27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Kurang Efektifnya Pengelolaan Dana Pemerintahan di Desa Tegalgondo Malang

Oleh: Nisrina Hannabil Aqilla/Mahasiswa Akuntansi Semester V Universitas Muhammadiyah Malang

JURNALPOST – Pengelolaan alokasi dana desa ini tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa serta memaksimalan pemberdayaan masyarakat desa baik di bidang keonomi, pendidikan, dan kesehatan. Pengelolaan alokasi dana desa berkaitan langsung dengan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Pengelolaan dana desa juga berkaitan dengan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) dalam menggerakkan ekonomi desa. Sebagaimana diamanatkan dalam UU Desa alokasi dana desa disesuaikan dengan jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin dan luas wilayah. Ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam setiap kegiatan yang bersumber dari alokasi dana desa. Terutama mekanisme pertanggungjawaban secara administratif seperti perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi secara terbuka dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat. Jika tidak demikian maka kepala desa akan berurusan dengan hukum dan peradilan. Hal demikian sudah terjadi pada tahun 2017, kepala desa Tegalgondo digelandang ke Kantor Polres Kabupaten Malang karena ada indikasi pungutan liar dan korupsi dana desa

Ada beberapa catatan bahwa alokasi dana desa kurang dikelola secara efektif untuk pemberdayaan masyarakat. Kalau dikalkulasikan penggunaan dana desa Tegalgondodibagi kedalam empat bidang, yakni: penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakan dan pembinaan masyarakat. Bidang pertamma, penyelenggaraan pemerintah desa menyedot hampir 63% alokasi dana desa. Di mana dari dana tersebut akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan, yang diantaranya: Penghasialan tetap kepala kampung dan perangkatnya, insentif rukun tetangga (RT), kegiatan operasional kantor desa, kegiatan operasional badan permusyawaratan kampung, kegiatan operasional RT dan RW, honor tim pelaksana teknis pengelolaan keuangan desa (PTPKB), kegiatan penyusunan peraturan pemerintah desa, kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kantor kampung, kegiatan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi kampung (TIK), kegiatan operasional ambulan desa, dan kegiatan penunjang profil kampung.

Sedangkan terkait dengan program pembangunan desa hnya sebesar 24% dari dana desa, itupun ada ketimpangan pembangunan yang tidak merata antar dukuh. Hasil wawancara dengan beberapa informan, mereka menyebut bahwa dari tahun ke tahun pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan, gapura, saluran irigasi dan lapangan hanya dipusatkan di dusun tempat pak Lurah berasal. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pak Lurah pada kepemimpinan sekarang sebagian besar berada di dusun Gondang saja, karena memang masyarakat Gondang lah yang menjadi pendukung utama si lurah terpilih. Hal demikian sebagai bentuk kompensasi politik sehingga terjadi ketimpangan pembangunan antar dusun yang tidak merata. Pembangunan tempat pembuangan sampah, misalnya hanya diperuntukkan masyarakat Gondang, padahal dusun sebelahnya Ketangi aksesnya tertutup dan tidak bisa mendapatkan jatahnya, padahal yang dipakai adalah tanah bengkok desa. Harusnya bisa dimanfaatkan secara umum sebagai sesama warga desa Tegalgondo. Program pembangunan sudah berjalan namun dalam praktiknya di lapangan masih ada ketidaksesuaian anggaran dan nilai proyek sebenarnya.

Sedangkan alokasi sisanya 13% dipergunakan untuk pemberdayaan dan pembinaan masyarakat yang bentuknya meliputi insentif guru taman belajar keagamaan, insentif keolahragaan, insentif kader posyandu, kegiatan pemberdaya pekerja sosial masyarakat, kegiatan pengelolaan pemantauan pertumbuhan dan penyedia makanan sehat untuk peningkatan gizi bagi balita dan anak sekolah serta kegiatan bantuan kepada warga miskin, warga disabilitas dan kelompok marginal. Dengan demikian program pemberdayaan masyarakat belumlah optimal dan masih sangat terbatas anggarannya.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini