Crystal Cornelyanti1, Delys Changnardy2, Selena Clarissa3, Villa Cindy4, Flavia Faustine5, Dhamma Vicaya6, Fyn Felicia7, Jolyn8, Ersya Meilani9, Dion Valerio10, Deniel Tan11, Sella12,Chelsy Gabriella13, Rudi Pangestu14, Livia Budiana15
Universitas International Batam
E-mail : [email protected]1,[email protected]2,[email protected]3,[email protected]4,[email protected]5,[email protected]6,[email protected]7,[email protected]8,[email protected]9,[email protected]10,[email protected]11[email protected]12,[email protected]13,[email protected]14,[email protected]15
ABSTRAK
Indonesia merupakan sebuah negara demokrasi yang digerakkan oleh rakyat yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dengan sistem dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Setiap rakyat berhak menyuarakan keputusan demi kesejahteraan rakyat dan negara. Pemilu merupakan suatu penentuan suara oleh rakyat untuk memilih pemimpin suatu negara yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kedaulatan rakyat dengan melakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil seperti yang ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Kegiatan pemilu partisipatif mahasiswa Universitas Internasional Batam bertujuan untuk meningkatkan wawasan terkait pemilu dan menjalankan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dengan hak memilih. Metode kegiatan yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengisian form survei. Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan memberikan mahasiswa banyak informasi baru dan mengetahui bahwa masih terdapat permasalahan internal maupun external dalam semua situasi.
Kata Kunci: Keputusan, Negara Republik Indonesia, Metode Kegiatan, Hasil Kegiatan, Universitas International Batam
ABSTRACT
Indonesia is a democratic country driven by the people who hold the highest power with a system of the people, for the people and by the people. Every person has the right to voice decisions for the welfare of the people and the country. Elections are a vote by the people to elect the leader of a country which aims to realize the welfare and sovereignty of the people by conducting it directly, publicly, freely, confidentially, honestly and fairly as stipulated in the constitution of the republic of indonesia. Batam International University students participatory election activities aims to increase insight regarding elections and carry out their obligations as Indonesian citizens with the right to vote. The activity method is carried out by interviews by interviews, observation, and filling out survei forms. The results of the activities that have been carried out provide students with a lot of new information and know that there are still internal and external problems in all situations.
Key Words: Decision, Republic of Indonesia, Activity Method, Result of The Activities, Batam International Universitas
PENDAHULUAN
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah sarana yang kuat untuk menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak. Melalui PkM, tidak hanya dapat menyelesaikan masalah lokal seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pembangunan negara. Kolaborasi antar disiplin ilmu mendorong inovasi lokal dan pembelajaran timbal balik yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Selain itu, PkM menumbuhkan kepemimpinan sosial di kalangan siswa dan peneliti muda dan meningkatkan tanggung jawab sosial institusi pendidikan dan penelitian. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan, yang menghasilkan masyarakat yang lebih kuat dan berdaya.
Universitas Internasional Batam (UIB) mengajak mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama antara Universitas Internasional Batam dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yaitu berupa kegiatan Pemantauan Pemilu Tahun 2024. Tujuan kerja sama ini adalah untuk memberi tau generasi muda tentang bagaimana menjalankan peran aktif sebagai pemantau pemilu. Melalui keterlibatan dalam proses pemantauan pemilu, mahasiswa dapat memahami pentingnya partisipasi dalam demokrasi, memperdalam pengetahuan mereka tentang proses demokratisasi, dan meningkatkan kesadaran mereka tentang kredibilitas pemilu. Selain itu, tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengawasan, analisis data, dan pelaporan, yang akan sangat penting untuk memastikan proses pemilihan umum yang adil dan jujur.
Sebagai mahasiswa dan juga Warga Negara Indonesia, keterlibatan dalam proses pemantauan pemilu ini memungkinkan kontribusi langsung dalam menjaga transparansi pemilu, yang berutama dalam membangun masyarakat yang demokratis. Selain itu, pemantauan pemilu memberikan mahasiswa/i sebuah kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kritis mereka dalam menilai keputusan politik dan memberikan informasi yang objektif. Berpartisipasi dalam kegiatan ini juga memberikan peluang untuk membangun jaringan dengan berbagai pihak, yang dapat memberikan manfaat dalam pengembangan karir dan pelayanan masyarakat dalam jangka panjang.
Bagi kami mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB), mengawasi pemilihan di tempat pemungutan suara adalah pengalaman yang berharga dan membanggakan. Kami memiliki kesempatan yang luar biasa untuk dapat berkontribusi secara langsung untuk menjaga proses demokratis yang adil dan transparan. Selain memberikan kami kesempatan untuk mempelajari proses politik dan sistem pemilu secara langsung, hal ini juga memberi rasa tanggung jawab yang besar terhadap negara dan bangsa kami. Meskipun tugasnya mungkin menantang, tetapi dari pengalaman tersebut dapat meningkatan kesadaran akan pentingnya berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Meski telah merencanakan pelaksanaan kegiatan pemilu agar dapat mempermudah penelitian yang dilakukan untuk menambah wawasan kami, tetap terdapat permasalahan yang di tempat, yakni sebagai berikut.
1. Permasalahan pertama adalah setiap anggota yang berada di daerah yang berbeda untuk melakukan kegiatan pemilu, sehingga terjadi kurangnya komunikasi dari setiap anggota.
2. Permasalahan kedua adalah banyaknya petugas pemilu yang tidak bersedia untuk diwawancara terkait dengan data ataupun informasi sehingga menghambat kami untuk melanjutkan penelitian.
3. Permasalahan ketiga adalah kurangnya partisipatif masyarakat dalam menjalakankan pemilu dengan tertib sehingga mengakibatkan mahasiswa yang berada di daerah ramai kesulitan mengumpulkan informasi.
4. Permasalahan keempat adalah kurangnya informasi untuk mengetahui sistem pemilu terhadap pelaku partai politik dan calon legislatif
METODE PELAKSANAAN
Seluruh mahasiswa Universitas International Batam memiliki persiapan yang matang mengenai proses pemilu. Sebelum mahasiswa turun ke lapangan, Universitas International Batam telah memberikan berbagai pelatihan maupun pengetahuan terkait proses pemilihan dan memastikan bahwa semua anggota memahami tugas yang akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan daerah yang telah ditentukan oleh pihak Bawaslu, yaitu sesuai dengan KTP setiap individu sehingga anggota berpencar ke berbagai daerah. Didalam proses pemilu ini, para mahasiswa menggunakan tiga metode dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yaitu :
1. Wawancara
Didalam proses pemilihan, mahasiswa melakukan wawancara kepada petugas atau pengawas yang mengawas masyarakat dalam melakukan pemilihan Presiden,DPR,DPRD dan lain sebagainya. Adapun beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh mahasiswa kepada pengawasnya yaitu :
a. Apakah terdapat keberatan yang dilakukan oleh saksi saat melakukan perhitungan suara?
b. Apakah terdapat pendamping pemilih yang tidak menandatangani formulir pendampingan pemilih?
c. Apakah terdapat keberatan yang disampaikan oleh saksi kepada ketua KPPS saat pemungutan suara?
d. Apakah terdapat saran perbaikan dari pengawas TPS yang disampaikan kepada ketua KPPS saat pemungutan suara?
e. Apakah pengawas TPS mendapatkan salinan daftar pemilih?
2. Observasi
Setelah melakukan wawancara, mahasiswa Universitas International Batam bergegas melakukan observasi ke lapangan dan melakukan pengecekan serta memastikan bahwa pengawas dan saksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Mahasiswa juga menganalisa apakah masyarakat melakukan pemilihannya dengan seksama serta mengantre dengan rapi sambil menunggu giliran. Didalam metode observasi, peneliti mendapat banyak informasi diantaranya yaitu suasana dilapangan dimana para masyarakat menentukan pilihannya, suasana dimana pengawas mengawasi masyarakat, serta tugas saksi pada saat proses pemungutan suara.
3. Pengisian Google Form atau Survei
Selain melakukan wawancara dan observasi, mahasiswa juga melakukan pengisian survei di google form yang dikirimkan oleh Co-Facilitators atau Cofas masing-masing sesuai dengan data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Survei merupakan salah satu metode yang penting dalam proses penelitian dikarenakan kita dapat memiliki bukti maupun data-data yang akurat terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh masing-masing mahasiswa. Dengan adanya survei yang dilakukan akan membuat analisa dengan data yang cukup akurat sehingga para mahasiswa-mahasiswi bisa mendapatkan informasi dengan cara yang efisien.
PEMBAHASAN
Pelaksanaan kegiatan pemilu dilakukan setiap lima tahun sekali dengan tujuan untuk mendapatkan suara dari masyarakat untuk menentukan pemimpin dalam pemerintahan Indonesia. Banyak peran penting di lokasi pemungutan suara yang memastikan lancarnya dan adilnya suara agar dapat terhindar dari terjadinya kecurangan yang menghasilkan hasil pemilu yang sah.
Mahasiswa Universitas International Batam angkatan 2023 diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan sekali dalam lima tahun, yaitu pemilu untuk mendapatkan pemahaman mengenai cara melakukan pencoblosan dan informasi informasi baru. Mahasiswa juga diberikan peran untuk memantau kegiatan pemilu di berbagai daerah dengan mengumpulkan informasi informasi yang ditanyakan dalam survei yang diberikan Bawaslu dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Persiapan
Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan persiapan dengan membagikan anggota sesuai dengan daerah yang sama, sehingga dapat mempermudah proses pengisian survei. Setiap anggota satu daerah melakukan pembagian pengumpulan data dan informasi agar dapat mempersingkat waktu dan mendengarkan dengan seksama bila pertanyaan telah dijawab oleh petugas.
2. Melakukan Pengumpulan Data di Lokasi
Setiap anggota yang berada di satu daerah yang sama melakukan pembagian pengumpulan data dan informasi agar dapat mempersingkat waktu. Setiap anggota juga memastikan untuk mendengarkan dengan seksama dan mencatat data-data yang diberikan petugas saat pertanyaan dijawab.
3. Confirmation
Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan, setiap anggota memastikan ulang bahwa jawaban yang diberikan dan dicatat telah sesuai dengan apa yang diberikan dan tidak ada tambahan maupun pengurangan kata ataupun angka dari petugas pemilu.
Penelitian dan pemantauan pemilu pastinya memiliki tantangannya tersendiri yang mengakibatkan terhambatnya proses pemantauan, seperti.
1. Keterbatasan Sumber Daya
Terbatasnya anggaran dan fasilitas untuk melakukan pemantauan Pemilu, seperti transportasi, alat komunikasi, dan teknologi yang diperlukan untuk memantau dan merekam kegiatan pemungutan suara.
2. Ketidakberdayaan Politik
Beberapa mahasiswa mungkin merasa tidak memiliki cukup pengetahuan atau pengalaman politik untuk memahami proses pemilu dengan baik.
3. Tingkat Partisipasi yang Rendah
Kurangnya minat atau kesadaran dari sebagian mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pemantauan Pemilu karena alasan-alasan pribadi atau kurangnya motivasi.
4. Kesulitan Logistik
Mungkin sulit untuk mengatur jadwal dan koordinasi antara mahasiswa yang terlibat dalam pemantauan, terutama jika mereka harus bekerja atau memiliki kegiatan lain yang padat.
5. Kurangnya Pengalaman Pemantauan
Bagi mahasiswa yang belum pernah terlibat dalam pemantauan Pemilu sebelumnya, mereka mungkin menghadapi kurva belajar yang curam atau perlu bimbingan tambahan.
6. Kurangnya Akses Informasi
Informasi mengenai jadwal pemungutan suara, serta hasil pemungutan suara seringkali terlambat diberikan kepada pemantau.
7. Peraturan yang Membatasi
Adanya peraturan yang terlalu ketat dalam lokasi yang tertulis maupun tidak tertulis sehingga membatasi ruang gerak para pemantau.
8. Keterbatasan Kapasitas
Tidak semua pemantau memiliki kapasitas yang sama untuk melakukan pemantauan yang profesional.
KESIMPULAN
Kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiwa Universitas International Batam di setiap kelurahan dan tempat pemungutan suara dilakukan agar dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk mendorong perubahan sosial dan mendapatkan pemahaman mengenai pemilu. Dari proses pemantauan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa tidak semua berjalan sesuai dengan rencana yang telah diputuskann, saat melakukan penelitian dan pemantauan, terdapat berbagai masalah seperti anggota yang berpencar di berbagai daerah berbeda, petugas pemilu yang tidak bersedia memberikan data, masyarakat yang tidak tertib, dan petugas pemilu yang kekurangan informasi. Mahasiwa juga melaksanakan kegiatan ini dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan pengisian survei. Terdapat langkah-langkah yang dilakukan setiap mahasiswa untuk mengisi data survei yaitu dengan melakukan persiapan, pengumpulan data di tempat dan konfirmasi ulang. Dalam tempat pemungutan suara terdapat tantangan yang menghambat proses pemantauan dan penelitian yang seharusnya dapat dihindari maupun diatasi seperti kurangnya fasilitas pribadi, kurangnya pengetahuan politik, partisipasi yang rendah, kesulitan dalam mengatur jadwal, tidak adanya pengalaman pemilu, akses informasi terbatas, peraturan yang ketat dan kapasitas mahasiswa dalam melakukan kegiatannya.
DAFTAR PUSTAKA
Komisi Pemilihan Umum.(2019). Electroral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia. Garuda Kemdikbud.go.id.
Lanang, Sukawati.(2021). Peran Lembaga Negara Dalam Menjaga Pemilu Ynag Demokratis. Lppm.Unmas.ac.id.
Agustino, L., Sylviana, M., & Silas, J. (2023). INSTITUSIONALISASI DAN KETAHANAN PARTAI DALAM DEMOKRASI ELEKTORAL INDONESIA: Studi Kasus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. In Indonesian Journal of Social and Political Sciences (Vol. 4, Issue 1).
Amat, F., Boix, C., Muñoz, J., & Rodon, T. (2020). From political mobilization to electoral participation: Turnout in barcelona in the 1930s. Journal of Politics, 82(4), 1559–1575.
Bidja, I. (2022). Fungsi Pengawasan Partisipatif Dalam Mewujudkan Pemilu Demokratis Tahun 2024. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP), 6.
Dinaka, B. R., & Arsil, F. (2023). Pengembalian Fungsi Pengawasan Pemilu Kepada Masyarakat Sebagai Wujud Penyelenggaraan Pemilu Yang Demokratis. Jurnal Konstitusi & Demokrasi, 3(1).
Erlina, Nurdiana, N., & Mahmud, I. (2023). Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengawasan Pemilu Dalam Upaya Penegakkan Demokrasi Perkelanjutan. JHM, 4(2).