27.4 C
Jakarta
Senin, Januari 18, 2021

Mahasiswa Untag Surabaya Melakukan Bimbingan Belajar Sederhana Sebagai Wujud KKN Mandiri dimasa Pandemi

JURNALPOST – Sejak diumumkannya kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia pada Maret lalu, hampir seluruh kegiatan umum dialihkan menjadi serba online atau daring dan dilakukan di rumah masing-masing. Kebijakan yang diambil pemerintah ini berlaku bagi seluruh kalangan dari berbagai sektor. Salah satu sektor yang terdampak ialah sektor Pendidikan. Mulai dari siswa PAUD hingga mahasiswa Universitas dialihkan untuk #belajardarirumah. Kegiatan belajar yang selama ini dilakukan secara tatap muka harus menyesuaikan diri menggunakan media seadanya seperti laptop, handphone, internet, buku bacaan yang tersedia dan sebagainya.

Seharusnya pada tiap tahun Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah-daerah tertentu secara berkelompok sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Namun pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda merubah segalanya. Sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran virus, UNTAG Surabaya memberi kebijakan bagi mahasiswa untuk tetap melaksanaan KKN di wilayah masing-masing.

Awalnya mahasiswa cukup bingung dengan kebijakan ini, tentang hal apa saja yang harus dilakukan, keefektifan pelaksanaan KKN di wilayah masing-masing, apa yang perlu dikerjakan dan sebagainya. Namun akhirnya seluruh pertanyaan itu terjawab melalui bimbingan yang dilakukan oleh pihak Universitas serta arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Sama halnya dengan salah satu mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2017 bernama Erica Devina Tanael yang memilih KKN bertajuk Bimbingan Belajar Sederhana Terhadap Anak Usia Dini. Menurutnya, di masa new normal ini antusias belajar anak-anak mulai menurun karena kesulitan memahami materi yang diajarkan tidak secara langsung atau tatap muka. Sejak 21 Desember 2020, mahasiswi berdomisil Sidoarjo ini mulai melakukan kegiatan KKN di rumah salah satu tetangganya.

Ia mengemas proses belajar yang menyenangkan bagi anak-anak agar tidak cepat merasa bosan. Mulai dari edukasi Covid-19, melatih motorik, konsentrasi dan kreativitas anak hingga bermain sambil belajar Matematika dan Bahasa Inggris. “Jadi anak-anak sambil diberi pemahaman kalau belajar itu menyenangkan. Karena mungkin mereka sudah cukup bosan kali ya untuk belajar secara formal terus, makanya pelajaran yang diberi pun nggak bisa nyantol, jatuhnya bosen deh” ungkap Erica.

Tak hanya memberi bimbingan belajar, remaja 20 tahun ini juga turut membagikan starter kit new normal yang berisi masker dan handsanitizer ke beberapa warga sekitar. Baginya, mengabdi bukan hanya berbicara tentang apa yang kita lakukan, namun bagaimana sesuatu yang kita lakukan dapat berguna bagi orang lain, tidak melulu tentang sekelompok besar, terkadang hal-hal kecil atau kelompok kecil yang tidak terjangkau juga perlu diperhatikan.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini