• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Toleransi Bangsa Di Indonesia Antar Umat Beragama

Editor Redaksi
4 Januari 2024
in News

JurnalPost.com – Toleransi bukan merupakan hal lagi asing bagi masyarakat di Indonesia. Toleransi sudah sering terdengar oleh masyarakat di Indoenesia, karena Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki keragaman budaya, Indonesia tetap satu. Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah akan terus mendorong keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju indonesia yang lebih baik. Pada penelitian yang dilakukan oleh lembaga Setara Institute menunjukkan rata-rata Indeks Kota Toleran (IKT) nasional pada 2022 mencapai nilai 5,03. Penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi di indonesia belum mencapai nilai yang signifikan.

Ada tiga tiga kota yang mendapat nilai paling tinggi, yaitu Singkawang (6,58), Salatiga (6,42), dan Bekasi (6,08). Dan kota yang memiliki tingkat toleransi yang rendah adalah Cilegon (3,22), Depok (3,61), dan Padang (4,06). Hitungan ini berskala nilai yang setara dengan 1-7. Dengan adanya survey ini dapat memotivasi masyarakat di Indonesia untuk terus meningkatkan tingkat toleransi. Keberagaman yang seharusnya dapat dibanggakan bisa menjadi hal yang menakutkan. Jika potensi permasalahan ini tidak segera diatasi, bahkan jika masalah tersebut terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama tanpa penanganan yang tepat, maka permasalahan ini dapat terus berkembang dan mengancam persatuan dan kesatuan. Indonesia kerap dilanda berbagai konflik bernuansa Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA) seperti pemaksaan, intoleransi, diskriminasi di berbagai bidang, dan lain sebagainya.

Khusunya pada kasus intoleransi antar agama di Indonesia cukup banyak. Contohnya seperti di yang terjadi pada September 2020 di kota Serang baru sekelompok orang menganggu ibadah jemaat HKBP yang sedang beribadah, sekelompok warga Graha Prima Jonggol menolak ibadah jemaat Gereja Pantekosta Bogor pada 20 September 2020, Kasus kerusushan di Tolikara pada Hari Raya Idul Fitri 2015 dan masih banyak kasus yang lainnya. Presiden Indonesia Joko Widodo juga menyebutkan bahwa masih ditemukaan kasus-kasus intoleransi di Indonesia masih ditemukan dan menjadi perhatian bersama. Memang seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia yang memilki banyak keragaman perlu menanamkan sikap toleransi di dalam diri kita karena kalau tidak akan menimbulkan konflik-konflik yang akan memecahkan persatuan. Intoleransi ini juga merupakan hal yang melanggar nilai-nilai Pancasila seperti pada sila ke 3 yaitu Persatuan Indonesia. Dengan banyaknya kasus intoleransi di Indonesia kita harus mengambil tindakan untuk mengurangi dan mencegah kasus intoleransi di Indonesia.

Menurut saya untuk meningkatkan toleransi di indonesia dapat dilakukan mulai dari pendidikan pada sekolah-sekolah yang memberikan pengetahuan bahwa indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya, agama dan suku. Lalu dengan diberikan pengetahuan tersebut dapat diberikan pemahaman tentang toleransi yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-sehari. Pemerintah juga dapat bertindak tegas dan mengawasi tindakan-tindakan intoleransi di indonesia. Pemerintah dapat membuat sosialisasi tentang toleransi yang di dalamnya bisa berisikan bahwa setiap agama, suku, dan budaya itu sama tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang buruk. Khususnya tentang masalah intoleransi umat beragama di indonesia pada saat ini bukan hanya dari agama yang berbeda tetapi yang satu agama saja masih ada yang melakukan hal intoleransi seperti pada salah satu universitas islam yang melarang mahasiswinya untuk menggunakan cadar, dengan adanya hal ini sikap toleransi harus terus ditanamkan supaya indonesia bisa bersatu tidak terpecah belah. Selain itu kita juga bisa memulai menanamkan sikap toleransi yang pertama pada diri kita sendiri supaya bisa mengurangi sikap intoleransi di Indonesia dan bangs Indonesia dapat bersatu tanpa terpecah belah.

Oleh: Annisa Mutiara Rahmadhani Pulungan mahasiswa Universitas Pancasila

Sumber :
• https://www.its.ac.id/news/2021/09/25/toleransi-beragama-indonesia-bagaikan-gajah-di-pelupuk-mata/
• https://nasional.kompas.com/read/2023/08/29/15321161/jokowi-masih-ditemukan-beberapa-kasus-intoleransi-ini-harus-jadi-perhatian
• https://www.voaindonesia.com/a/setara-kondisi-toleransi-di-indonesia-masih-stagnan/7040384.html

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.