JurnalPost.com – Desa Pendem, sebuah desa yang terletak dikota Batu, kini menjadi pusat perhatian berkat kehadiran kegiatan Pengabdian Mahasiswa pada Masyarakat (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dengan cara terlibat langsung dalam kegiatan yang berdampak positif pada Masyarakat. Selama beberapa minggu terakhir, mahasiswa UMM dari berbagai fakultas dengan lebih dari 500 kelompok yang terdiri dari maksimal 5 orang perkelompok telah menyebar ke seluruh sudut kota dan desa di Indonesia.
Salah satunya adalah kegiatan PMM yang dilaksanakan di Desa Pendem oleh kelompok 49 gelombang 7 baru-baru ini mengadakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap budaya lokal dan global. Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan siswa SD Negeri 1 Pendem pada keragaman budaya melalui berbagai aktivitas yang menggabungkan pengetahuan lokal dengan perspektif global. Pembukaan kegiatan dimulai pada tanggal 23 Juli sampai 19 Agustus.
Kegiatan ini mencakup proses belajar didalam kelas, sesi tanya jawab tentang Sejarah dan tradisi berbagai negara, serta pertunjukan seni khususnya seni tari di Latar seni Winarto Ekram. Proses pembelajaran dilakukan menggunakan 2 metode. Metode yang pertama adalah memberi pengajaran dengan berinteraksi langsung dengan siswa dan memberikan beberapa soal sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan. Metode yang kedua adalah memberikan video/tayangan mengenai budaya lokal juga global yang dipertontonkan kepada siswa menggunakan proyektor.

Siswa SD Negeri 1 Pendem, seperti Gavin merasa bahwa pengalaman diajar oleh kakak-kakak mahasiswa sangat menyenangkan. “Saya merasa sangat senang saat diajar oleh kakak-kakak karena bisa belajar sambil bermain disaat yang sama,sehingga saya tidak merasa bosan dan kantuk.” Seperti halnya Gavin, siswi bernama Zerlin juga mengatakan, “Belajar bareng kakak-kakak mahasiswa sangat seru karena belajarnya langsung diberikan contoh berupa video atau foto tentang budaya secara global menggunakan proyektor sehingga kami bisa mempelajari budaya-budaya secara langsung dan diberikan contoh dari budayanya.”
Selama program berlangsung, mahasiswa PMM dibantu dan diberi instruksi langsung oleh wali kelas dan guru-guru SD Negeri 1 Pendem mengenai cara mengajar yang baik dan benar pada siswa. Program ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa tentang keberagaman budaya tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi duta budaya yang menghargai perbedaan. Melalui inisiatif ini, diharapkan siswa dapat membangun sikap toleransi dan keterbukaan terhadap berbagai budaya di seluruh dunia.