27.4 C
Jakarta
Senin, Januari 18, 2021

Emak-Emak di Rancailat Tangerang Pilih Jadi Buruh Ampas Kopi Daripada Ngutang di “Bangke”

Emak-Emak di Rancailat

JURNALPOST, Tangerang – Menyiasati agar tidak terjerat hutang di “Bank Keliling” alias “bangke”, emak-emak di RT 01/01 Kp. Cayur Tegal Desa Rancailat Kecamatan Kresek Tangerang bekerja menjadi buruh.

Aktivitas yang dilakukan adalah menjadi buruh pengarung ampas kopi, yakni mengarungi ampas ke dalam karung. Ampas kopi ini, oleh para pengepul dibawa ke Cirebon Jawa Barat untuk bahan briket atau pupuk.

Ny. Sunayah, 36 tahun mengatakan, hasil dari pekerjaannya itu lumayan dan bisa membantu ekonomi keluarga. “Dalam satu hari bisa mendapatkan 100 sampai 150 karung. Kalau kerjanya sampai malam bisa lebih,” ujarnya.

Dia bersama ibu-ibu yang lain mengarungi ampas kopi dalam karung ukuran 50 kg. Untuk satu karung, mereka mendapat upah Rp1.500. “Ya, lumayan. Daripada hutang ke “bank keliling” alias “bangke”, lebih baik j adi buruh ampas kopi,” katanya.

Emak-emak lainnya Ny. Rita juga mengatakan senada. Sejak bekerja borongan di sini, dia tidak lagi terjerat hutang “bangke”.

“Dulu kita suka dikejar-kejar penagih hutang, sekarang sudah tidak. Sebab, kebutuhan tercukupi dari pekerjaan mengarungi ampas kopi,” katanya. (Ananta)

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini