27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Mahasiswi Praktikum Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Lakukan Sosialisasi Mental Healing Kepada Anak-anak Panti Asuhan YPDI Padang Bulan Medan

Medan, Jurnalpost – Januari 2021, Saulina Tiodora Megasari Malau mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan supervisor Drs. Matias Siagian, PhD, melaksanakan praktikum di Kelurahan Padang Bulan yang dimulai pada bulan september 2020 sampai januari 2021.

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus melakukan segala hal dari rumah. Untuk mengurangi laju penyebaran virus corona pemerintah melakukan beberapa kebijakan. Misalnya pada bidang ekonomi, beberapa instansi baik swasta maupun pemerintahan menerapkan WFH (Work From Home). Begitu juga di bidang pendidikan, sekolah-sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring.

Bahkan PAUD,TK dan sekolah dasar juga menerapkan sistem pembelajaran daring. Padahal seperti yang kita tau anak-anak di umur 3 tahun sampai 12 tahun adalah masa dimana anak-anak bermain, mengenali lingkungannya dan berinteraksi dengan sesamanya. Tetapi karena pandemi covid-19, anak-anak harus melakukan pembelajaran daring yang membuat anak-anak gampang jenuh dan bosan karena hanya melihat layar.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan banyak siswa mengalami tekanan secara psikologis hingga putus sekolah karena berbagai masalah yang muncul selama mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring di masa pandemi virus korona Covid-19. “Stres dengan pembelajaran jarak jauh belajar di rumah terbukti ditunjukkan.Ternyata 79,9 % anak mengatakan bahwa proses pembelajaran jarak jauh tanpa interaksi,” papar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

Atas dasar itu mahasiswi praktikum mempunyai inovasi yaitu melakukan kegiatan dengan memperhatikan kesehatan mental anak-anak. Hal ini dilakukan karena melihat anak-anak panti asuhan hanya mempunyai beberapa kakak asuh. Sedangkan psikolog menyarankan bahwa sebaiknya pembelajaran daring didampingi oleh orang tua, sehingga orang tua dapat memperhatikan anaknya saat kesulitan memahami materi atau saat mulai jenuh.

Pada hari Sabtu, 14 November 2020 mahasiswi praktikum Ilmu Kesejahteraan Sosial melakukan sosialisasi mental healing kepada Anak-anak Panti Asuhan Padang Bulan yang berada di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama 10 orang anak dan tetap memakai protokol kesehatan. Adapun hal yang dilakukan adalah sharing, mewaarnai dan games. Sharing dilakukan agar mengetahui bagaimana pengalaman dan perasaan anak-anak panti asuhan selama sekolah daring.

Hasil assesment didapat pada saat sesi sharing, sebagian besar anak mengaku kesulitan dalam belajar daring. Karena guru hanya menjelaskan melalui WhatsApp dan selalu memberi tugas di setiap pertemuannya.

“Kami online hanya di satu handphone saja kak, jadi susah ngertinya” ujar Juita (Siswi kelas VI)

“Pelajaran yang paling susah dimengerti matematika kak, karena gurunya hanya menjelaskan dari WhatsApp dan selalu memberi tugas harian” ujar Laina (Siswi kelas IV)

“Rasanya capek dan bosan sekolah online” ujar Winda (Siswi kelas IV)

Kegiatan selanjutnya yaitu mewarnai, anak-anak sangat antusias dalam mewarnai. Mahasiswi praktikum memilih mewarnai karena mewarnai dapat menghilangkan rasa stress dan tertekan. Mewarnai juga dapat melatih kreativitas anak. Games agar menghibur dan mengembalikan keceriaan anak-anak panti asuhan ditengah kejenuhan selama pandemi covid-19. Games yang dipilih juga untuk melatih stimulus agar anak lebih tanggap dalam menghadapi tantangan yang ada di games tersebut.

“Saya juga memberikan pensil warna dan kertas sebagai media untuk mewarnai kepada adik-adik agar dapat bermanfaat untuk mengurangi kejenuhan mereka kedepannya. Saya juga memberikan rewards kepada anak yang paling kreatif dalam mewarnai. Karena tidak semua anak dapat memiliki kreatifitas dalam mewarnai.” Ujar mahasiswi praktikum tersebut.

Di akhir kegiatan kami meminta anak-anak untuk memberi tahu tentang perasaan selama kegiatan berlangsung serta saya juga memberikan motivasi dan semangat belajar kepada mereka.

“Kegiatannya sangat menyenangkan disaat pandemi kak” ujar Dameria (Siswi kelas VIII)

“Kegiatan ini seru karena ada games dan mewarnai kak” ujar Juita Siswi kelas VI)

“Perasaannya senang, kegiatannya seru, kakak-kakaknya juga baik, kalau bisa kakaknya datang lagi hehe” ujar Fitriani (Siswi kelas VIII)

Kegiatan sosialisasi mental healing dan pemberian motivasi yang sederhana ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak-anak. Anak-anak dapat bermain dan terhibur meskipun hanya sebentar saja. Kiranya kegiatan ini dapat menghibur dan memotivasi anak-anak panti asuhan untuk lebih semangat belajar ditengah pandemi covid-19 ini. Semoga keadaan cepat membaik dan sekolah tatap muka dapat diizinkan agar anak-anak tidak stress dan mempunyai mental yang stabil. Karena anak-anak adalah masa depan dan harapan bangsa.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini