27.7 C
Jakarta
Minggu, Januari 17, 2021

Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Kenalkan Handsanitizer Alami Tanpa Bilas

JURNALPOST – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang bersama Ibu-ibu PKK Dusun Jimbaran Desa GOndoriyo mengadakan pelatihan pembuatan hand sanitizer secara mandiri, Minggu (8/11/2020)

Nazillatunni’mah mahasiswi KKN UIN Walisongo Semarang Kelompok 129mengatakan, kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizer ini bertujuan agar masyarakat dapat membuat hand sanitizer sendiri di rumah karena pada masa pandemi saat ini hand sanitizer adalah kebutuhan yang sangat penting setelah cuci tangan agar dapat terhindar dari penularan Covid-19.

Tangan adalah bagian tubuh yang sangat rentan menjadi tempat bersarangnya virus dan bakteri. Menjaga kebersihan tangan adalah hal mutlak yang harus selalu dilakukan oleh siapapun. Dampak yang ditimbulkan akibat kebiasaan tidak menjaga kebersihan tangan berupa dampak ringan hingga berat. Diantaranya yaitu tubuh akan lebih rentan terserang virus dan bakteri yang penyebarannya dapat terjadi lewat tangan seperti flu, diare, ISPA, hepatitis hingga penyakit flu burung. Selain itu pengetahuan masyarakat terkait mikroorganisme penyebab penyakit di tangan juga masih minim, maka dari itu diperlukan hand sanitizer untuk membunuh mikroorganisme yang ada di tangan.

Hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan yang tidak memerlukan air untuk membilasnya. Fungsinya sebagai pembunuh bagi virus dan bakteri yang menempel pada tangan. Hand Sanitizer efektif digunakan untuk membersihkan tangan yang bervirus (secara nyata terlihat bersih namun diduga terkontaminasi mikroorganisme yang tidak terlihat).

Tanaman lidah buaya mengandung saponin, tanin, flavonoid dan polifenol yang bermanfaat sebagai zat antiseptic/ antikuman. Lidah buaya merupakan jenis tanaman hias yang keberadaannya mudah ditemukan di Desa Surjo, sehingga sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan hand sanitizer tanpa bilas. Kemangi memiliki kandungan senyawa antibakteri yang dapat meminimalisasi maupun membunuh bakteri serta kuman. Senyawa antibakteri tersebut antara lain saponin, flavonoid dan tannin. Daun kemangi yang memiliki bau harum yang khas membuat hand sanitizer tanpa bilas menjadi antiseptic yang semakin layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Cara pembuatan Hand Sanitizer alami tanpa bilas dari Lidah Buaya dan Daun Kemangi Daun kemangi diambil secukupnya, kemudian dicuci bersih dengan air yang mengalir lalu dirajang dan diblender sampai halus. Sari Daun Kemangi disaring, lalu sari daun kemangi dimasukkan ke dalam gelas yang bersih. Lidah buaya dicuci dengan air yang mengalir, dikupas kulitnya, lalu diiris daging buahnya.
Daging buah lalu diblender hingga halus, kemudian disaring, lalu sari lidah buaya dimasukkan ke dalam gelas yang bersih. Kedua cairan dicampur didalam wadah yang sama dengan perbandingan 1:1. Diaduk hingga tercampur rata, kemudian dimasukkan ke botol spray, lalu ditutup. Hand sanitizer siap digunakan dimanapun dan kapanpun, tanpa perlu dibilas dengan air. Dalam penelitian hand sanitizer alami ini efektif digunakan membunuh mikroorganisme kurang lebih selama 1 minggu.

Program kerja bertema pelatihan pembuatan hand sanitizer dari lidah buaya dan daun kemangi ini dilaksanakan pada hari minggu pukul 15: 30 sampai dengan 16 : 30 bertempat pendopo Dusun Jimbaran Desa Gondoriyo, Bergas, Kabupaten Semarang. Ibu-ibu PKK yang hadir berjumlah kurang lebih 25 orang sangat antusias dengan pemaparan program ini. Acara berlangsung dengan pemaparan materi melalui media powerpoint, pembagian booklet / hand-out sebagai pegangan, dan pempraktekan langsung pembuatan hand sanitizer alami untuk mempermudah ibu-ibu dalam memahami materi yang disampaikan. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi dua arah dengan ibu-ibu PKK.

Bapak Ahmad Sumakin selaku kepala Dusun Jimbaran sangat mendukung adanya inovasi baru dalam pemanfaatan lidah buaya dan daun kemangi ini, Menurutnya, hand sanitizer alami ini harus dikembangkan lebih lanjut agar masyarakat Dusun Jimbaran semakin sadar akan menjaga kebersihan tangan dan desa Surjo terbebas dari penyakit-penyakit yang dapat merugikan masyarakat.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini