Kembali
Ikuti Google News
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Kehangatan dan Kepedulian di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan: Memberikan Harapan bagi PPKS

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 5 Juni 2025

JurnalPost.com – Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa program studi Kesejahteraan Sosial adalah salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang bersifat aplikatif, di mana mahasiswa mengimplementasikan teori, konsep, dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja nyata di lapangan. PKL bertujuan untuk mengembangkan kompetensi profesional mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial di masyarakat secara langsung.

Praktik Kerja Lapangan ini merupakan mata kuliah wajib bagi para mahasiswa/ i Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poilitik Universitas Sumatera Utara dan perwujudan dari pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Wahyu Mei Lani dengan Nim 220902006 merupakan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Fisip USU, melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan di Jalan Turi II, Medan Tuntungan.

Kegiatan ini dimulai pada tanggal 3 Maret 2025 dan berakhir pada tanggal 20 Juni 2025. Dalam PKL 1 ini, Praktikan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di kantor Dinas Sosial. Praktikan masuk 3 hari dalam seminggu. Terdapat 3 bidang yang ada di instansi ini, yaitu Perlindungan dan Jaminan Sosial, Rehabilitasi Sosial, dan Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin. Praktikan ditempatkan di bidang Rehabilitasi Sosial.

Setiap PPKS yang berada di RPS mendapatkan perlengkapan yang mencakup kebutuhan sandang dan permakanan. Mereka mendapatkan tiga kali makan sehari, yakni pada pukul 08.00 pagi, pukul 13.00 siang, dan pukul 19.00 malam. Makanan yang disediakan pun memenuhi standar gizi untuk memastikan kesehatan dan keseimbangan nutrisi mereka.
Untuk memastikan setiap individu mendapatkan perhatian yang memadai, setiap PPKS didampingi oleh seorang pendamping yang bekerja di bawah arahan pekerja sosial. Pendamping ini berperan dalam memberikan bimbingan, mendukung proses pemulihan, serta membantu PPKS dalam menata kembali kehidupan mereka agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

Selain kebutuhan dasar, RPS juga memperhatikan aspek kesehatan fisik PPKS dengan mengadakan kegiatan senam setiap hari Jumat. Waktu pelaksanaan senam ini disesuaikan dengan kondisi cuaca, kadang dilakukan pada pagi hari, dan kadang juga sore hari. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus memberikan hiburan bagi para penghuni RPS.
Keberadaan Rumah Perlindungan Sosial bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi tempat bagi PPKS untuk kembali menemukan harapan dan semangat hidup. Dengan fasilitas yang memadai, pendampingan yang profesional, serta berbagai kegiatan yang mendukung kesejahteraan mereka, RPS menjadi jembatan bagi PPKS untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Adapun tugas yang diberikan kepada praktikan adalah melakukan kegiatan bimbingan sosial terhadap PPKS, dan melakukan Asessment hingan terminasi terhadap PPKS yang ada di Rumah Perlindungan Sosial.

Disini praktikan memilih kategori PPKS pengamen (gelandangan & Pengemis). Dari hasil asessment yang dilakukan Praktikan menerapkan metode case work oleh Zastrow. Berikut tahapan yang dilakukan dalam penyelesaian masalah klien tersebut.

1. Engagement, Intake, Contract : Pada tahap ini melakukan pendekatan terhadap PPKS dengan menjelaskan maksud dan tujuan. Melakukan kesepakatan kontrak antara pekerja sosial dengan klien. Praktikan juga menjelaskan kepada klien tentang apa itu pekerjaan sosial. Selain itu, Praktikan memastikan bahwa PPKS bersedia menerima bantuan dalam menyelesaikan masalahnya.

2. Assessment : Pada tahap ini, Praktikan berusaha mendapatkan informasi lebih mengenai permasalahan yang dialami PPKS. Dari hasil wawancara dengan PPKS. Disini praktikan menggunakan pedoman Asessment BPSS. Praktikan mengatahui bahwa PPKS setelah tamat SMP putus sekolah tidak melanjutkan SMA dikarenakan terpengaruh dengan pergaulan bebas, sehingga ia memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama dengan teman-temannya dijalan. Tools yang digunakan oleh praktikan kepada klien yaitu PPKS menggunakan Tools Social Life Road.

3. Planning/ Perencanaan : Tahap penentuan strategi yang akan digunakan untuk penyelesaian masalah klien. Strategi yang dijalankan adalah dengan mencari keterampilan-keterampilan yang disukai dan digemari oleh PPKS (Klien).

4. Intervensi : Tahap ini merupakan pelaksaan program awal yaitu dengan memenuhi kebutuhan sandang dan pangan, memotivasi klien agar mengikuti kegiatan keagaamaan nasrani disetiap hari jumat, serta kegiatan olahraga atau senam di setiap hari jumat agar klien fisiknya sehat selama berada di Rumah Perlindungan Sosial, dan melakukan pendampingan rutin setiap seminggu sekali dengan klien. Disamping itu praktikan mencoba mencari tau apa yang digemari ppks, sambil menelusuri keluarga klien tersebut tinggal dimana, agar klien bisa dijemput dengan keluarganya.

5. Evaluasi : Dalam tahap ini, Praktikan melakukan monitoring kegiatan yaitu hasil dari pada intervensi yang sudah dilakukan dengan PPKS. Apakah intervensi yang dilakukan berhasil atau malah sebaliknya. Menurut Teori Maslow’s Hierarchy of Needs (Maslow, 1943) Kebutuhan manusia tersusun secara hierarkis dari yang paling dasar hingga aktualisasi diri. Kepercayaan diri berada pada tingkat esteem needs, yaitu kebutuhan akan penghargaan diri dan dari orang lain. Di tahap ini, Praktikan melihat adanya perubahan pada PPKS yang cukup signifikan, dimana pada tahap ini klien mulai percaya diri dan ingin berubah tidak turun ke jalan lagi dan kembali dengan keluarganya.

6. Terminasi : Tahap ini adalah tahap penghentian proses pemberian bantuan pekerja sosial dengan klien agar tidak menimbulkan ketergantungan klien. Praktikan menghentikan proses bantuan kepada klien karena rasa percaya diri sudah meningkat serta keluarga telah menjamin anaknya tersebut untuk tidak turun ke jalan dan keluarga akan menggali potensi-potensi yang ada dalam diri anak tersebut.

Praktikan Juga sangat berterimakasih kepada Supervisor Sekolah bapak Agus Suriadi S.Sos, M. Si dan dosen pengampu mata kuliah Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M. Kessos serta Bapak Kadis Khoiruddin, S. Sos., SE., MM yang telah menerima praktikan untuk melakukan PKl di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan.

Ikuti kabar terbaru JurnalPost di Google News

Dapatkan update berita JurnalPost langsung dari etalase Google Berita.

📰 Ikuti JurnalPost di Google News
https://news.google.com/publications/CAAqKQgKIiNDQklTRkFnTWFoQUtEbXAxY201aGJIQnZjM1F1WTI5dEtBQVAB?ceid=ID
Sumber artikel: https://jurnalpost.com/edu/kehangatan-dan-kepedulian-di-rumah-perlindungan-sosial-kota-medan-memberikan-harapan-bagi-ppks/2133/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 10:43.