• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

BIAS GENDER YANG TERDAPAT PADA FILM KARTINI

Editor Redaksi
9 Januari 2024
in News

Nama : Moch Ryan Noor C
Nbi : 1152000141

JurnalPost.com – Film ini menceritakan tentang kehidupan Kartini yang memperjuangkan kesetaraan antara pria dan wanita. Sosok Kartini digambarkan sebagai seorang pemberontak dan tak segan melawan orang yang menentangnya di saat ia tidak melakukan sesuatu yang salah. Seperti saat ia melawan kakaknya yang berusaha memisah kamarnya dari ibu kandungnya, MA Ngasirah yang tidak berstatus bangsawan seperti dirinya dan mengharuskannya untuk memanggil Kartini dengan panggilan “Ndoro Ayu”.

Kisah berlanjut saat ia dipingit karena sudah mulai memasuki masa pubertasnya, ia diharuskan untuk terus tinggal di rumah dan mempelajari tata krama seperti perempuan yang lainnya sembari menunggu ada laki-laki yang datang untuk meminangnya. Padahal dari lubuk hatinya yang terdalam, Kartini ingin mengenyam pendidikan setinggi-tingginya hingga sampai ke negeri Belanda. Namun, Kartini tidak tahan melakukan semua hal itu.

Banyak Pikiran yang berkecamuk di kepalanya, seperti kenapa perempuan harus melakukan hal ini? Kenapa perempuan tidak bisa belajar seperti laki-laki? Dan pikiran yang lainnya. Suatu hari, kakak Kartini, Sosrokartono, memberikan kunci lemarinya yang berisi buku-buku sebelum ia pergi ke Belanda. Kartini yang kemudian membaca buku-buku pemberian kakaknya berhasil membuat pikirannya tidak terpenjara dengan berbagai macam khayalan yang divisualisasikannya secara nyata. Sampai pada bagian dimana adiknya, Kardinah dan Roekmini masuk ke kamar Kartini untuk dipingit, Kartini pun mengajak dua adiknya itu untuk membantu perjuangannya. Ia ingin mendobrak tradisi bahwa sebenarnya perempuan wajib mendapatkan hak yang sama untuk sekolah setinggi-tingginya.

Kelebihan yang ditunjukkan dalam film ini adalah dengan kehadiran Reza Rahadian sebagai sosok Kartono (kakak Kartini) memberikan dampak yang cukup besar dalam semua pergerakan Kartini. Dengan kehadiran film ini pun diharapkan banyak menginspirasi kawula muda, khusunya wanita agar selalu menginspirasi dan berkarya sesuai dengan passion dan kemajuan zaman. Beranjak dewasa, pada usia 24 tahun Kartini hendak dipinang oleh seorang pejabat yang mumpuni, Bupati Joyodiningrat. Namun, ia menolak dengan memohon tidak ingin menjadi istri dan tetap ingin belajar dan mencurahkan diri untuk memperjuangkan kaum perempuan. Hal ini dimusyawarahkan dan membuahkan hasil bahwa Kartini bersedia dipinang dengan 2 syarat.

ketidaksetaraan gender yaitu marginalisasi, subordinasi, streotip,. Berikut penjabarannya, yaitu :

Marginalisasi, memiskinkan perempuan banyak sekali terjadi dalam masyarakat dan negara. Meskipun tidak setiap marginalisasi perempuan disebabkan oleh ketidakadilan gender, akan tetapi yang dipersoalkan dalam analisis gender adalah marginalisasi yang disebabkan oleh perbedaan gender Marginalisasi terjadi sudah sejak dalam rumah tangga dan didukung secara kultur, agama, bahkan negara.

Adapun yang menggambarkan marginalisasi ada dalam adegan Kartini yang sedang berjalan merunduk menuju dari pendopo menuju keraton. adanya ketidakadilan gender yang mengharuskan perempuan untuk berjalan merunduk sedangkan laki-laki tidak. Tokoh Kartini dalam film tersebut digambar sebagai perempuan cerdas, kuat, pendobrak tradisi, dan penuntut ketidakadilan gender. Kartini merasa bahwa pada saat itu perempuan terhimpit dan mengalami ketidakadilan dalam hal apapun.Kartini bertekad untuk merebut hak-hak Denotasi yang mengharuskan Kartini dan perempuan berjalan merunduk menuju tempat ayahnya. Sedangkan apabila yang dipanggil saudara laki-lakitidak harus berjalan merunduk. Konotasi Adanya ketidakadilan gender yang terdapat dalam adegan tersebut yakni apabila perempuan diharuskan berjalan merunduk sedangkan laki-laki tidak harus berjalan merunduk. perempuan sehingga tidak ada lagi ketidakadilan pada perempuan dimasa itu.

* Subordinasi, adalah anggapan tidak penting dalam keputusan. Anggapan bahwa perempuan itu irrasional atau emosional sehingga perempuan tidak bisa tampil memimpin, berakibat munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting. Selama beberapa abad lalu, atas alasan agama, kaum perempuan tidak boleh memimpin apapun, termasuk masalah duniawi.

Adapun yang menggambarkan subordinasi terdapat dalam scene Pada adegan pertemuan para bangsawan dan belanda tersebut terlihat meja yang diduduki oleh bupati dan jajaranya hanya dipenuhi dengan kaum lakilaki saja. Berbeda dengan meja belanda yang jumlah laki-laki dan perempuan nya hampir sama. Sedangkan makna konotasinya adalah Dalam adegan tersebut secara tidak langsung menunjukkan adanya anggapan bahwa perempuan tidak layak menjadi seorang pemimpin.

* Streoptype, adalah pelebelan atau penandaan pada suatu kelompok tertentu. Stereotip selalu menimbulkan ketidakadilan. Salah satu stereotip itu adalah yang bersumber dari pandangan gender. Banyak sekali ketidakadilan terhadap jenis kelamin tertentu, yang bersumber dari penandaan yang didekatkan kepada mereka. Dalam masyarakat banyak sekali stereotip yang dilabelkan pada perempuan sehingga berakibat membatasi, menyulitkan, dan merugikan kaum perempuan. Masyarakat memiliki meyakinkan bahwa tugas kaum perempuan adalah melayani suami. Adapun yang menggambarkan streoptype ini berada disaat Kartini sedang berbicara dengan beberapa penduduk perempuan di desa. Dalam dialog menyatakan bahwa mayoritas perempuan hidup hanya untuk menikah. Ini merupakan subordinasi dimana masyarakat sudah memberikan label bahwa perempuan bertugas hanya untuk di rumah mengurus anak dan melayani suami dan pada scene Kartini dan juga Soelastri sedang menjalani perawatan bersama satu pengawalnya karena mereka akan segera menjadi Raden Ayu. Secara tidak langsung memberikan pelebelan atau penandaan bahwa kaum perempuan hanya melulu soal penampilan saja tanpa mementingkan kualitas kecerdasannya.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.