Kembali
Ikuti Google News
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa KKN UNISNU Desa Bringin Laksanakan Asistensi Mengajar, Picu Antusiasme Siswa dan Tantang Kreativitas Mahasiswa

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 22 Agustus 2024

Jepara, JurnalPost.com 21 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) yang ditempatkan di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, telah melaksanakan program asistensi mengajar di beberapa sekolah di desa tersebut. Program ini mendapatkan sambutan positif dari siswa dan memberikan dampak yang terlihat dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut. Namun, seperti halnya program lainnya, terdapat tantangan yang dihadapi, baik dari pihak mahasiswa maupun sekolah.

Lokasi asistensi mengajar mencakup SDN 2 Bringin, RA Tarbiyatul Hasanah, dan MI Tarbiyatul Hasanah. Program ini dirancang untuk memberikan mahasiswa kesempatan berharga dalam pengalaman mengajar dan berinteraksi dengan siswa, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di desa. Motivasi mahasiswa dalam memilih asistensi mengajar sebagai program kerja KKN bervariasi, mulai dari keinginan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia pendidikan hingga tantangan untuk memperluas wawasan dalam mengelola kelas dan menghadapi siswa dari berbagai latar belakang.

“Saya memilih asistensi mengajar karena memberikan pengalaman langsung dalam mengajar dan mengelola kelas. Ini sangat berharga, terutama bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi pendidik. Bagi yang berlatar belakang non-pendidikan, program ini adalah kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dan memahami dunia pendidikan dari sudut pandang yang berbeda,” ujar salah satu peserta KKN.

Selama kegiatan asistensi, tim KKN fokus pada pengajaran literasi dan numerasi. Dua aspek ini dipilih karena dianggap sebagai fondasi yang perlu dikuatkan sejak dini agar siswa mampu menghadapi tantangan di jenjang pendidikan selanjutnya. Meski demikian, tantangan tidak sedikit. Tingkat literasi dan numerasi di sekolah dasar yang masih perlu ditingkatkan menjadi kendala tersendiri, baik bagi siswa maupun mahasiswa yang harus menemukan cara efektif untuk menyampaikan materi.

“Kami fokus pada literasi dan numerasi karena ini sangat penting untuk perkembangan akademik siswa. Namun, kami menyadari bahwa diperlukan lebih banyak usaha untuk mengatasi kesenjangan yang ada, terutama di sekolah-sekolah di desa,” ungkap seorang anggota tim.

Respon siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan sangat positif. Kehadiran mahasiswa KKN di sekolah dianggap sebagai angin segar yang memberikan suasana belajar yang berbeda. Metode pembelajaran interaktif yang diterapkan, seperti permainan edukatif, berhasil menarik perhatian siswa dan meningkatkan partisipasi mereka. Namun, tidak semua siswa merespon dengan cepat terhadap metode baru ini, sehingga mahasiswa harus terus menyesuaikan pendekatan mereka.

“Siswa sangat antusias, mereka lebih aktif dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Namun, ada juga siswa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan metode baru yang kami terapkan,” tambah salah satu mahasiswa.

Bagi mahasiswa, program ini juga merupakan tantangan dalam pengembangan diri. Mereka dituntut untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas dalam mengajar, sekaligus belajar bagaimana mengelola kelas dengan siswa yang memiliki karakter beragam. Sementara program ini berkontribusi positif bagi pengembangan kemampuan mereka, tidak bisa dipungkiri bahwa menghadapi realitas di lapangan jauh berbeda dari teori yang dipelajari di kampus.

“Program ini sangat membantu saya dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan mengajar. Tapi, saya juga belajar bahwa mengajar bukanlah tugas yang mudah, terutama ketika harus menghadapi siswa dengan karakter yang sangat berbeda,” kata seorang mahasiswa.

Mahasiswa KKN UNISNU berharap bahwa program asistensi mengajar ini dapat terus berlanjut di masa depan, dengan guru-guru yang lebih berani mengadopsi metode pembelajaran inovatif. Namun, mereka juga menyadari bahwa perubahan seperti ini membutuhkan waktu dan komitmen dari semua pihak. Salah satu inovasi yang diusulkan adalah penggunaan media kreatif seperti dadu cerita dalam pembelajaran numerasi, dan penggunaan ice breaking untuk meningkatkan semangat siswa di awal pelajaran.

Secara keseluruhan, program asistensi mengajar ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam dunia pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga menguji dan mengasah kemampuan mahasiswa sendiri. Meski ada tantangan, hasil positif yang diperoleh mendorong semua pihak untuk terus berinovasi dan bekerja sama demi peningkatan kualitas pendidikan di desa-desa terpencil.

Ikuti kabar terbaru JurnalPost di Google News

Dapatkan update berita JurnalPost langsung dari etalase Google Berita.

📰 Ikuti JurnalPost di Google News
https://news.google.com/publications/CAAqKQgKIiNDQklTRkFnTWFoQUtEbXAxY201aGJIQnZjM1F1WTI5dEtBQVAB?ceid=ID
Sumber artikel: https://jurnalpost.com/edu/mahasiswa-kkn-unisnu-desa-bringin-laksanakan-asistensi-mengajar-picu-antusiasme-siswa-dan-tantang-kreativitas-mahasiswa/1368/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 10:13.