Bogor, JurnalPost.com – Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB mengadakan program kegiatan “Sehati” (Sehatkan Anak Tingkatkan Gizi) di Aula Kelurahan Kedung Halang, Kota Bogor. Program ini merupakan bagian dari program kampus desa Sekolah Vokasi IPB University yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran gizi seimbang dalam mencegah stunting pada anak sejak usia dini.
Kegiatan “Sehati” merupakan bentuk kontribusi nyata dari mahasiswa IPB University dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Program ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya seperti dr. Georgiana Bernadine Christine sebagai perwakilan pemateri dari Puskesmas Warung Jambu yang memaparkan materi mengenai gizi dan pencegahan stunting dengan adanya diskusi interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga turut mengundang Dr. Ir. R. A. Hangesti E. Widyasari selaku dosen Gizi dari Sekolah Vokasi IPB University yang turut menyampaikan materi serta mengajarkan praktik memasak menu sehat untuk anak usia dini.
Kegiatan ini mencakup tiga komponen utama, yaitu penyampaian materi mengenai pentingnya gizi seimbang, sesi tanya jawab yang interaktif, serta praktik memasak menu sehat untuk anak usia dini. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Kelurahan Kedung Halang. Peserta yang hadir mencakup ibu hamil, anak-anak penderita stunting, dan kader desa yang memiliki peran strategis dalam penyampaian informasi kesehatan di Kelurahan Kedung Halang. Peserta mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat tentang upaya pencegahan stunting melalui penerapan pola makan yang sesuai kebutuhan gizi anak-anak usia dini.
Program “Sehati” merupakan langkah nyata dalam mendukung kesehatan anak dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makanan bergizi sebagai upaya pencegahan stunting, baik berupa pemahaman materi maupun pemahaman praktik. Sehingga, para orangtua dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari kepada anak-anaknya.