• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Bias Gender Dalam Berita Online

Editor Redaksi
3 Januari 2024
in News

JurnalPost.com – Bias gender adalah kondisi yang memihak dan merugikan salah satu gender sehingga menimbulkan diskriminasi gender. Sederhananya, bias gender merupakan kecenderungan untuk lebih memilih salah satu gender daripada yang lain. bias gender terkadang terbentuk tanpa disadari. Ketika seseorang mengaitkan sikap dan stereotip tertentu dengan orang atau kelompok tertentu, tanpa sadar sebenarnya ia telah melakukan bias gender.

Perilaku bias gender muncul karena ketidakadilan gender akibat sistem dan struktur sosial yang menempatkan kaum laki-laki ataupun perempuan pada posisi yang merugikan. Sebagai contoh karena konstruksi sosial, kaum laki-laki dianggap lebih kompeten, lebih mampu, dan lebih superior daripada perempuan. Sebaliknya, perempuan dinilai lebih lemah dan tidak berdaya jika dibandingkan dengan laki-laki. ada berbagai bentuk bias gender yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Berikut diantaranya:

1. Marginalisasi
Marginalisasi merupakan proses peminggiran akibat perbedaan jenis kelamin yang menyebabkan kemiskinan. Konsep ini muncul karena banyak yang memaknai gender sama dengan seks.

Anggapan tersebut menempatkan perempuan bukanlah pencari nafkah utama. Akibatnya, kaum perempuan cenderung mendapatkan gaji lebih rendah daripada laki-laki. Terlebih bagi mereka yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

Perempuan juga kerap menjadi sasaran untuk menerima PHK karena kondisi yang dialaminya, yaitu hamil dan melahirkan. Kondisi itu sering kali dinilai dapat membuat mereka kurang fokus terhadap pekerjaan sehingga diberhentikan secara sepihak.

2. Subordinasi
Penilaian bahwa suatu peran yang dilakukan oleh satu jenis kelamin lebih rendah dari yang lain disebut dengan subordinasi. Struktur sosial dan budaya di lingkungan masyarakat secara tidak langsung telah memilah-milah peran laki-laki dan perempuan.
Perempuan dianggap bertanggung jawab dalam urusan domestik atau reproduksi, sementara laki-laki dalam urusan publik atau produksi. Apabila yang terjadi adalah sebaliknya, hal itu akan dianggap tidak wajar.

3. Stereotip
Stereotip adalah anggapan mengenai suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Stereotip sering kali dijadikan alasan untuk membenarkan suatu tindakan dari satu kelompok atas kelompok lainnya.

Beberapa stereotip negatif yang sering menimpa kaum perempuan misalnya perempuan dianggap cengeng, tidak rasional, emosional, dan tidak bisa mengambil keputusan penting. Dampaknya, laki-laki menganggap dirinya lebih berkuasa daripada perempuan.

4. Kekerasan
Bias gender juga dapat berbentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Umumnya perempuan dianggap sebagai sosok yang lemah, lembut, dan penurut.
Pandangan itu kerap dijadikan alasan untuk memperlakukan perempuan secara semena-mena. Berbagai tindak kekerasan pun muncul, mulai dari KDRT, pemerkosaan, pelecehan seksual, prostitusi, sampai eksploitasi seks.

Bias gender masih sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah Misoginis. Misoginis adalah kebencian atau rasa tidak suka terhadap wanita atau anak perempuan, misoginis dapat diwujudkan dalam berbagai cara termasuk diskriminasi seksual, fitnah perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan. Seperti contohnya yaitu kasus video 19 detik Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes, dalam berita online yang memberitakan tentang hal tersebut banyak sekali laman berita yang hanya menggunakan nama terang Gisel dan menyangkut pautkan dengan hubungannya yang sudah kandas dengan Gading Martin. Sedangkan pemeran prianya hanya beberapa kali terekspos di laman berita. Hal itu menuai banyak hujatan dari netizen dan hujatan itu banyak tertuju pada gisel saja.

Contoh lainnya ada dari aktor Bio One, berbeda dari contoh yang sebelumnya Bio One ini kerap dianggap Androgini oleh masyarakat luas. Androgini adalah jenis presentasi yang memadukan maskulinitas dan feminitas. Kata itu sendiri menggabungkan kedua konsep tersebut dan berarti seseorang memiliki ciri – ciri maskulin dan feminim. pria bernama lengkap Juan Bio One Idal Haris Subiantoro Tanevi Proboatmodjo Tan itu sempat mengenakan pakaian wanita berupa kebaya berwarna biru bersama tatanan rambut disanggul. Gaya tak biasa Bio One ala wanita bangsawan Jawa itu memunculkan spekulasi dan komentar warganet. Banyak yang memuji dirinya lantaran dianggap feminim dan tak kalah memesona dari wanita tulen. Tapi muncul kritik karena gayanya dianggap tak pantas, tentunya di Indonesia hal ini menuai pro dan kontra.

Nama Penulis:
Rizky Pratama
Dwiki Aprilia Samporno
Vlaga Billyum Fenata

Dosen Pengampu:
Dr. Merry Fridha Tripalupi., M,Si

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.