26.9 C
Jakarta
Kamis, April 22, 2021

Kantor Layanan Lazismu Mandiangin menjalankan Program Tani Bangkit dengan Menanam Porang (Amorphophallus)

Mandiangin, Jurnalpost – (28-02-2021) Kantor Layanan Lazismu Mandiangin Bersama Pengurus Ranting Muhammadiyah Mandiangin mengembangkan bibit Porang sebagai tanaman perkebunan karena memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah penghasilan petani.

Ketua BP Lazismu Kab Banjar dalam sambutannya, mengatakan porang dapat menjadi tanaman perkebunan andalan KL Mandiangin.

“Saat ini diharapkan nantinya petani, yang menanam porang dengan memanfaatkan bibit yang diambil kebun benih yg di kelola KL Lazismu Mandiangin,” katanya, Minggu (28/2/2021).

Kepala Desa Mandiangin juga mengatakan pada kata sambutannya meyakini porang memiliki potensi sebagai sumber penghasilan tambahan. beliau menjelaskan porang dapat diolah menjadi tepung. Sama halnya dengan tepung berbahan baku singkong, tepung porang juga dapat digunakan untuk membuat aneka makanan.

“Bahkan saat ini sudah ada satu perusahaan, yakni PT MASH, yang berencana tanam porang dalam skala besar di daerah Kalsel,” katanya Lukman selaku ketua kelompok kerja kebun Porang.

Lukman juga memaparkan petani yang sudah menanam porang dalam satu musim tanam, 6 sampai 8 bulan, sudah bisa menikmati hasil panennya berupa bibit baru atau disebut katak. Dalam satu batang porang bisa menghasilkan minimal 3 bibit.

“Jadi cukup sekali beli bibit selanjutnya dapat dihasilkan bibit baru 3 kali lipat berupa biji katak,” jelasnya.

Untuk lebih mengoptimalkan hasilnya agar hanya dalam satu musim panen sudah dapat dipanen katak dan umbinya sekaligus,
Kandungan glukomanan yang ada di umbi porang bagus untuk makanan.

“Juga untuk kesehatan imun tubuh, bahan pembungkus kapsul, kosmetik dan bisa dikembangkan juga untuk industri lainnya seperti lem untuk pesawat terbang,” kata Ginanjar,selaku Manager Eksekutif Lazismu Kab. Banjar.

Menurut Ginanjar food test dengan menggunakan tepung porang (mengandung glukomanan) dan hasilnya terhadap kuliner diklaim sangat baik. “Apalagi bisa menghemat bahan dan tekstur makanannya lebih kenyal dan tampilan kulinernya lebih baik dibandingkan dengan menggunakan tepung biasa dan tidak perlu pakai pengawet,” katanya pula.(Hendrabob)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.