DJurnalPost.com, Desa Wawasan, Lampung — Desa Wawasan menunjukkan potensi ekonomi yang besar melalui pengelolaan sektor perkebunan dan peternakan. Perkebunan karet menjadi salah satu sumber penghasilan utama warga, sementara peternakan sapi telah berkembang pesat dan menjangkau pasar luar daerah.
Potensi ini terungkap dalam kunjungan lapangan oleh lima mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Pembangunan yang mengikuti mata kuliah Perencanaan Stratejik. Kegiatan observasi dilakukan pada awal Juni 2025. Mahasiswa yang terlibat yaitu Muhammad Maulana, Felisia Wati Dalta Fika, Aziz Betua Perdana, Betrand Nicholas Chandra, dan Richard James Halomoan Lingga.
Sekretaris Desa Wawasan, Adi, menjelaskan bahwa sektor peternakan sapi saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa. Inisiatif untuk mengembangkan sektor ini telah dilakukan melalui studi banding ke Australia oleh koperasi peternakan desa.
“Kami mengirim perwakilan koperasi peternakan ke Australia untuk belajar manajemen pakan dan pengembangan bibit sapi. Sekarang, hasilnya mulai dirasakan. Penjualan sapi tidak hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga ke kota-kota seperti Medan dan Pekanbaru,” ujar Adi saat ditemui di kantor desa.
Selain peternakan, kebun karet yang tersebar di beberapa wilayah desa juga menjadi sektor produktif utama. Getah karet menjadi komoditas andalan yang mendukung pendapatan sebagian besar masyarakat.
Desa Wawasan memiliki sejumlah sumber daya pendukung, di antaranya koperasi peternakan, aparatur desa yang aktif, serta lahan perkebunan yang luas. Namun demikian, desa masih menghadapi tantangan di sektor infrastruktur dan pendidikan. Kondisi jalan yang sebagian besar berupa jalan tanah dan berbatu menghambat akses ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Mahasiswa yang melakukan kunjungan menilai bahwa potensi desa masih dapat dikembangkan secara optimal melalui penguatan kelembagaan dan pendampingan teknis.
“Kami melihat ada peluang besar jika strategi pengembangan desa difokuskan pada pengelolaan terpusat melalui koperasi dan pelatihan manajemen usaha. Selain potensi yang kuat, semangat warga juga sangat besar,” kata Betrand Nicholas Chandra salah satu mahasiswa peserta observasi.

Peternakan sapi saat ini dikelola oleh koperasi yang juga berfungsi sebagai fasilitator pelatihan, pengelolaan keuangan, dan distribusi hasil ternak. Dengan sistem ini, para peternak tidak lagi bekerja secara individual, melainkan dalam kelompok yang terorganisir.
Menurut Adi, pemerintah desa tengah mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi untuk pengembangan pakan lokal dan riset produktivitas ternak. “Kami ingin peternakan ini menjadi pusat edukasi dan bisnis bagi wilayah sekitar,” tambahnya.
Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, Desa Wawasan terus berupaya memperkuat sektor ekonomi produktif melalui pendekatan kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan mitra eksternal.
Kebun karet dan peternakan sapi menjadi contoh konkret bagaimana potensi lokal dapat menjadi kekuatan pembangunan ekonomi desa jika dikelola dengan sistematis dan berbasis pengetahuan.
Oleh: Muhammad Maulana
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan
Mata Kuliah Perencanaan Stratejik – Universitas Lampung