27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 17, 2021

Manfaatkan Potensi, Mahasiwa UIN Walisongo Gandeng Warga Mulai Bisnis Tanaman Hias

Proses pencampuran pupuk kandang dengan tanah untuk penanaman tanaman hias (15/10/2020). (Dok/Risa)

Batang, Jurnalpost – Pandemi virus korona membuat sebagian orang mulai gemar bercocok tanam. Hal ini dikarenakan untuk mengatasi kebosanan masyarakat yang harus melakukan pekerjaannya dari rumah. Salah satu yang paling diminati adalah bercocok tanaman hias, apalagi menilik nilai jual tanaman hias di tengah pandemi ini semakin melonjak.

Potensi ini di lirik oleh Muharisa, Mahasiswa UIN Walisongo yang sedang melaksanakan program KKN di Desa Tambakboyo, Kecamatan Reban, Batang. Ia menggandeng warga Desa Tambakboyo, Syaifudin (48) dan Sohari (57) memanfaatkan potensi untuk memulai bisnis tanaman hias.

Muharisa menjelaskan kepada warga bahwa banyak peluang di lingkungan masyarakat sendiri, salah satunya adalah pupuk kandang.

“Banyak sekali peluang yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah tumpukan pupuk kandang yang terbuang sia-sia karena sebagian masyarakat berprofesi sebagai peternak,” ujarnya, Kamis (15/10/2020).

Awalnya Sohari mengaku bahwa ia kebingungan mengolah pupuk kandangnya.

“Pupuk kandang kami sangat menumpuk, saya sampai bingung mau dikemanakan pupuk sebanyak itu,” ungkapnya.

Pupuk kandang yang dimiliki Sohari akhirnya diangkut dan kemudian dimanfaatkan untuk bahan utama penanaman tanaman hias.

“Kini kami mencoba memanfaatkannya sebagai campuran tanah yang akan digunakan untuk menanam berbagai jenis bunga,” sambung Sohari.

Selain pupuk kandang, Muharisa juga menjelaskan bahwa bibit tanaman hias juga menjadi potensi yang dimiliki masyarakat. Banyak warga yang tidak tahu bahwa tanaman hias yang ada di halaman rumah mereka adalah tanaman yang memiliki nilai jual tinggi. Hal tersebut diungkapkan Syaifudin,

“Banyak orang asing yang lewat dan mampir untuk sekedar meminta bibit tanaman bunga yang ada di halaman rumah saya. Ternyata harganya mahal, wah kalo dijadikan bisnis kan saya jadi untung,” paparnya.

Berbagai pengetahuan baru seperti cara penanaman, perawatan hingga harga tanaman hias terus diberikan kepada warga melalui penayangan video di YouTube.

Warga (Syaifudin dan Sohari) berharap kedepannya bisnis yang mereka rintis dari memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat bisa berbuah hasil. Tidak lupa ucapan terimakasih juga disampaikan untuk mahasiswa KKN UIN Walisongo yang telah memberi edukasi sehingga bisa merintis bisnis tersebut.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini