26.9 C
Jakarta
Kamis, April 22, 2021

Pengembangan Diri di Tengah Pandemi, Melalui Program Kampus Mengajar

Oleh Farisa Zulfa Alaina

JURNALPOST – Pandemi Covid-19 yang muncul pertama kali di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 mengharuskan semua jenjang pendidikan melakukan pembelajaran secara online, pihak sekolah bersama jajaran tenaga kependidikan lainnya menyiapkan desain pendidikan yang akan dirancang supaya anak didik mereka dapat menerima ilmu dengan baik, melalui platformplatform yang telah direkomendasikan oleh pihak lembaga pendidikan seperti Meet, Zoom, serta platform lainnya yang menunjang pembelajaran online, tak terkecuali mahasiswa semenjak pertengahan Maret 2020 mereka harus dengan terpaksa menghentikan perkuliah offline yang notabenya baru mereka lakukan kurang lebih 2 minggu hingga 1 bulan. Hal tersebut pastinya berdampak pada efektivitas pengembangan diri mereka.

Munculnya Program Merdeka Belajar

Merdeka Belajar merupakan program yang telah diusungkan oleh Kemendikbud, program ini merupakan bagian dari program Kampus Merdeka tujuannya adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul serta membentuk karakter dan kreativitas, terlebih lagi untuk para mahasiswa yang biasanya melakukan proses pembelajaran secara offline dimana dalam proses tersebut terdapat beberapa aktifitas yang dapat menumbuhkan kreatifitas dan pembentukan karakter.

Program Kampus Mengajar Oleh Kemendikbud

Sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No.836/E .E 2/B/2020 bahwa Program Kampus Mengajar Perintis akan dimulai pada 14 September 2020 – 11 Desember 2020.

Dilansir dari medcom.id (21/02/2021), program Kampus Mengajar Perintis yang diusungkan oleh Kemendikbud berjalan dengan sukses hal tersebut dibuktikan melalui penarikan mahasiswa dan penutupan program Kampus Mengajar Perintis pada tanggal 23 Desember 2020 melalui YouTube, dilaporkan bahwa sebanyak 2.3989 mahasiswa di seluruh Indonesia turut berpartisipasi dalam program Kemendikbud, serta mereka terjun ke 686 Sekolah Dasar (SD) untuk membantu para guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi.

Dilihat dari partisipasi mahasiswa dan perguruan tinggi yang mengikuti program ini tentunya sangat memiliki dampak positif terlebih lagi untuk mahasiswa, mereka dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan dan skill mereka untuk dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian terhadap Masyarakat, program yang dicanangkan oleh pemerintah sudah mencakup hal tersebut.

Setelah selesai berjalannya program Kampus Mengajar Perintis Kemendikbud pada tahun 2021 akhirnya merilis program Kampus Mengajar melanjutkan dari program sebelumnya yaitu Kampus Mengajar Perintis, sesuai yang tercantum pada buku panduan program ini memiliki visi dan misi yang sama yaitu mengembangkan diri khususnya pada kreativitas, kepemimpinan dan kemampuan interpersonal. Dikutip dari laman Kampus Merdeka, pendaftaran program ini akan dibuka pada tanggal 9 – 21 Februari.

Kemendikbud sendiri juga akan memberikan beberapa insentif terhadap para mahasiswa yang mendaftar program tersebut seperti uang saku sejumlah 700 ribu perbulan, potongan UKT, konversi SKS sebesar 12 SKS dan sertifikat.

Yang Harus Dikembangkan Selama Menempuh Studi di Perguruan Tinggi Untuk Mengembangkan Diri

Melalui Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang mencakup BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), HIMA (Himpunan Mahasiswa) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), ataupun bisa melalui Unit Kreatifitas Mahasiswa (UKM) yang memberi wadah untuk mahasiswa mengembangkan potensi yang dimilikinya, namun saat ini hal tersebut tidak dapat dilaksanakan secara maksimal karena anjuran dari pemerintah untuk melakukan proses belajar mengajar yang dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan).

Ada hal khusus yang harus dimiliki mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa harus memiliki kemampuan bekerjasama, berfikir yang kritis, mampu memahami dan menerima perbedaan. Selain itu pengetahuan yang bersifat akademik dan non akademik juga harus dimiliki oleh mahasiswa, karena nantinya pelajaran dan pengalaman yang telah diberikan oleh dosen/pengajar akan diterapkan untuk masyarakat sebagai suatu bentuk pengabdian.

Solusi Pengembangan Diri

Melalui program ini mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan diri, mengasah kreatifitas mereka, memahami konteks pendidikan, dan mengupgrade kemampuan walaupun program tersebut harus dilakukan  secara online, namun hal itu harus ada inovasi yang diterapkan sehingga program tersebut tidak monoton dan tidak membuat jenuh, seperti penyediaan media yang menarik, game disetiap pembelajarannya, teknik pengelolaan audio visual yang sesuai dengan minat, mentor yang berpengalaman dan berpengaruh serta diselingi dengan guest star. Kita juga dapat menerapkan sistem blended learning ketika ada suatu kegiatan yang dirasa penting dan mengharuskan untuk tatap muka, namun harus ada protokol kesehatan yang ketat sebelum memulai sistem ini.

Sehingga, selain membentuk potensi diri mahasiswa itu sendiri diharapkan mahasiswa dapat membantu para peserta didik khususnya peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dalam kegiatan proses belajar tak hanya itu program ini juga dapat membantu para guru dalam memonitoring proses kegiatan belajar.

Farisa Zulfa Alaina, Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.