JurnalPost.com – Pekanbaru, sebagai kota yang terus berkembang, memerlukan upaya-upaya yang lebih efektif dalam memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di dalamnya. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendukung upaya pengembangan UMKM, Tim Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Perhentian Marpoyan melakukan beberapa kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.
Kelurahan Perhentian Marpoyan merupakan salah satu wilayah di Pekanbaru yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam hal pengembangan UMKM. Kegiatan KUKERTA merupakan salah satu program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UNRI. Program ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat.
Pada tanggal 25 Juni 2024, mahasiswa KUKERTA Perhentian Marpoyan UNRI melakukan kegiatan demonstrasi pembuatan sabun kepada ibu-ibu di Kelurahan Perhentian Marpoyan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 mahasiswa KUKERTA UNRI 2024, yaitu Ahmad Nabil Azhar, Coan Aje Wardhana Gultom, Cindi Patrisia, Dhani Setiawan, Debi Rossa Putri, Siti Halimah Br Siregar, Ummu Habibah, Vina Vicolya Octavia Pane, Yelza Salsabila, dan Zikro Muhammad Azhari.

Mahasiswa KUKERTA ditempatkan di Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kota Pekanbaru, dengan fokus utama pada pemberdayaan UMKM sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian lokal. Demonstrasi pembuatan sabun ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diharapkan dapat memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya para ibu-ibu, untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan mengembangkan UMKM di wilayah ini.
Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan pembuatan sabun kepada ibu-ibu di Kelurahan Perhentian Marpoyan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang wirausaha, dan mendorong perkembangan UMKM lokal sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat.
Pelatihan pembuatan sabun ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan:
1. Persiapan: Mahasiswa KUKERTA melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan dan mengidentifikasi ibu-ibu yang tertarik mengikuti pelatihan.
2. Pelatihan: Pelatihan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diisi dengan materi teori mengenai bahan-bahan dan alat yang diperlukan serta proses pembuatan sabun. Hari kedua diisi dengan praktik langsung pembuatan sabun.
3. Evaluasi: Setelah pelatihan selesai, dilakukan evaluasi untuk mengetahui pemahaman peserta dan potensi pengembangan usaha sabun di masa depan.
Pelatihan pembuatan sabun diikuti oleh ibu-ibu dari berbagai RT di Kelurahan Perhentian Marpoyan. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari keaktifan mereka selama sesi teori dan praktik. Beberapa hasil yang dicapai antara lain:
1. Peserta mampu memahami dan mempraktikkan cara pembuatan sabun dengan baik.
2. Peserta tertarik untuk memulai usaha sabun secara mandiri atau berkelompok.
3. Adanya rencana untuk membuat kelompok usaha bersama yang fokus pada produksi dan pemasaran sabun.
Pelatihan pembuatan sabun yang dilakukan oleh mahasiswa KUKERTA UNRI di Kelurahan Perhentian Marpoyan menunjukkan hasil yang positif. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu dalam bidang pembuatan sabun, yang diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan UMKM lokal. Ke depan, diperlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan usaha ini dapat berjalan dan berkembang dengan baik.
Untuk keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain:
1. Perlu adanya pendampingan lanjutan bagi peserta pelatihan untuk memastikan mereka dapat memulai dan mengembangkan usaha sabun.
2. Perangkat kelurahan diharapkan dapat membantu dalam hal perizinan dan akses pasar.
3. Kolaborasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Koperasi dan UMKM, untuk mendapatkan pelatihan tambahan dan bantuan modal usaha.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini, terutama kepada perangkat Kelurahan Perhentian Marpoyan dan ibu-ibu peserta pelatihan.



