27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

ISI WAKTU DIMASA PANDEMI, MAHASISWA USU DAMPINGI ANAK BELAJAR DI RUMAH

Penulis: David Beckham Pane Supervisor: Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos

Jurnalpost – Di masa pandemi Covid 19, ada banyak penyesuaian penyesuain yang terjadi di masyarakat, salah satunya yang terjadi pada bidang pendidikan.

Terbitnya surat edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 mengharuskan diberhentikannya kegiatan pendidkan di sekolah selama pandemik Covid 19 berlangsung. Sebagai gantinya dilakukan lah pembelajaran jarak jauh (belajar dari rumah). Biasanya guru akan mengirimkan video atau tugas lewat whatsapp atau aplikasi lainnya.

Hal ini menyulitkan beberapa orang di tua dalam mendampingi anaknya untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru. Hal ini juga dirasakan orang tua di Dusun VI Desa Muliorejo. Hal ini membuat David, melakukan pendampingan pembelajaran bagi anak yang tidak didampingi orang tuanya saat belajar di Dusun VI Desa Muliorejo.

Tahap awal kegiatan dimulai dengan proses Asesment dengan melakukan observasi, dengan cara mendengar keluh kesah para orang tua yang mengalami kesulitan dalam mendampingi anak ketika belajar.

Sebagian ada orang tua yang mampu mendampingi anaknya dalam belajar dan ada pula yang tidak mendampingi anaknya dan membirkan anaknya belajar sendiri. Yang menjadi alasan orang tua ternyata karena beberapa orang tua sibuk bekerja, ada pula yang belum memiliki gawai dan ada yang bingung dengan pelajaran anaknya sendiri.

Dari proses observasi mendapatkan satu anak bernama Kevin (kelas VI SD). Kevin Ini merupakan anak yang orang tuanya sibuk bekerja dan tidak sempat mendampingi anaknya untuk belajar. Dengan melakukan intervensi kepada Kevin, David menyuruh Kevin untuk mengajak dua orang temannya yang bernama Iqbal (kelas VI SD) dan Bosco (kelas VI SD) untuk ikut belajar bersama.

Menggunakan Kevin untuk mengajak temannya adalah bentuk intervensi yang dilakukan kepada mereka berdua agar mau mengikuti kegiatan yang saya lakukan.
Beberapa kegiatan yang dibuat dan direncanakan kepada ketiga anak tersebut yakni :

Membantu mereka dalam mengerjakan tugas dan memberikan penjelasan bebrapa mata pelajaran yang sulit dikerjakan.
Menyediakan fasilitas berupa gawai dalam mempermudah mereka dalam memperoleh infomasi dari sekolah.

Kegitan dilakukan dua kali seminggu yakni setiap hari Rabu dan Kamis mulai dari jam dua sampai jam 4 sore tergantung banyak tugas yang didapat anak-anak. Dengan intervensi berupa mendampingi serta memfasilitasi mereka ketika belajar, anak-anak merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan belajar bersama ini. Iqbal, salah satu anak yang mengikuti kegiatan ini.

Sebelum dilakukan intervensi, awalnya ia sangat sulit dalam menghitung khususnya perkalian. Tugas yang ia kerjakan tentang perkalian dikerjakan dengan asal – asalan. Namun setetelah mengikuti kegiatan, ia merasakan dampak dari kegiatan yang dilaksanakan. Iqbal mengaku kalau dirinya sudah dapat melakukan perkalian dalam berhitung.

Selain itu dampak yang ia juga rasakan ketika pada saat ia saat itu ia belum memiliki gawai, ia tetap bisa mengakses soal mata pelajaran yang dikirim lewat whatsapp oleh gurunya.

Kegitan pendampingan dilakukan selama satu semester pelajaran siswa yang dimulai dari bulan September sampai bulan Desember. Tahap terminasi dilakukan sebelum anak-anak melakukan ujian. Pada tahap terminasi ini dilakukan evaluasi kegiatan mengenai sikap anak-anak sesama kegiatan pendampingan berlangsung. Selain itu mereka juga diingatkan agar mengulang pelajaran sebelum ujian berlangsung. Pada tahap ini ingin ditekankan agar anak-anak mampu mengingat segala bentuk pengetahuan dan melakukan perbaikan pada dirinya secara mandiri.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini