32.9 C
Jakarta
Sabtu, Maret 6, 2021

Helping Hand Initiative : Sebuah Inisiatif Dikala Pandemi COVID-19

Dokumentasi partisipan sosialisasi dan serah terima dengan pejabat lingkungan setempat.

Jurnalpost – Wabah COVID-19 tidak terasa telah berjalan selama hampir satu tahun lamanya tentu saja akan sangat mempengaruhi hidup banyak orang dan memaksa kita semua untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru (New Normal) agar bisa hidup dengan normal dimasa pandemi ini.

Di kota Medan sendiri kesadaran akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan dan waspada bahaya COVID-19 sangat rendah, terutama dikalangan anak anak dan remaja.

Penulis selaku praktikan (Muhammad Riezky Tri Nugroho,170902044) memulai praktikum bersama Sociarts Foundation mulai dari akhir September 2020 sampai dengan Desember 2020, Praktikum tersebut dijalankan dengan bimbingan dosen supervisor : Kak Mia Aulia Lubis, S.Sos. M.Kesos.

Penulis dan Sociarts Foundation meluncurkan Helping Hand Initiative yaitu sebuah program inisiatif sosial berupa sosialisasi dan pemberian donasi serta workshop pembekalan soft skill untuk anak anak dan masyarakat kota Medan. Penulis pun memulai praktikum dengan melakukan assessment bersama tim Sociarts.

Assessment awal dilakukan dipanti asuhan, rumah ibadah, menjumpai beberapa kepala lingkungan dan mensurvey data data yang dibutuhkan mengenai tingkat kewaspadaan dan kesadaran akan bahaya COVID-19 dikota Medan. Selain itu, assessment juga dilakukan dibeberapa yayasan dikota Medan, dan terpilihlah International Humanity Foundation sebagai salah satu partner Sociarts Foundation dalam acara workshop pembekalan soft skill untuk anak anak kurang mampu.

Setelah melakukan assessment, ia dan tim pun menggunakan teori Societal Values untuk dapat menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dengan lebih cepat diterima.

Kemudian Intervensi program pendampingan masyarakat yang dilaksanakan adalah sosialisasi waspada COVID-19, penempelan poster edukasi, pembagian masker, penyemprotan desinfektan dan penyerahan donasi fasilitas pencegahan COVID-19 untuk warga setempat.

Pendampingan Masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode partisipatif dimana masyarakat yang menjadi partisipan program ini diajak untuk ikut aktif dan berperan dalam proses pendampingan, sehingga, penyampaian tujuan pendampingan ini akan lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat.

Tujuan dari pendampingan ini sendiri adalah karena maraknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan serta menganggap remeh terhadap bahaya virus COVID-19 setelah dilakukan assessment terkait dilapangan.

Pendampingan ini pun dimulai dengan melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat setempat tentang cara mencuci tangan dengan baik dan benar, cara mengenakan masker yang efektif melindungi dari wabah virus, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta memberitahukan tentang bahaya COVID-19.
Partisipan sosialisasi ini rata rata adalah pemuda dan anak anak setempat yang kurang mengetahui tentang bahaya COVID-19 dan cenderung abai dalam mematuhi protokol kesehatan.

Setelahnya, Penulis pun berkeliling membagikan masker kepada masyarakat setempat terutama yang tidak mengenakan masker untuk memakai masker dan membantu mencegah penyebaran COVID-19.

Sembari membagikan, penulis juga melakukan penyemprotan desinfektan ke beberapa rumah ibadah dan panti asuhan untuk membantu pencegahan COVID-19 di daerah tersebut.
Pendampingan masyarakat ini pun diakhiri dengan penyerahan fasilitas pencegahan COVID-19 kepada kepala lingkungan setempat dan penempelan poster edukasi.

Kemudian, Penulis melakukan kegiatan workshop pembekalan soft skill bersama Sociarts Foundation & International Humanity Foundation (IHF). IHF sendiri adalah sebuah yayasan sosial internasional yang bergerak dibidang pendidikan untuk anak kurang mampu dan berbasis di San Diego,USA.

Workshop bertajuk “Sociarts Creative Society” ini diadakan selama 2 hari ditanggal 18-19 Desember 2020 di IHF Center, Medan. Penulis bersama pemateri lainnya pun mengajarkan soft skill tentang dunia kreatif kepada para peserta.

Soft skill yang diajarkan antara lain seperti pemahaman tentang industri kreatif, fotografi, public speaking, desain grafis dan lain lain.

Dokumentasi partisipan sosialisasi dan serah terima dengan pejabat lingkungan setempat.

Dampak dari Helping Hand Initiative ini sendiri setelah melalui evaluasi pre test dan post test adalah meningkatnya kesadaran masyarakat Medan tentang bahaya COVID-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, membantu program pemerintah dalam pengadaan fasilitas pencegahan COVID-19, dan memberi pembekalan soft skill anak anak kurang mampu kesempatan untuk tetap dapat bersaing didunia kerja terkhususnya industri kreatif yang sedang booming.

Helping Hand Initiative pun diakhiri dengan melakukan terminasi serah terima secara formal kepada pejabat lingkungan terkait dan kepala yayasan yang menjadi partner program inisiatif ini.
Harapan penulis adalah semoga pandemi COVID-19 ini cepat berlalu dan masyarakat bisa berangsur angsur pulih dari dampak pandemi ini.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini