
JurnalPost.com – Halo! Saya Siti Aisyah Inayah mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang mengikuti Wirausaha Merdeka. Wirausaha Merdeka merupakan Program Kampus Merdeka Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi Indonesia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri menjadi calon wirausahawan melalui aktivitas di luar perkuliahan.
Manfaat yang diperoleh mahasiswa yaitu memiliki peningkatan kemampuan daya kerja yang akan meningkatkan kualitas dan kapasitas lulusan Perguruan Tinggi, Mendapatkan ilmu basic skill dari wirausahawan handal dan mendapat kesempatan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan kegiatan ber – wirausaha. Program ini dilakukan selama satu semester dan mendapatkan konversi SKS total 20 SKS.
Berawal dari Agustus yaitu Pre Immersion, selama satu bulan para peserta WMK mengikuti kelas wajib yang diajar oleh masing – masing dosen yang handal di bidang tersebut. Materi yang diajarkan mengenai wirausaha, jadi kita diberi bekal dan diberi gambaran tentang ber – wirausaha. Para dosen juga memberi ide untuk protoype yang akan kami buat, mulai dari aksesoris, makanan, minuman, dan lain sebagainya.
Yang kedua yaitu Immersion, merupakan kegiatan magang yang dilakukan di beberapa UMKM daerah Surabaya dan Sidoarjo. Sebelum melakukan magang, peserta di bagi menjadi beberapa kelompok yang berisikan 5 anggota. Saya kelompok nomor 20 memilih tempat magang yang berada di Rungkut Lor yaitu UD Pawon Kue. Seperti namanya, UD Pawon Kue bergerak di bidang FnB yang di khusus kan kue basah dan kue kering. Bertempat di Gg II Rungkut Lor No. I dengan pelopor utama nya yaitu Ibu Irul. Tidak hanya kue saja, Ibu Irul juga menjual makanan lainnya seperti, nasi krawu, bekal untuk anak sekolah, dan masih banyak lagi. Kesempatan yang tidak pernah saya lupakan ialah berjualan langsung di PT HM Sampoerna Rungkut Surabaya. Pada waktu itu, ada acara yaitu Food Festival yang mengundang beberapa UMKM salah satu nya UD Pawon Kue. Kelompok kami berinteraksi langsung dengan pembeli dan menyiapkan pesanan mereka. Kegiatan kami selama magang ialah membuat stiker untuk kemasan produk dari bu Irul. Dan salah satu desain stiker kami di pamerkan pada saat Food Festival di PT HM Sampoerna.
Selanjutnya yaitu Post Immersion, merupakan kegiatan setelah magang. Membuat prototype yang akan di presentasi dan di perjual belikan pada saat Demo Day berlangsung. Produk yang kami buat yaitu keripik ampas kedelai. Ide ini di dukung oleh bu Irul karena bu Irul merupakan pemasok utama bahan ampas kedelai itu sendiri. Produk kami bernama “SNAXK”. Yang berarti kedepannya, kami akan membuat camilan – camilan yang berasal dari bahan limbah lainnya. Keripik ini merupakan camilan ramah lingkungan dan bisa untuk diet. Produk kami bisa dikonsumsi dari segala kalangan. Bumbu nya memakai bahan – bahan terbaik jadi aman dan tidak menimbulkan batuk. Kemasan yang kami gunakan juga menarik dengan warna kuning sebagai warna utama, membuat lebih eye catching ketimbang kemasan yang lain.
Demo Day berlangsung selama 2 hari yang lokasi nya berada di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kegiatan yang cukup menyenangkan karena kami mempromosikan secara langsung produk yang kami jual. Dalam 2 hari tersebut, produk kami ludes terjual. Mahasiswa dan dosen menjadi incaran utama kami. Begitulah kegiatan selama satu semester berlangsung, kegiatan yang tidak akan saya lupakan.



