27.4 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Mahasiswi PKL 2 Ilmu Kesejahteraan Sosial Melakukan Kegiatan Edukasi Kreatifitas Kepada Anak Panti Asuhan GNADE Dalam Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Menjaga Lingkungan

Binjai, Jurnalpost – Januari 2020, Kegiatan Pratikum 2 yang dilaksanakan di Dinas Sosial Kota Binjai dengan supervisior ibu Hairani Siregar S.Sos dan mahasiswi praktikan yaitu Pagitseri Ulina br Tarigan dalam prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU yang berlansung sejak Oktober 2020 hingga Desember 2020.

Sampah merupakan masalah krusial di Indonesia, seperti yang sudah diketahui, penumpukan sampah yang besar menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Berdasarkan, data Statistic Lingkungan Hidup Indonesia(SLHI) volume sampah yang terus meningkat dari waktu ke waktu yang membuat tumpukan sampah mencapai 67,8 juta ton tahun 2020, sehingga melebihi kapasitas daya tampung tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

Menurut, Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa sampah merupakan sisa-sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik bersifat terurai atau tidak dapat terurai. Adapun masalah pengelolaan sampah yang ada di Indonesia dapat dilihat antara lain, tingginya jumlah sampah yang dihasilkan, tingkat pengelolaan pelayanan masih rendah, TPA yang terbatas jumlahnya, institusi pengelolaan sampah dan masalah biaya. Selain itu, kesadaran masyarakat akan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan juga masih rendah, sehingga dapat membawa masalah yang baru seperti banjir. Adapun upaya yang dilakukan dalam pengelolaan sampah TPA di Indonesia, dengan menggunakan metode open dumping dan landfill, namun ada juga metode lain yaitu pembuatan kompos, pembakaran, pemilahan, dan daur ulang meskipun tidak banyak digunakan.

Dalam menekan produksi masalah sampah tersebut, semua pihak tentu harus ikut berpartisipasi mulai dari anak-anak sampai lansia. Pembelajaran tentang sampah, pengelolaan dan bahaya sampah haruslah diajarkan kepada anak sejak dini. Memang tidak mudah mengajarkan anak untuk membuang sampah dan memilahnya. Namun secara garis besar, anak-anak sudah diberi pemahaman ke mana dia harus membuang sampah kertas, plastik dan sisa makanannya. Sementara terkait pengelolaan sampah, hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas seperti kegiatan daur ulang kerajinan tangan dari koran bekas, botol bekas, kaleng bekas, dan barang bekas lainnya.

Berdasarkan permasalahan diatas, saya sebagai mahasiswi praktikum melakukan inovasi yaitu memberikan edukasi kreatif kepada anak –anak panti asuhan dalam rangka kegiatan pemanfaatan barang bekas untuk mengurangi jumlah sampah, serta menjaga lingkungan. Pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2020, saya melakukan kegiatan praktikum di Panti Asuhan GNADE yang beralamat di Jl. Letnan Umar Baki No. 380, Limau Mungkur, Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan 12 orang anak dari tingkat SD sampai SMA, dengan menggunakan protocol kesehatan. Adapun rangkaian kegiatan untuk menjaga lingkungan dimulai dari sosialisasi tentang membuang sampah pada tempatnya, menjelaskan bahaya plastic dan mengurangi penggunaannya, melakukan kegiatan daur ulang barang bekas, dan menanam tanaman untuk mempercantik perkarangan.

Kegiatan di mulai pada pagi hari pukul 09.00 WIB, kegiatan dimulai dengan melakukan pemaparan tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan bahaya penggunaan plastic. Karena, sampah plastic yang memerlukan waktu cukup lama untuk terurai, sehingga diperlukanlah pengelolaan yang tepat agar jumlah sampah tersebut tidak semakin banyak. Salah satu kegiatan yang diberikan kepada adik-adik panti asuhan yaitu, melakukan kegiatan daur ulang barang bekas menggunakan botol plastic bekas untuk dibuat menjadi pot bunga atau wadah tanaman yang bertujuan untuk memperindah perkarangan panti asuhan tersebut.

Setelah selesai edukasi kreatif, kegiatan selanjutnya yaitu praktek penerapan yaitu melakukan kegiatan pembuatan pot bunga dari botol plastic bekas. Karena sekitaran tempat tersebut banyak botol plastic yang tidak digunakan lagi dan bisa didaur ulang, jadi saya bersama dengan adik-adik panti mengumpulkan botol tersebut untuk didaur ulang. Setiap anak memiliki 1 botol plastic untuk dibuat prakarya menjadi pot bunga, mahasiswi mengarahkan anak dalam mengunting dan membuat lubang pada botol sesuai pola yang tersedia. Setelah kerangka botol selesai,saya menyediakan cat dengan berbagai warna untuk adik-adik mengecat botol pot bunga tersebut sesuai kreatifitas mereka. Setelah itu botol pun dikeringkan, tahap selanjutnya anak-anak memasukkan tanah kedalam botol. Terakhir, memasukkan bibit sawi dan bunga kroket yang disediakan kedalam botol. Dan tanaman pun siap untuk digantungkan di perkarangan panti asuhan.

Hasil assessment dari kegiatan tersebut yaitu, anak-anak menjadi lebih perduli terhadap lingkungan. Mereka juga sangat berantusias dan terhibur dengan kegiatan yang dilakukan, selain itu dengan kegiatan ini, mereka juga paham bahwa sampah juga dapat di daur ulang menjadi sesuatu yang berguna. Dan, perkarangan panti asuhan tersebut juga makin indah untuk dipandang. Setelah selesai dengan kegiatan membuat pot bunga tersebut, “ Saya melakukan terminasi kepada adik-adik dan memberikan bingkisan berupa alat-alat tulis kepada adik-adik panti asuhan,untuk mereka gunakan dalam kegiatan belajar mereka.” dijelaskan mahasiswi praktikum tersebut.

Besar harapan saya, agar program kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan saat ini melainkan dapat dikembangkan lagi. Tidak hanya berhenti sampai kegiatan ini saja, karena dalam pengelolaan sampah bukan hanya orang dewasa saja yang terlibat, melainkan anak-anak juga harus ikut ambil bagian sejak dini.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini