• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Implementasi Soft-Power Vatican dalam Dinamika Geopolitik di Tengah Wilayah Italia

Editor Redaksi
20 Januari 2024
in News

JurnalPost.com – Jika ditinjau berdasarkan pendekatan struktur geopolitik global dengan model Modelski merupakan konsep yang menyatakan bahwa segala bentuk aktor geopolitik seperti pemimpin, penantang, dan anggota koalisi semuanya dalam cakupan negara sebagai entitas terpusat sesuai dengan tradisi geopolitik klasik. Selain itu berlandaskan Geopolitical Codes yang berupa identifikasi terhadap sekutu potensial dan memperhitungkan faktor-faktor sekutu dan ancaman demi kepentingan nasional, dapat dipahami bahwa kondisi pendudukan Vatican oleh Italia pada saat itu mengedepankan unsur dominasi melalui kekuasaan, meskipun kekuatan yang digunakan bukan selalu kekerasan fisik semata namun juga melalui intimidasi. Dalam geopolitik, kekuatan atau power didefinisikan sebagai kemampuan suatu negara untuk memengaruhi negara lain. Kekuatan ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk, jika ditinjau menggunakan landasan asas non-kekerasan atau soft power bentuk-bentuk kekuatan dapat diamati melalui nilai-nilai budaya, Agama dan Ideologi, keanekaragaman tradisi fisik dan non-fisik, serta pendidikan dan pemberdayaan sektor ekonomi.

Teori kekuatan geopolitics yang dicetuskan oleh Rudolf Kjellen yang sejatinya mengedepankan faktor-faktor geografi seperti lokasi perbatasan, kondisi iklim, dan akses sumber daya alam menjadi salah satu indikator pemetaan kekuatan suatu negara. Dapat diamati dari awal abad 19 saat terjadi penyatuan kerajaan-kerajaan di sekitar Italia yang kemudian menimbulkan kekhawatiran pada kerajaan kepausan akan potensi ancaman hingga meletusnya perang, Dengan diserahkannya kekuasaan dari Garibaldi kepada Raja Vittorio Emanuele II, maka berakhir juga Negara Kepausan. Paus Pius IX saat itu langsung meninggalkan Istana Lateran dan pindah ke Istana Vatican lalu menetap di situ dan mengurung diri. Pada tahun 1871, Raja Vittorio Emanuele II mengeluarkan suatu kebijakan undang-undang yang menjamin kedudukan Paus untuk menempati Istana Lateran dan Castel Gandolfo. Akan tetapi, kebijakan dari Raja Vittorio Emanuele II awalnya ini ditolak oleh Paus. Kemudian pada tahun 1919, kebijakan “Law of Guarantee” kembali dikeluarkan oleh Pemerintah Italia secara sepihak yang isinya itu mengakui kedaulatan Paus atas wilayah tertentu di Italia dan memberikan hak bagi Paus untuk menggunakan beberapa gedung yang termasuk ke bagian wilayahnya. Namun kebiajakan baru ini juga ditentang oleh Paus yang berkuasa saat itu, yaitu Paus Benediktus XV. Akhirnya, sebagai jalan tengahnya, diadakan beberapa kali pertemuan perundingan yang kemudian menghasilkan terbentuknya Negara Kota Vatican melalui traktat lateran.

Hal tersebut juga berlandaskan pada pertimbangan arus ekonomi dan situasi politics yang akan dirasakan Vatican bila berada disekitar Italia seperti pengatuhnya terhadap pelestarian budaya fisik dan non-fisik, arus pariwisata dan perdagangan yang lebih stabil, terlebih lagi Vatican tetap dapat memegang kedaulatan dan hak politiknya secara independent, di sisi lain Italia juga merasakan efek peningkatan signifikan dari segi national branding yang mana hal tersebut juga merupakan potensi yang sangat positif untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan eksposure politik terutama melalui diplomasi kebudayaan dan agama. Katolik Vatican memiliki pengaruh yang relatif dalam terhadap miliaran umat Katolik di seluruh dunia yang mencakup ajaran, nilai, dan tradisi Katolik dan kemudian membentuk pandangan serta perilaku banyak individu maupun komunitas. Joseph Nye, mengembangkan konsep teori soft-power yang meliputi kemampuan suatu entitas untuk mempengaruhi pihak lain melalui daya tarik budaya, ideologi, dan kebijakan, daripada dengan paksaan atau kekuatan ekonomi.

Dalam konteks geopolitik, posisi Vatican di tengah wilayah Italia memberikan beberapa faktor yang mempengaruhi dinamika regional dan nasional Italia. Meski merupakan entitas internasional, Vatican memiliki hak suverenitas yang tinggi dan memiliki hubungan internasional yang unik. Hal ini berarti bahwa Vatican memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan internasional dan juga dipengaruhi oleh kebijakan internasional seperti dalam sektor ekonomi yang mana Vatican memiliki sistem keuangan yang terpisah dari Italia dan memiliki peran penting dalam ekonomi Italia melalui investasi dan dinamika arus ekonomi. Selain itu, Vatican memiliki akses yang mudah ke wilayah metropolitan Roma dan Lombardia, dua wilayah yang sangat penting strategis dan politik di Italia. Ini memungkinkan Vatican untuk berinteraksi dengan pemerintah Italia dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan politik dan sosial. Keberadaan Vatican di tengah wilayah Italia dan dipisahkan dari negara-negara lainnya oleh wilayah eksklave Vatican memungkinkan Vatican untuk memiliki kontrol penuh atas wilayah dan infrastrukturnya, termasuk sistem komunikasi dan transportasi. Selain itu, lokasi strategisnya di tengah Italia memungkinkan Vatican untuk berinteraksi dengan berbagai pihak dan memiliki akses ke sumber daya dan infrastruktur Italia.

Ditulis oleh : Fatih Viorel Margian, Ilmu Hubungan Internasional. Universitas Teknologi Yogyakarta.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.