau tidak setuju terhadap aspek yang diukur (Azwar, 2017)
H. Format Stimulus dan Format Respon
Format stimulus yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pernyataan aitem dengan pilihan respon. Format respon sendiri sering disebut dengan istilah “anchor” yang digunakan untuk pelaporan kondisi subjektif dari subjek penelitian. Format respon dalam penyusunan skala ini menggunakan anchor sikap (persetujuan) menggunakan 5 alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju).
I. Item Review
Aitem ini dibuat guna untuk mengukur Minat Beli pada mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, disusun menggunakan skala sikap dimana responden akan memilih sesuai dengan sikap yang mereka miliki dengan pengalaman yang mereka alami yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak setuju (STS) Skala sikap minat Beli menggunakan aspek dari (Sari, 2020) yang menjadi aspek minat beli seorang calon konsumen yang meliputi Perhatian (Attention), Ketertarikan (Interest), Keinginan (Desire), dan Tindakan (Action) yang kemudian dapat menghasilkan 4 indikator. Dalam proses menyusun aitem ini melibatkan professional judgement yaitu Ibu Flora Grace Putrianti S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog selaku dosen mata kuliah Konsumen yang memberikan arahan dan bimbingan hingga saat ini.
J. Skoring

No Alternatif Respon Skoring
Favourable Unfavourable
1 Sangat Setuju 5 1
2 Setuju 4 2
3 Netral 3 3
4 Tidak Setuju 2 4
5 Sangat Tidak Setuju 1 5

BAB III
UJI COBA
A. Uji Coba
1. Deskripsi Subjek
Karakteristik subjek yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa rantau.
Dengan jumlah populasi mahasiswa rantau di Yogyakarta dengan jumlah 50 orang. Jumlah sampel sebanyak 50 mahasiswa dengan penentuan sampel menggunakan t Tabel penentuan sampel dari Isaac and Michael dengan taraf signifikan 5%.

2. Skala Siap Uji Coba

PETUNJUK:
1. Skala ini bertujuan untuk mengetahui = Minat Beli.
2. Bacalah skala dibawah ini dengan baik dan teliti
3. Isilah skala dibawah ini dengan jujur, teliti dan sesuai dengan keadaan yang Anda alami
4. Skala ini hanya dapat di isi sekali
5. Skala ini mempunyai 5 opsi jawaban:
STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
N : Netral
S : Setuju
SS : Sangat Setuju

Tabel skala siap uji coba :
Pernyataan:

Pernyataan SS S N TS STS
1. Saya akan membuka shopee saat saya sedang santai
2. Saya akan mencari tahu tentang produk-produk yang dijual di Shopee
3. Saya akan berbelanja di Shopee dalam waktu dekat
4. Saya akan memberitahukan jika aplikasi Shopee terdapat diskon/promo kepada orang terdekat saya (keluarga, teman, dll)
5. Saya akan menjadikan aplikasi Shopee sebagai prioritas pilihan pertama dalam berbelanja di toko online
6. Saya akan membeli barang yang dijual jika dari aplikasi shopee
7. Saya akan mencari tahu tentang pengalaman pengguna Shopee melalui orang terdekat saya (keluarga, teman, dll) yang pernah berbelanja di Shopee
8. Saat melihat barang yang menarik dishopee, saya akan langsung membelinya
9. Saya jarang membuka shopee saat sibuk
10. Saat melihat iklan dihopee saya kurang tertarik
11. Saya tidak ingin jika keluarga saya berbelanja di shopee
12. Saya tidak membeli barang dari shopee
13. Saya jarang memperhatikan produk produk di shopee
14. Saya kurang tertarik dengan barang barang yang ditawarkan dishopee
15. Saya tidak punya keinginan meng-install shopee
16. Walaupun banyak promo saya tidak pernah membeli barang di shopee
17. Barang di shopee jarang menarik perhatian saya
18. Shopee sering memberikan promo menarik bagi saya
19. Saya selalu memiliki keinginan untuk mengcek out semua barang yang ada di keranjang shopee saya
20. Saat saya sudah membeli barang dishopee, barang yang dipesan selalu sesuai ekspektasi
21. Saya tidak pernah memperhatikan iklan shopee
22. Tidak ada penawaran menarik di shopee
23. Saya tidak ingin punya minat dalam membeli barang di shopee
24. Saya tidak membeli barang dari shopee

3. Pelaksanaan Uji Coba
Pelaksanaan uji coba ini dilakukan pada Hari Sabtu, 21 Desember 2024 pukul 08:00 WIB dengan melibatkan responden dari Mahasiswa yang ada di Yogyakarta. Pengisian skala ini menggunakan Google Form dan disebarkan melalui aplikasi whatsapp.

BAB IV
ANALISIS HASIL UJI COBA

A. Hasil Analisis
Berikut adalah hasil analisis uji coba berdasarkan penyataan unfavorabel dan favorabel:
Tabel 1 Hasil Analisis Uji Coba Berdasarkan Pernyataan Unfavorabel

Skoring Jumlah Persentase
STS(5) 153 26%
TS(4) 300 50%
N(3) 74 12%
S (2) 50 8%
SS (1) 23 4%
Total 600 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2024
Tabel 2 Hasil Analisis Uji Coba Berdasarkan Pernyataan Favorabel

Skoring Jumlah Persentase
STS 13 2%
TS 62 10%
N 85 14%
S 307 51%
SS 133 22%
Total 600 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2024

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil skoring, aplikasi Shopee menunjukkan daya tarik yang kuat di kalangan mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Hasil distribusi skoring untuk pernyataan positif menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan tanggapan “Setuju” (S) sebanyak 300 (51%) dan “Sangat Setuju” (SS) sebanyak 133 orang (22%). Hal ini menandakan bahwa aplikasi Shopee secara umum dipersepsikan secara positif oleh mahasiswa. Tingginya skor ini menunjukkan keberhasilan Shopee dalam memenuhi kebutuhan konsumen, terutama generasi muda, melalui fitur-fitur inovatif, promosi menarik, dan kemudahan akses. Keberhasilan ini dapat dijelaskan melalui teori perilaku konsumen, yang menyatakan bahwa persepsi terhadap kemudahan penggunaan dan manfaat suatu produk atau layanan berperan penting dalam membentuk minat beli. Shopee, dengan berbagai strategi pemasaran seperti diskon, cashback, dan voucher gratis ongkir, berhasil menciptakan citra positif di mata mahasiswa sebagai pengguna aktif e-commerce (Kotler & Keller, 2019). Keunggulan ini relevan dengan gaya hidup mahasiswa yang cenderung memilih platform dengan fitur yang mudah digunakan dan harga yang terjangkau.

Sebaliknya, hasil distribusi skoring pada pernyataan unfavorabel menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan jawaban “Tidak Setuju” (TS) sebanyak 300 (50%) dan “Sangat Tidak Setuju” (STS) sebanyak 153 orang (26%). Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa tidak setuju dengan pernyataan yang menggambarkan sisi negatif aplikasi Shopee. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa Shopee mampu memberikan pengalaman yang sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi pengguna. Menurut teori kepuasan konsumen, rendahnya tingkat persetujuan terhadap pernyataan negatif menandakan bahwa Shopee berhasil menjaga tingkat kepuasan yang tinggi di kalangan penggunanya (Kotler & Keller, 2019).
Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil responden yang memberikan tanggapan “Setuju” (S) sebanyak 50 orang (8%) dan “Sangat Setuju” (SS) sebanyak 23 orang (4%) terhadap pernyataan negatif. Jumlah yang kecil ini mengindikasikan adanya minoritas yang merasa kurang puas dengan aplikasi ini. Ketidakpuasan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti preferensi terhadap platform lain, pengalaman buruk dengan layanan Shopee, atau kekhawatiran terkait keamanan transaksi. Selain itu, sebanyak 74 responden (12%) memilih jawaban “Netral” (N), yang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa belum memiliki opini kuat terkait aspek negatif dari aplikasi Shopee. Respon netral ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengalaman langsung terhadap masalah yang diidentifikasi atau sikap yang cenderung fleksibel dalam mengevaluasi platform e-commerce (Alalwan et al., 2018).

Selain analisis skoring, penting untuk memahami latar belakang aplikasi Shopee sebagai salah satu e-commerce terkemuka di Asia Tenggara. Shopee didirikan pada tahun 2015 oleh Forrest Li di bawah naungan Sea Group, sebuah perusahaan teknologi asal Singapura. Kantor pusat Shopee berada di Singapura, dengan cakupan operasional yang meluas ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, serta Taiwan dan Brasil. Sebagai platform e-commerce, Shopee awalnya berfokus pada model consumer-to-consumer (C2C) sebelum berkembang menjadi marketplace hybrid yang menggabungkan model C2C dan business-to-consumer (B2C). Keberhasilan Shopee tidak terlepas dari kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan pasar lokal melalui fitur-fitur yang mudah digunakan, metode pembayaran yang beragam, dan layanan pengiriman yang efisien. Secara keseluruhan, hasil skoring menunjukkan bahwa aplikasi Shopee dipersepsikan secara positif oleh mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Tingginya tingkat persetujuan terhadap pernyataan positif dan rendahnya tingkat persetujuan terhadap pernyataan negatif menjadi indikator keberhasilan Shopee dalam menarik minat dan mempertahankan kepuasan konsumennya. Penemuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyoroti pentingnya pengalaman pengguna yang baik, fitur yang inovatif, dan strategi promosi yang efektif dalam membangun loyalitas konsumen pada platform e-commerce (Dwivedi et al., 2019).

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Shopee dipersepsikan secara positif oleh mayoritas mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Tingginya minat beli didorong oleh fitur inovatif, kemudahan penggunaan, dan strategi promosi seperti diskon dan gratis ongkir. Rendahnya tingkat persetujuan terhadap pernyataan negatif juga menandakan bahwa Shopee berhasil memenuhi ekspektasi konsumen muda.

B. Saran
Shopee sebaiknya terus meningkatkan kualitas layanan dan fitur inovatif untuk menjaga kepuasan pengguna. Selain itu, memperkuat keamanan transaksi dan menghadirkan promosi yang relevan dapat membantu mempertahankan loyalitas konsumen, terutama di segmen mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
Alalwan, A. A., Dwivedi, Y. K., & Rana, N. P. (2018). Factors influencing adoption of mobile banking by Jordanian bank customers: Extending UTAUT2 with trust. International Journal of Information Management, 37(3), 99-110.
Azwar, S. (2016). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abzari, (2014) Minat beli perilaku konsumen. https://perpustakaan.pancabudi.ac.id/dl_file/penelitian/19759_2_BAB_II.pdf
Dwivedi, Y. K., Kapoor, K. K., & Chen, H. (2019). Social media marketing and advertising. The International Journal of Information Management, 47, 55-59.
Iswandi, & Risnawati. (2020). Pengaruh Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Cimory Di Pt. Mujur Indo Prima Tanjungpinang. Jurnal Manajerial Dan Bisnis Tanjungpinang, 3(1), 24–37.
Purbohastuti, A. wahyuni, & Hidayah, A. A. (2020). Meningkatkan Minat Beli Produk Shopee Melalui Celebrity Endorser. Jurnal Bisnis Terapan, 4(1), 37– 46. https://doi.org/10.24123/jbt.v4i1.2480
Sari, S. P. (2020). Hubungan Minat Beli Dengan Keputusan Pembelian Pada Konsumen. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 147. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v8i1.4870
Sartika, D. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Ulang Produk You C 1000 Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Konsumen. Jurnal Penelitan Ekonomi Dan Bisnis, 2(1), 10–21. https://doi.org/10.33633/jpeb.v2i1.2231

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.