27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Menuju Digitalisasi Audit Berkelanjutan di tengah Pandemi

Jurnalpost – Sudah sering kita mendengar dan merasakan betapa canggihnya seluruh peralatan dan perangkat yang kita punya, mulai dari kebutuhan pekerjaan, pendidikan bahkan hingga keperluan sehari-hari pun merasakan efek dari kecanggihan tersebut yang sudah sangat membantu kita dalam menangani urusan kecil maupun besar. Perlahan tapi pasti kehidupan manusia akan terintegrasi dengan yang namanya teknologi, meskipun tidak seluruhnya berdampak positif dan ada juga hal buruk yang dihasilkan tetapi mari kita menyamakan persepsi dan sudut pandang untuk memanfaatkan seluruh kegunaannya demi kemajuan zaman.

Revolusi Industri 4.0 yang menggabungkan penggunaan teknologi digital dan internet memicu perkembangan informasi dan komunikasi yang semakin cepat dan handal dalam hal ketersediaan data untuk digunakan. Seakan sudah ditakdirkan, wabah penyakit yang datang sejak hampir satu tahun lalu di Indonesia, tepatnya awal Maret 2020 lalu yaitu Pandemi Virus Corona ini seperti ‘berkolaborasi’ secara efektif dengan perkembangan Revolusi Industri ini.

Kebijakan Pemerintah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga lockdown yang dilakukan di banyak negara, bahkan Indonesia membuat banyak masyarakatnya melakukan pekerjaan dari rumah atau biasa kita kenal dengan istilah Work from Home (WFH). Hal ini tentu saja menjadi kewajiban untuk beraktivitas secara online untuk tetap bisa berkomunikasi kepada atasan, bawahan, ataupun rekanan kerja. Mengacu pada hal tersebut, maka ada dampak positif yang bisa kita ambil dari adanya wabah ini adalah pendorongan inovasi yang lebih cepat dan seluruh masyarakat yang mulai ‘melek teknologi’ agar bisa mengikuti perkembangan zaman.

Semua hal tersebut juga berdampak pada pekerjaan dari auditor, baik internal maupun eksternal. Auditor yang seharusnya memeriksa auditee atau kliennya secara komprehensif dengan datang langsung dan melihat kondisi perusahaan untuk mendapat bukti-bukti atas kewajaran pelaporan keuangan, menyusun prosedur audit atas pengendalian internal melalui inspeksi dan observasi serta membuat pertimbangan praktis penunjang kualitas audit agar menghindari adanya fraud atau kecurangan tentu saja menghambat proses kerja auditor. Keterlambatan informasi yang didapat melalui komunikasi virtual dan juga ketidaksediaan klien menjadi tantangan utama yang harus dicermati dan dipahami oleh para auditor demi keefektifan dan keefisienan pendapat yang akan disampaikan dalam laporan akhir.audit nantinya.

Hal ini direspon oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan membuat Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi untuk sektor non perbankan. Standar Sistem Manajemen Pengamanan Informasi yang diwajibkan oleh Permen Kominfo yaitu ISO/IEC 27001.

Standar ini memfokuskan pada “keamanan informasi” yaitu perlindungan data dan informasi milik Organisasi. Usaha yang dilakukan adalah merencanakan, mengembangkan, serta mengawasi semua kegiatan terkait dengan bagaimana data dan informasi bisnis dapat digunakan serta disesuaikan dengan fungsinya dan tidak disalahgunakan atau dibocorkan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Dengan adanya tantangan pandemi ini, perusahaan maupun badan audit bersertifikasi memikirkan kembali rencana audit untuk menghindari beberapa resiko baru yang muncul terkait dengan CyberSecurity dan risiko keamanan data serta infrastruktur yang mendukung dalam rangka remote working.

Tidak hanya sampai disitu, Auditor harus mengidentifikasi dan menilai risiko audit, juga menelaah kembali penilaian risiko yang telah dilakukan oleh manajemen. Dari situ, auditor menilai apakah manajemen telah mengidentifikasi relevansi risiko bisnis yang muncul dan bagaimana kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Selanjutnya, auditor mereviu pengendalian mutu perikatan yang dapat menjadi indikator penerimaan perikatan audit dan keberlanjutan klien. Auditor perlu mencermati bagaimana SA 330 (Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai) menjadi panduan guna mengidentifikasi perubahan yang relevan terhadap kemampuan auditor untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat selama masa pandemi.

Melihat keadaan demikian, Respon Auditor lewat survei cepat kepada Chief Audit Executive (CAE) mengenai bagaimana menyikapi situasi pandemi yang dilansir Warta Ekonomi menunjukkan sebanyak 56% responden menghentikan atau mengurangi ruang lingkup penugasan dimana 45% nya tidak hanya menghentikan, namun juga membatalkan penugasan audit yang sudah direncanakan. Sedangkan 39% responden justru malah menambah penugasan baru terkait dengan resiko CoVid-19 baru yang muncul.

Situasi ini memunculkan gagasan lama yang dimuat kembali yaitu Remote Audit atau audit jarak jauh. Cara audit ini adalah dengan melakukan sebagian atau seluruh pekerjaan di luar lokasi dengan menggunakan teknologi digital untuk mendukung penilaian dan inspeksi yang dilakukan. Dengan banyaknya perusahaan yang telah menggunakan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) maka data yang telah terintegrasi dalam satu sistem akan lebih mudah untuk diakses oleh auditor. Prosedur yang dilakukan pun seperti audit pada umumnya yaitu mulai dari perencanaan, open meeting, pelaksanaan audit (tinjauan dokumen, kunjungan, interview dan presentasi), closing meeting dan reporting lalu post audit follow up. Semua ini dilaksanakan dengan pengembangan digitalisasi berupa platform teknologi yang mendukung conference.

Dengan adanya implementasi teknologi informasi yang dilakukan oleh auditor ini dapat menjadi solusi di tengah situasi pandemi yang tidak memungkinkan untuk melakukan secara fisik atau tatap muka. Sifat keterbukaan atas perubahan ini tentu saja semakin membuat pekerjaan terasa efektif dan efisien untuk dilaksanakan. Selain itu, Digitalisasi yang semakin dipercepat oleh CoVid- 19 ini membuat kita semua merasakan pentingnya data berbentuk digital dan sebagai persiapan diri menuju new normal yang lebih baik. (*)

*) Nurika, Jurusan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini