
Oleh: Rully Nur Septiana Embisa Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media IPB University
I. Pendahuluan
Pada saat ini zaman sudah semakin maju seiring berkembangnya teknologi. masyarakat kini telah beralih dari berbagai sistem manual ke pada sistem yang lebih praktis dan fleksibel. Kehadiran beberapa instrumen teknologi menjadikan masyarakat modern meletakkan titik ketergantungan terhadap keseluruhan komponen. Teknologi dengan segala kecanggihannya mampu merubah intensitas tolak pandang manusia menjadi lebih luas dan menyeluruh. Hal ini dikarenakan masyarakat modern yang sudah tidak asing lagi dengan jejaring internet.
Bahkan kemajuan dari teknologi memiliki dampak yang besar bagi peradaban manusia. Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi juga terjadi begitu cepat. Dalam sektor industri saat ini sudah mengandalkan mesin dan teknologi yang canggih dalam proses produksi. Fenomena ini disebut sebagai Revolusi Industri 4.0. Namun, adanya Revolusi Industri ditakutkan akan mendegradasi umat manusia. Sebagai solusi atas ketakutan tersebut, pemerintah Jepang telah meluncurkan visi “masyarakat super-pintar”, atau yang sering disebut sebagai “Society 5.0” (Fukuda, 2020).
II. Pembahasan Peran Penting Society 5.0
Pada era Society 5.0 masyarakat tidak perlu repot-repot lagi dalam melakukan sesuatu yang dianggap sulit. Society 5.0 merupakan suatu program dimana inovasi yang dilakukan bukan semata-mata hanya mengenal inovasi teknologi melainkan apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat. Menurut (Hayashi, Sasajima, Takayanagi, & Kanamaru, 2017) untuk mewujudkan Masyarakat 5.0 yang merupakan masyarakat super pintar, diharapkan standar internasional seperti arsitektur dan model data yang saat ini sedang diperiksa oleh Smart Manufacturing semakin diperluas dan diterapkan.
Society 5.0 memiliki 3 (tiga) komponen utama yaitu: Internet of Things (IoT), Big Data, dan Artificial Intellegence. Konsep Society 5.0 ini memungkinkan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern seperti salah satunya Internet of Things (IoT) untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pada era Revolusi Industri 4.0 memungkinkan untuk mengakses juga membagikan informasi di internet. Sedangkan Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan. Dalam Society 5.0, nilai baru yang diciptakan melalui perkembangan teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia.
Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 sering juga disebut dengan cyber physical system. Revolusi ini menitikberatkan pada otomatisasi dan mengkolaborasikannya dengan teknologi cyber. Ciri utama dari revolusi industri ini adalah penggabungan informasi dan teknologi komunikasi dalam bidang industri. Munculnya revolusi industri menyebabkan adanya perubahan dalam berbagai sektor. Jika semula membutuhkan pekerja yang cukup banyak, namun kini segala sesuatu bisa digantikan dengan penggunaan mesin teknologi.
Menurut Herman dkk (2015) mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 adalah sebuah era industri digital dimana seluruh bagian yang ada didalamnya saling berkolaborasi dan berkomunikasi secara real time dimana saja dan kapan saja dengan pemanfaatan IT (teknologi informasi) berupa internet dan CPS, IoT, dan IoS guna menghasilkan inovasi baru atau optimasi lainnya yang lebih efektif dan efisien.
Istilah industri 4.0 secara resmi lahir di Jerman tepatnya saat diadakan Hannover Fair pada tahun 2011. Dimana negara Jerman memiliki kepentingan yang besar terkait hal ini. dan disitu pulalah industri 4.0 menjadi bagian dari kebijakan rencana pembangunan yang disebut High-Tech Strategy 2020. Kemudian, kebijakan itu digunakan untuk mempertahankan Jerman agar selalu menjadi negara terdepan dalam dunia manufaktur (Heng, 2013).
Diberbagai negara lain juga turut serta dalam mewujudkan konsep industri 4.0. seluruhnya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan daya saing tiap negara dalam menghadapi pasar global yang sangat dinamis. Kondisi ini dikaitkan dengan maraknya laju perkembangan teknologi digital di berbagai bidang.
Peran IoT Di Era Revolusi Industri 4.0
Internet of Things (IoT) mengacu pada teknologi di mana objek yang berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain dan membentuk sistem jaringan. Secara sederhana konsep Internet of Things (IoT) pada dasarnya menghubungkan setiap alat dengan tombol on dan off pada internet dan sebaliknya (Ηυανικων et al., 2009).
Industri 4.0 menawarkan pendekatan manufaktur yang lebih komprehensif, saling terkait, dan holistik. Ini menghubungkan fisik dengan digital, dan memungkinkan kolaborasi dan akses yang lebih baik di seluruh departemen, mitra, vendor, produk, dan orang.
IoT telah berkembang pesat dan menciptakan jaringan raksasa dimana setiap perangkat saling terhubung dan mempunyai kemampuan untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Hal tersebut mengarahkan sistem automasi menuju ke level selanjutnya dimana setiap perangkat dapat berkomunikasi satu sama lain dan menentukan keputusan sendiri tanpa intervensi manusia. Secara tidak sadar, IoT telah menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari manusia (Maruf.shidiq, 2019). Cara kerja IoT setiap benda yang terhubung ke internet dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Tujuan adanya IoT untuk membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Pemerintah Indonesia mulai menganggap IoT ini penting dengan mengeluarkan Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informasi Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas. Terdapat 3 hal yang menjadi fokus pemerintah yaitu: penetapan spektrum frekuensi, standarisasi perangkat dan kandungan TKDN, serta mendorong tumbuhnya ekosistem device, network, application (DNA). Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong penggunaan IoT di Indonesia.
Dampak IoT Dalam Bisnis Revolusi Industri 4.0
Meskipun kemunculan IoT ini memunculkan banyaknya peluang baru terutama pada bisnis, namun teknologi baru juga berpotensi memiliki risiko apabila bisnis mengadopsi IoT ke dalam operasional mereka. Berikut beberapa dampaknya:
1. Memiliki banyaknya kumpulan data yang tersedia, ketika perangkat saling terhubung maka akan mengumpulkan banyak informasi data yang berguna. Data tersebut dilakukan data mining untuk membantu memberikan insight seperti preferensi pelanggan, tren yang ada di market, serta memberikan potensi ekspansi bisnis di area baru.
2. Membantu decision making yang tepat berdasarkan data. Menggunakan ketersediaan kumpulan data hanyalah permulaan saja, proses lanjutannya yaitu data dianalisis secara cermat menggunakan parameter tertentu. Dengan demikian maka akan mendapatkan sebuah hasil data yang bisa membantu mengambil keputusan yang tepat.
3. Pengerjaan dan proses secara otomatis. IoT memungkinkan pengumpulan data secara otomatis sehingga sangat rentan terjadi kesalahan pada prosesnya. Dengan kemampuan respons stimulus otomatis, bisnis bisa mendapatkan kontrol yang lebih besar pada proses ketika mereka mengintegrasikan perangkat jaringan. Sehingga dalam pengadopsiannya, mampu membuat sebuah revolusi bisnis yang lebih efisien.
III. Penutup
Semua peran dan pengaruh Revolusi Industri 4.0 menjadikan cara manusia bekerja dalam pengaturan industri dan produksi dapat berubah karena perangkat loT akan terus meningkat. Kemajuan dan terobosan baru dalam teknologi akan berdampak pada kehidupan masyarakat di seluruh vertikal industri. Dimana hal Ini akan mendorong revolusi industri 4.0 ke level berikutnya.
Memahami bagaimana kita memanfaatkan teknologi baru dan data yang ada tentu dapat meningkatkan sistem bisnis. Namun, penting untuk menyadari potensi risiko yang terjadi terutama pada keamanan yang terkait dengan perangkat IoT.



