• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

MAKAN BAJAMBA

Editor Redaksi
29 Desember 2023
in News

JurnalPost.com – Makan bajamba adalah upacara adat atau tradisi dari suku Minangkabau, Sumatera barat yang merupakan makan bersama di suatu tempat yang sudah ditentukan secara bersama-sama. Budaya Minangkabau, di mana orang-orang duduk bersama dalam satu ruangan dan berbagi makanan dari piring besar. Tradisi ini biasanya dilakukan pada hari raya Islam dan acara penting lainnya. Peserta duduk melingkar dan makan bersama, perempuan duduk bersila dan laki-laki duduk dengan posisi lebih tegak. Tradisi tersebut mengedepankan nilai kebersamaan, keramahtamahan, dan keadilan dalam berbagi makanan.

Bajamba berasal dari kata ‘ba’ yang berarti bersama dan ‘jamba’ yang berarti dulang atau wadah. Jadi, secara keseluruhan, “bajamba” memiliki arti makan bersama dalam satu wadah. Tradisi makan bajamba dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dan dimaksudkan agar semua orang bisa berbaur menjadi satu, tanpa memandang status sosial. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini meliputi kebersamaan, kekeluargaan, dan keadilan dalam pembagian makanan. Tata cara makan bajamba melibatkan aturan-aturan unik, seperti cara makan, cara menghidangkan makanan, dan jenis makanan yang disajikan. Selain itu, tradisi ini juga menunjukkan manajemen jumlah porsi dan nilai keberkahan. Makan bajamba dilakukan dalam satu piring besar, di mana orang-orang duduk bersila secara teratur dan membentuk lingkaran.

Tradisi makan bajamba berasal dari Koto Gadang, kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-7, ketika Islam masuk ke Minangkabau. Tradisi ini dimaksudkan agar semua orang bisa makan bersama dalam satu wadah, tanpa memandang status sosial, dan menunjukkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan keadilan dalam pembagian makanan. Tata cara makan bajamba melibatkan aturan-aturan unik, seperti cara makan, cara menghidangkan makanan, dan jenis makanan yang disajikan. Tradisi ini umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam, berbagai upacara adat, atau pertemuan penting lainnya.

Tradisi makan bajamba memiliki perbedaan dengan makanan lainnya di Minangkabau dalam beberapa aspek, seperti tata cara makan, penyajian makanan, dan makna sosial. Berikut perbedaannya:

Tata Cara Makan :
Makan bajamba melibatkan aturan unik, seperti menyuap nasi ke dalam mulut dengan cara melempar (diambuang), yang memerlukan keterampilan khusus. Hal ini berbeda dengan cara makan biasa di Minangkabau.

Penyajian Makanan :
Makan bajamba disajikan dalam satu piring besar dan mencakup hidangan khas seperti rendang, cancang dagiang, gulai sayur nangka, atau rebung yang dimasak dengan rempah-rempah. Selain itu, terdapat jenis makanan khas lainnya seperti beras pulut, pinyaram, dan kalami

Makna Sosial :Tradisi makan bajamba menekankan pada kebersamaan, kekeluargaan, dan keadilan dalam pembagian makanan, serta memunculkan rasa persatuan tanpa melihat perbedaan status sosial.

Dengan demikian, makan bajamba memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari tradisi makanan lainnya di Minangkabau, baik dari segi tata cara makan, penyajian makanan, maupun makna sosialnya.

Dalam tradisi makan lainnya di Minangkabau, berbagai jenis makanan khas yang disajikan. Berikut adalah beberapa makanan yang umumnya disajikan di rumah makan Padang atau rumah makan urang awam:

• Rendang : Makanan khas Minangkabau yang memiliki rasa istimewa di lidah. Rendang umumnya berbahan dasar daging sapi dan menggunakan rempah-rempah yang membuatnya lezat.

• Gulai ayam : Sajian lezat yang mesti dalam tradisi makan bajamba. Gulai ayam menggunakan daging ayam yang masuk kategori daging netral, sehingga cocok sekali disajikan bersama dengan nasi hangat.

• Asam padeh : Makanan khas Minangkabau yang memiliki rasa asam dan manis. Asam padeh daging umumnya disajikan dengan kuah santan yang kental dan bumbunya yang gurih.

• Perkedel : Pelengkap makanan yang memiliki berbagai varian, seperti perkedel ikan, perkedel ayam, atau perkedel jagung. Perkedel ini mampu menyempurnakan kelezatan setiap hidangan yang disajikan dalam tradisi makan bajamba.

• Karupuk tunjuk balado dan balado terung : Makanan khas Minangkabau yang berbahan dasar ikan dan daging sapi. Karupuk ini memiliki rasa manis dan asam, sementara balado terung memiliki rasa pedas dan asam.

• Ikan pang: Makanan khas Minangkabau yang berbahan dasar ikan. Ikan pang umumnya disajikan goreng dengan kuah santan dan sayuran hijau

Selain itu, ada banyak makanan lainnya yang disajikan di rumah makan Padang atau rumah makan urang awam, seperti ayam dan itik lado ijau, samba lado pukek, samba lado tanak, dan lainnya.

Tujuan makan bajamba bertujuan untuk memupuk tali silaturahmi dan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat status. Makan bajamba merupakan tradisi makan bersama yang dilaksanakan oleh masyarakat Minangkabau, dimana makan dilakukan bersama-sama di satu piring besar yang disebut pinggan. Beberapa manfaat dari prosesi makan bajamba meliputi:

• Menghargai dan menghormati orang tua
Makan bajamba mencerminkan hikmah atau dampak positif yang bisa diambil dengan mendahulukan orang lebih tua untuk mengambil makanan dan membagi.

• Mempersiapkan kesehatan
Makan bajamba tidak menggunakan sendok atau garpu, semua yang ikut makan menggunakan tangan kanan untuk makan. Makan dengan tangan sangat baik untuk kesehatan dan ini sudah dibuktikan dengan berbagai penelitian.

• Melestarikan budaya
Pelaksanaan makan bajamba juga bisa dilihat sebagai upaya melestarikan salah satu budaya dan menjalin tali persatuan agar lebih kuat.

• Meningkatkan rasa kebersamaan
Makan bajamba memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial

Dalam pelaksanaan makan bajamba, terdapat beberapa aturan unik yang harus dipenuhi, seperti cara makan, cara menghidangkan makanan serta jenis makanan itu sendiri. Hidangan yang disajikan umumnya mencakup rendang, cancang dagiang, gulai sayur nangka atau rebung yang dimasak dengan rempah-rempah, beras pulut, pinyaram, kalami, dan sejumlah makanan khas lainnya.

OLEH NAJMI RAHMI PUTRI
PENULIS ADALAH MAHASISWA SASTRA JEPANG ANGKATAN 23 UNIVERSITAS ANDALAS

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.