Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berikan Tempat Cuci Tangan, Sabun dan Hand Sanitizer di Ecowisata Jatisari Mijen Semarang

Jurnalpost – Mencuci tangan dengan sabun merupakan suatu hal yang wajib dalam kehidupan sehari-hari khususnya saat keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang. Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun (CTPS) dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit, hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman, virus dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas).

Cuci tangan sendiri tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan ada 6 langkah dalam mencuci tangan menurut WHO, yaitu :
1. Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan;
2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya;
3. Gosok sela-sela jari;
4. Punggung jari tangan kanan digosokan pada telapak tangan kiri dengan jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci; 5. Ibu jari tangan kiri digosok berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebalinya;
6. Gosok berputar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya lalu ingat lakukan langkah-langkah ini minimal selama 20 detik.

Untuk jenis sabun apa yang paling efektif membunuh virus semua jenis sabun sama efektifnya asalkan penggunakan sabun sudah sesuai prosedur, jika menggunakan sabun batang usahakan untuk pemakaian pribadi untuk meminimalisir terkontaminasi, dan jika menggunakan cair berhati-berhatilah pada bagian pompa wadah sabun cair karena bagian tersebut memiliki potensi akan penularan suatu virus.

Jika tidak ada Air maupun sabun kegiatan mencuci tangan dengan sabun dapat digantikan dengan menggunakan Hand Sanitizer. Tata cara pemakaian seperti berikut, dikutip dari jurnal Emerging Infectious Diseases terbitan Center for Diseases Control and Prevention (CDC) Amerika cara penggunaan Hand Sanitizer yang efektif untuk mencegah penularan Covid-19 ada 4 langkah yaitu pertama oleskan gel Hand Sanitizer ke salah satu telapak tangan, kedua gosokan ke telapak tangan secara bersama-sama, ketiga gosokan ke seluruh jari dan sela-sela telapak tangan secara merata, keempat terakhir tunggu hingga Hand Sanitizer di telapak tangan kering dan ingat untuk lakukan kegiatan ini minimal selama 30 detik. Akan tetapi yang perlu diingat Hand Sanitizer tidak dapat digunakan untuk membersihkan tangan yang dalam kondisi kotor atau berminyak jadi sebelum menggunakan Hand Sanitizer, tangan harus dibersihkan dengan tisu terlebih dahulu. Ini memberi kesimpulan bahwa Mencuci Tangan dengan air dan Sabun lebih efektif daripada penggunaan Hand Sanitizer jadi usahakan bersihkan tangan dengan Air dan Sabun.

Covid-19 merupakan singkatan dari Corona virus disease 2019. Covid-19 sendiri adalah merupakan penyakit baru yang kasus pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada Desember akhir tahun 2019. Penyakit ini disebabkan oleh Virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang mengakibatkan gangguan system pernapasan, mulai dari contoh ringan seperti flu hingga yang berat seperti infeksi paru-paru pneumonia, penyakit ini memiliki tanda-tanda penularan seperti gejala layaknya flu yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah fase tersebut, gejala dapat hilang mereda atau malah menjadi lebih buruk seperti demam tinggi, batuk berdahak atau berdarah, sesak napas, hingga nyeri di dada. Gejala-gejala diatas mengindikasikan bahwa tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap virus Covid-19.

Covid-19 penyakit yang berasal dari hewan ini adalah penyakit yang dapat menular dengan cepat mulai dari tempat infeksi pertama di Wuhan Cina saat Desember 2019 lalu, menyebar ke berbagai Negara lain di dunia, hingga pada maret 2020 penyakit ini mulai menginfeksi Indonesia. Dikarenakan penyakit ini yang sudah menyebar ke berbagai wilayah di dunia World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi.

Pandemi adalah merupakan istilah dari penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas yang tanpa memandang apakah penyakit itu tingkat keparahannya tinggi, jumlah orang terifenksi banyak, ataupun korban jiwanya. Jadi penyebutan penyakit sebagai pandemi ini hanya berhubungan dengan tingkat persebaran geografis suatu penyakit yang mengglobal.

Pandemi Covid-19 ini membuat banyak perubahan di dunia mulai dari sektor manufaktur, sektor ekonomi, sektor transportasi, sektor social, sektor pangan, hingga sektor pariwisata. Sektor pariwisata termasuk dalam keadaan yang paling terdampak dikarenakan banyak tempat wisata di dunia termasuk Indonesia yang ditutup karena pandemic ini, dan membuat sektor-sektor yang lain menjadi semakin buruk.

Dari sebelum Era New Normal (Kenormalan baru) hingga sekarang saat era New Normal sektor pariwisata masih dalam keadaan terpuruk, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama menaksir dampak kerugian Covid-19 terhadap sektor pariwisata bisa mencapai US$ 4 milliar atau Rp 54,6 triliun jika terus terdampak hingga setahun.

Oleh karena pentingnya sektor pariwisata ini dan banyaknya tuntutan, sekarang beberapa tempat wisata mulai kembali buka untuk umum.

Meskipun sudah mulai buka untuk umum tempat wisata kebanyakan masih sepi dikarenakan banyak orang masih takut keluar rumah karena virus Covid-19. Oleh karena itu banyak tempat wisata yang mengadakan promo untuk menarik minat pengunjung, tapi tidak lupa yang terpenting tempat wisata wajib menerapkan protokol kesehatan seperti yang diperintahkan Kementerian Kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan menyatakan tempat wisata perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti selalu memperbaharui informasi terkait Covid-19, pemberlakuan desinfeksi secara berkala, memperbanyak media pemberitahuan terkait Covid-19 di area tempat wisata, memastikan kondisi kesehatan tiap orang yang masuk tempat wisata baik pengunjung maupun pegawai, mengutamakan pembayaran non tunai, dan yang terakhir penyediaan fasilitas cuci tangan seperti tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer di tempat wisata.

Tempat wisata sendiri merupakan tempat publik yang memiliki daya tarik berupa keunikan, keindahan, sejarah atau nilai lainnya sehingga cenderung didatangi oleh orang banyak yang ingin menenangkan hati dan pikiran serta menyegarkan otak.

Akan tetapi meskipun punya tujuan bagus seperti memperbaiki kesehatan mental para pewisata diharap juga jangan lupa terhadap kesehatan fisik mereka saat melakukan wisata, dikarenakan tempat wisata tempat publik yang banyak orang berkumpul dan berlalu lalang maka menyebabkan resiko tinggi adanya virus.

Dikarenakan itu pengelola tempat wisata harus ikut bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan fisik para pewisata dengan melengkapi sarana dan prasana seperti tersedianya tempat cuci tangan dan sabun untuk menghindari penyebaran penyakit atau virus terutama saat pandemi covid-19 seperti saat ini.

Atas di latar belakanginya penjelasan-penjelasan diatas Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 62 berinisiatif membuat dan memberikan tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer di kawasan Ecowisata Jatisari Mijen Semarang. Para mahasiswa membuat tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer dengan uang sendiri, tempat cuci tangan di buat dengan ember keran kemudian di cat tanda pemberian tim KKN, lalu ditunggu hingga kering proses ini memakan waktu sekitar 3 hari.

Sedangkan untuk sabun dan hand sanitizer Tim KKN kelompok 62 UIN Walisongo membeli dari hasil produksi warga untuk membantu perekonomian warga, dengan semua ini tim KKN UIN Walisongo berharap agar Ecowisata di Jatisari tetap berjalan membantu perekonomian warga dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan. Jadi tim KKN kelompok 62 UIN Walisongo memberikan keseluruhanya 5 alat fasilitas cuci tangan dengan rincian 2 ember keran, 2 sabun cair, 1 hand sanitizer.

Penyerahan tempat cuci tangan dan sabun sendiri dilakukan oleh perwakilan tim KKN kelompok 62 kepada bapak Rudi Irnawan S.Fil.i selaku ketua RW dan juga disaksikan para warga pada 16 oktober 2020 di Ecowisata Jatisari Mijen Semarang.

Bapak Rudi Irnawan memberikan beberapa ucapan saat acara penyerahan ini, ia mengatakan “Saya sangat mengapresiasi pemberian mas mbak KKN kelompok 62 UIN Walisongo seperti sebelumnya yang membagi-bagikan masker ke pengunjung Ecowisata, edukasi protokol kesehatan dengan spanduk pesan kesehatan dan sekarang mas mbak memberian tempat cuci tangan dan sabun yang pastinya akan sangat membantu pengelola Ecowisata dalam memenuhi sarana dan prasarana yang masih kurang dan juga dalam mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi corona di Ecowisata ini, saya selaku ketua RW sangat berterima kasih kepada mas mbak mahasiswa untuk program pengabdian masyarakatnya ini”, ucapnya.

Adapula tanggapan dari warga “saya sangat bersyukur atas kedatangan adik-adik KKN UIN Walisongo karena dana swadaya warga yang masih belum ada jadi warga belum bisa mematuhi protokol kesehatan di sekitar ecowisata, tapi dengan adanya adik-adik KKN, ecowisata ini bisa tetap mematuhi protokol kesehatan tanpa menunggu dana swadaya warga” tutur kakek yang tak mau diketahui identitasnya.

Lalu ada juga warga lain yang berkata “Dengan adanya adik-adik KKN UIN Walisongo dan program kerjanya membuat banyak warga disekitar ecowisata termasuk saya sadar akan pentingnya protokol kesehatan dalam menghadapi virus Covid-19 dan para warga juga akan menjaga semua pemberian adik-adik tim KKN UIN Walisongo agar awet dan berfungsi dengan baik” tutur warga yang bernama Tegar.

- Kirim Berita -

Berita terbaru

Lewat KKNT, Cory, Seorang Mahasiswa UPI Purwakarta Racik Sanitizer

Lewat KKNT, Cory, seorang mahasiswa UPI Purwakarta racik sanitizer mudah, murah meriah dan dibagikan gratis ke masyarakat Purwakarta, Jurnalpost - Pandemi virus corona masih...

KKN UPI Kampus Purwakarta Dalam Mencegah COVID 19

Mahasiswa KKN UPI Purwakarta Membuat Masker Dari Kain Perca Guna Mencegah Penularan Covid 19 Oleh : Dwi Ajeng Puspitaningrum, November 19 2020 JURNALPOST - Pandemi Covid-19...

KKN UIN Walisongo Bagikan Tempat Cuci Tangan di Mushola, Masjid, dan Sekolah-sekolah

JURNALPOST - Nazillatunni’mah, mahasiswi asal Kabupaten Semarang KKN RDR 75 UIN Walisongo kelompok 129, melakukan pencegahan covid-19 di Dusun Jimbaran Desa Gondoriyo, Bergas dengan...

Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Kenalkan Handsanitizer Alami Tanpa Bilas

JURNALPOST - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang bersama Ibu-ibu PKK Dusun Jimbaran Desa GOndoriyo mengadakan pelatihan...

Berita Terkait

Lewat KKNT, Cory, Seorang Mahasiswa UPI Purwakarta Racik Sanitizer

Lewat KKNT, Cory, seorang mahasiswa UPI Purwakarta racik sanitizer mudah, murah meriah dan dibagikan gratis ke masyarakat Purwakarta, Jurnalpost - Pandemi virus corona masih...

KKN UPI Kampus Purwakarta Dalam Mencegah COVID 19

Mahasiswa KKN UPI Purwakarta Membuat Masker Dari Kain Perca Guna Mencegah Penularan Covid 19 Oleh : Dwi Ajeng Puspitaningrum, November 19 2020 JURNALPOST - Pandemi Covid-19...

KKN UIN Walisongo Bagikan Tempat Cuci Tangan di Mushola, Masjid, dan Sekolah-sekolah

JURNALPOST - Nazillatunni’mah, mahasiswi asal Kabupaten Semarang KKN RDR 75 UIN Walisongo kelompok 129, melakukan pencegahan covid-19 di Dusun Jimbaran Desa Gondoriyo, Bergas dengan...

Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Kenalkan Handsanitizer Alami Tanpa Bilas

JURNALPOST - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang bersama Ibu-ibu PKK Dusun Jimbaran Desa GOndoriyo mengadakan pelatihan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini