32 C
Makassar
Kamis, September 24, 2020

Optimalkan Potensi Lokal Di Masa Pendemi, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Gelar Pelatihan Hasil Tepung Mocaf Bersama dengan UMKM Putri 21

- Advertisement -

JURNALPOST – Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri angkatan 102 kelompok 158 Dusun Karanganom I, Desa Ngawis, Kec. Karangmojo, Kab. Gunungkidul, D.I. Yogyakarta pekan ini berkolaborasi dengan UMKM Putri 21 untuk menggelar kegiatan pelatihan pengolahan hasil tepung mocaf (Modified Cassava) pada tanggal 5 Agustus 2020 di Balai Dusun Karanganom I.

Kegiatan ini dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku sekaligus menerapkan skema “Adaptasi Kebiasaan Baru” atau New Normal pada masa pandemi Covid-19.

Pelatihan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan warga di balai dusun Karanganom I yang melibatkan sekitar kurang lebih 30 orang dari kalangan ibu-ibu PKK, alasan utama mengapa memilih ibu-ibu PKK menjadi peserta pelatihan pada kegiatan ini adalah bahwa ibu rumah tangga merupakan pendukung utama bagi suami dalam berbagai aspek, salah satunya adalah upaya untuk menambah pundi-pundi kas pada keluarga terutama di masa pandemi Covid-19.

Selain itu UMKM Putri 21 sebagai praktisi dalam dunia bisnis pengolahan hasil tepung mocaf turut terlibat menjadi pelatih bagi ibu-ibu untuk meningkatkan kreatifitas dalam melakukan pengolahan hasil tepung mocaf. Hasil olah pangan dari tepung mocaf yang ditunjukkan oleh UMKM Putri 21 pada kegiatan ini adalah “eggroll mocaf”.

Latarbelakang diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan potensi lokal milik dusun Karanganom I yang mana topografi daerah tersebut merupakan daerah dengan sifat tanah tadah hujan. Sifat tanah yang seperti ini biasanya dapat memproduksi hasil bumi berbentuk ubi kayu/singkong yang melimpah.

Salah satu bentuk olahan ubi kayu yang memiliki value tinggi adalah tepung “Modified Cassava” atau sering disebut dengan tepung mocaf, tepung ini memiliki manfaat yang banyak diantara lain adalah dapat dikonsumsi untuk semua kalangan, bebas gula dan sedikit karbohidrat serta disinyalir mampu untuk mensubtitusi tepung terigu, di mana tepung ini memiliki bahan dasar dari gandum yang tidak dapat tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia.

“Banyak dari masyarakat Karanganom I yang belum tahu apa itu mocaf, karena mocaf hanya diketahui kalangan Kelompok Wanita Tani, pun masyarakat juga belum tahu bagaimana potensi tepung mocaf dapat menggantikan terigu serta olahan apa saja yangg dapat dibuat dengan tepung mocaf.

Nah dari pelatihan yang sudah diselenggarakan oleh mahasiswa KKN dengan menggandeng UKM Putri 21 yang sudah lama berkecimpung di dunia hasil olahan mocaf, masyarakat Karanganom I jadi lebih tahu dan bisa memanfaatkan tepung mocaf menjadi olahan yang bisa dipasarkan sehingga dapat membuka peluang untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dusun Karanganom I dan sekitarnya” jelas Annisa Dwi Untari salah satu peserta KKN 102 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kemunculan industri pembuatan tepung mocaf tidak hanya membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan potensi sumber pangan selain hasil padi, namun juga mampu mengembangkan ekonomi masyarakat di pedesaan dan di daerah pegunungan yang tandus dengan ubi singkong.

Ibu Suti Rahayu selaku pimpinan utama UMKM Putri 21 sekaligus narasumber utama pada kegiatan ini mengatakan bahwa biasanya hasil bumi ubi singkong akan diolah menjadi gatot, tiwul dan gaplek di mana hanya dapat dipasarkan Rp 1.200 hingga Rp 3.000 rupiah saja perkilo. Namun jika mendapat sedikit sentuhan kreatifitas, ubi singkong dapat bernilai lebih tinggi dengan mengolahnya menjadi tepung mocaf dan diolah menjadi egroll mocaf yang dijual pada kisaran harga Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000. Ia menambahkan jika ada kemauan yang kuat disertai dengan kegigihan dan kesabaran disitulah jalan rezeki akan mengalir pada diri kita. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh peserta pelatihan membuat ibu Suti Rahayu bersemangat untuk sharing ide-ide cemerlang terkait dengan hasil olahan tepung mocaf.

Proses Pembuatan Eggroll Mocaf

Tata cara membuat eggroll menggunakan tepung mocaf sangat sederhana dan mudah. Alat-alat dan beberapa bahan penunjang lainnya dapat dijumpai di pasar tradisional maupun pasar modern.

Bahan yang dibutuhkan antara lain adalah 6 sendok makan tepung mocaf, 11/2 sendok makan tapioca, 6 sendok makan gula halus, 4 butir telur, 11/2 sendok the ovalet, 100 gram mentega dan 11/2 sendok makan skim. Prosesnya adalah sebagai berikut: yang pertama mentega dicairkan di telur, gula, dan ovalet dikocok hingga putih. Proses kedua yakni masukkan tepung diaduk dengan mentega cair aduk, aduk hingga merata. Terakhir adonan di masukkan dalam cetakan yang dipanaskan lalu digulung. Resep tersebut dapat menghasilkan sekitar 40 biji eggroll yang dapat dikonsumsi.

Harapan Output yang dicapai Setelah Pelatihan

Kegiatan pelatihan pembuatan egroll mocaf ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kreatifitas dan semangat membangun ekonomi pedesaan masyarakat dusun Karanganom I khususnya pada ibu-ibu rumah tangga, supaya dapat survive terutama pada saat memasuki periode resesi ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19. (Alif Khuwarazmi)

- Advertisement -

Berita terbaru

Mahasiswa UMSIDA Manfaatkan Limbah Akrilik TV LED untuk display Menu

JURNALPOST - Pada masa pandemi Covid-19, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) – Tangguh, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah...
- Advertisement -

KPU Pangkep Pastikan Pengundian Nomor Urut Paslon Sesuai Standar Prokes

JURNALPOST, PANGKEP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), memastikan tahapan pengundian nomor urut Pasangan Calon (Paslon) akan dilaksanakan sesuai standar...

Nandar Jamaluddin Sebut, Selayar Penyelenggara Pilkada Terawan di Sulsel

JURNALPOST - Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan ditetapkan sebagai salah satu dari dua belas kabupaten kota penyelenggara pilkada tertinggi dari sisi kerawanan dengan presentase...

Pembentukan Pansus Covid-19 hanya Pemborosan Anggaran

JURNALPOST - Usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) pengawasan anggaran Covid-19 yang diusulkan oleh beberapa aleg DPRD Kab.Poso saat hearing bersama Forum Pembela Masyarakat Cinta...

Berita Terkait

Mahasiswa UMSIDA Manfaatkan Limbah Akrilik TV LED untuk display Menu

JURNALPOST - Pada masa pandemi Covid-19, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) – Tangguh, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah...

KPU Pangkep Pastikan Pengundian Nomor Urut Paslon Sesuai Standar Prokes

JURNALPOST, PANGKEP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), memastikan tahapan pengundian nomor urut Pasangan Calon (Paslon) akan dilaksanakan sesuai standar...

Nandar Jamaluddin Sebut, Selayar Penyelenggara Pilkada Terawan di Sulsel

JURNALPOST - Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan ditetapkan sebagai salah satu dari dua belas kabupaten kota penyelenggara pilkada tertinggi dari sisi kerawanan dengan presentase...

Pembentukan Pansus Covid-19 hanya Pemborosan Anggaran

JURNALPOST - Usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) pengawasan anggaran Covid-19 yang diusulkan oleh beberapa aleg DPRD Kab.Poso saat hearing bersama Forum Pembela Masyarakat Cinta...
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini