27.4 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Membangun Kreativitas dari Sampah bersama anak-anak dirumah belajar Sopo Safari

Jurnalpost РSopo Safari merupakan salah satu Rumah belajar yang di huni oleh kurang lebih 50 anak-anak dari keluarga pemulung di Desa Suka Mulia, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Sopo Safari di dirikan oleh Bapak Samuel Lasa dan Ibu Farida Sitorus. Sejak Awal Oktober 2020 lalu hingga pertengahan Januari 2021 ini, Shella Marliana, sebagai Mahasiswa PKL 1 Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Sumatera  Utara ( Yang di Supervisor oleh Ibu Hairani S.Sos , M.Sp) telah melakukan Praktik Kerja Lapangan dengan fokus terhadap pengembangan kreatifitas Anak-Anak di Rumah Belajar Sopo Safari dengan menggunakan media sampah, seperti botol plastik dan kardus.

Kegiatan yang dilakukan di Rumah Belajar Sopo Safari tidak hanya memberikan edukasi seputar pengetahuan umum saja, tetapi juga membangun nilai-nilai agama yang baik dan membangun kreatifitas Anak- Anak di Rumah Belajar Sopo Safari. Jam belajar di Mulai Pukul 14.00 hingga 16.30. Di hari Senin, Anak-Anak di Rumah belajar Sopo Safari akan belajar mengenai Pendalaman AlKitab bagi yang beragama Kristen dan Pemahaman Al-Qur’an bagi yang beragama Islam. Kegiatan di Haru Selasa Hingga Kamis, Anak-Anak biasanya belajar seputar pengetahuan umum seperti Matematika dan Bahasa Inggris. Dan pada Hari Sabtu, Anak-Anak akan dilatih tentang Kreatifitasnya, seperti Bercocok tanam, mengolah sampah menjadi kreasi dan kerajinan tangan, Memasak, dan belajar mengenai Literasi.

Berdasarkan hasil Assesment Shella Marliana kepada Relawan di Rumah Belajar Sopo Safari, pihak Sopo Safari menjelaskan bahwa Anak-Anak di Rumah Belajar ini sebagian besar adalah Anak-Anak yang berasal dari Keluarga Pemulung. Orang Tua mereka bekerja Sebagai Pemulung dan Supir Truk Sampah. Sehingga kehidupan mereka sangat dekat dengan Sampah. Dikarenakan Jarak
Rumah Mereka dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir membuat orang tua mereka bekerja sebagai pemulung dan supir truk sampah.

Dari Hasil Assesment ini, Shella Marliana melakukan perencanaan melakukan edukasi kepada Anak-Anak di Rumah Belajar Sopo Safari untuk meminimalisir penggunaan sampah, terutama sampah plastik. Contohnya membawa Tas belanja sendiri dari rumah jika berbelanja. Dan juga mengajak Anak-Anak di Sopo Safari untuk berkreasi dari Sampah yang todak terpakai, seperti botol Plastik dan kardus. dengan catatan, benda yang dibuat tidak menghasilkan sampah baru. Artinya, barang yang akan di kreasikan akan di pergunakan sebagai benda dengan nilai guna yang panjang.

Dengan mendampingi dan memfasilitasi segala keperluan untuk membuat kreasi yang beragam. Dari botol Plastik, mereka dapat membuat barang seperti Pot Bunga, Kotak Pensil dan Tabungan. Kreasi ini di lakukan setiap hari sabtu bersama anak-anak sopo safari.

Dari Kardus, mereka berkreasi membuat Rak buku dan sepatu sehingga buku-buku dan sendal Anak-aanak yang sering berantkan menjadi lebih tersusun rapi. Mereka juga belajar menganyam kertas untuk dijadikan benda yang bernilai guna tinggi serta nilai jual yang tinggi juga, namun untuk menghasilkan satu benda dari anyaman kertas ini di perlukan waktu yang lama dan ketelitian yang sungguh- sungguh.

Dampak dari pelatihan kreatifitas itu dinilai berhasil membuat Anak-Anak di Rumah Belajar Sopo Safari menjadi lebih aktif dalam mengkreasikan berbagai jenis sampah untuk dijadikan benda-benda  baru dan mereka selalu senang jika sudah diajak berkreasi, dan yang penting kesadaran mereka tentang cara meminimalisir penggunaan sampah plastik sudah sangat baik.

Pada Tahap terminasi atau tahap akhir dari Praktik Kerja Lapangan, Shella Marliana memberikan bantuan kepada tim Sopo Safari berupa Tikar, sebagai alas untuk Anak-Anak belajar. Mengingat masih banyak fasilitas di Sopo Safari yang masih kurang lengkap.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini