
JurnalPost.com – Di Desa Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan tepatnya di Dusun Donorejo terdapat sebuah SD yang sangat berperan penting bagi pendidikan anak-anak disana SD tersebut bernama SD Negri Martopuro 1. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam program/kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMM) melaksanakan salah satu program kerja di SD Negri Martoupuro 1. Program ini merupakan bagian dari kegiatan PMM Bhaktiku Negri kelompok 62 gelombang 7 yang berjumlah 5 orang.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah edukasi tentang pemilahan sampah dan daur ulang sampah menjadi benda yang bermanfaat yang bertujuan untuk mengajarkan betapa pentingnya mengelola sampah. Selain diberikan materi anak-anak diajarkan bagaimana cara melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya dan bagaimana cara mendaur ulang sampah tersebut. Daur ulang sampah dalam program ini dilakukan dengan cara membuat suatu karya kerajinan yang sangat bermanfaat.
SD Negri Martopuro 1 merupakan salah satu SD unggulan yang banyak mendapatkan prestasi dan penghargaan terutama dibidang kebersihan. Di sekolah tersebut selain memberikan pendidikan akademis, di SD Martopuro 1 ini menanamkan nilai-nilai kehidupan salah satunya peduli terhadap lingkungan sepeti kebersihan lingkungan dalam bentuk pemilahan sampah dan daur ulang.
Para siswa diajarkan cara melakukan pemilahan sampah dan daur ulang sesuai jenisnya dengan cara menyediakan tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik dan non-organik.Para siswa disana diajarkan cara mendaur ulang sampah dengan cara merubah sampah menjadi kerajinan yang bisa dibuat untuk jangka panjang. Program ini bertujuan tidak hanya untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik, tetapi juga memberikan dampak nyata pada pengurangan sampah di sekolah.
Tidak heran jika para siswa disana sangat nyaman ketika pembelajaran di laksanakan karena di setiap pojok sekolah tersebut sangat tertata rapi dan terjaga kebersihanya dan tidak hanya itu saja yang paling disukai saat melaukan pembelajaran setiap kelas juga tertata rapi dan bersih dan didalam kelas terdapat banyak kerajinan yang unik karya siswa sendiri, hal ini membawa dampak positif sekali.
Tidak heran juga disetiap kelas tempat sampah dengan warna yang berbeda dan pemilahan, tidak hanya kelas bersih di setiap pojoknya, siswa SDN Martopuro 1 ini ada piket kelas yang setiap harinya berbeda-beda. Dengan adanya piket kelas bukan untuk membuang sampah saja tetapi untuk membangkitkan dan mengajarkan kepada siswa tentang kebersihan kelas dan tanggung jawab yang siswa punya. Di setiap kelas tidak hanya di sapu tetapi juga di pel itu tiap hari adanya piket kelas di sekolah tersebut. Tujuan adanya piket kelas untuk membangun kerjasama, kepedulian dan tanggung jawab di kelas.
Dengan adanya program kerja kami, di SDN Martopuro 1 ini tidak hanya edukasi sampah, memilah sampah dan mengembangkan kreatifitas dan inofasi para siswa, tetapi para siswa dapat mengurangi sampah atau barang bekas itu tentunya, tidak hanya itu para siswa juga menggunakan barang yang tidak hanya sekali pakai, seperti botol, ataupun lainnya. Program kerja ini di dukung oleh wali kelas hingga kepala sekolah di SDN Martopuro 1 tersebut. Membuat barang bekas menjadi barang bermanfaat di setiap kelas terdapat barang tersebut, ada yang di simpan di lemari kelas ataupun di tempatkan di depan kelas.

Program kerja kami juga memilih untuk pembuatan biopori sampah organik yaitu dari daun-daunan atau lainnya, program kerja kami tidak memberikan pengajaran di kelas tetapi juga mengajar di luar kelas dan cara pembuatannya dengan begitu para siswa SDN Martopuro 1 memahami apa itu biopori, dan cara pembuatannya. Program kerja kami ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang sampah organik dan pengelolahannya. Para siswa SDN Martopuro tidak hanya mendapatkan sebuah pembelajaran tetapi juga mempratekkannya.
Dengan begitu siswa SDN Martopuro 1 dapat mengetahui perbedaan sampah organik dan nonorganik hingga pembuatan barang bekas menjadi barang bermanfaat.