
Wonogiri, JurnalPost.com (30/07/2024) ─ Masyarakat Desa Panekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri mayoritas berprofesi sebagai petani. Hasil bumi yang ditanam pun beragam, baik padi, palawija, hingga tembakau. Dalam pekerjaannya, petani juga memerlukan modal untuk melakukan produksi. Terlebih pada cuaca yang tidak menentu dan iklim ekstrem yang kini dialami. Untuk mendukung produksi tani, Kementerian Pertanian menerbitkan suatu program bernama PUAP (Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan). Program ini menyasar GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) suatu desa, yang terdiri atas Kelompok Tani tiap dusun.
PUAP menyediakan bantuan keuangan kepada para petani, yang kadang kala kesulitan mendapatkan sumber pembiayaan dari kelembagaan formal. Sistem yang digunakan adalah sistem simpan pinjam. Di Desa Panekan sendiri, PUAP dikelola oleh GAPOKTAN untuk selanjutnya dilaporkan kepada perangkat desa kemudian disalurkan kepada pemerintah pusat. Namun, pemantauan dana simpan pinjam PUAP masih kurang memadai, sehingga mengakibatkan banyak data yang tidak transparan dan tidak akurat. POKTAN dari tiap dusun masih menggunakan sistem manual. Meskipun perangkat desa telah menggunakan Microsoft Excel untuk pendataan angsuran, namun penggunaan aplikasi ini masih belum optimal, dan baru dijalankan selama kurang lebih 2 tahun.
Di samping itu, minimnya pengetahuan terkait pencatatan akuntansi dan data yang tidak lengkap serta transparan menghasilkan pembuatan laporan neraca/laporan posisi keuangan yang belum tepat. Sehingga perlu perbaikan, analisis, dan edukasi terkait komponen-komponen yang terdapat pada neraca simpan pinjam.
Proses pembuatan database berbasis excel bertujuan untuk memudahkan proses monitoring oleh perangkat desa terhadap pembiayaan PUAP GAPOKTAN sehingga proses pelaporan kepada pemerintah pusat lebih transparan dan akurat. Proses pembuatan database dimulai dengan survei dan analisis kebutuhan desa. Dari survei didapatkan bahwa desa membutuhkan format database yang otomatis dapat menghitung jumlah angsuran dan kekurangan pembayaran dari tiap-tiap peminjam. Desa juga membutuhkan perbaikan pada neraca simpan pinjam yang belum tepat.
Menindaklanjuti hasil survei serta keluhan dari perangkat desa, maka dibuatlah sebuah sistem database berbasis excel yang mudah untuk digunakan, terutama bagi mereka yang awam dengan akuntansi sehingga perangkat desa tidak kesulitan mengoperasikannya. Terdapat 4 lembar dengan isi yang berbeda dalam satu file excel database ini. Lembar pertama berisi rekapitulasi untuk keperluan tutup buku, sehingga berisi nama debitur, tanggal pencairan pinjaman, tanggal jatuh tempo yang terisi otomatis, jumlah pinjaman pokok, besaran angsuran bulanan yang terdiri atas pinjaman pokok dan bunga, simpanan wajib anggota, dan sisa saldo angsuran masing-masing debitur. Tabel dibuat untuk seluruh dusun dan hampir semua kolom akan terisi otomatis. Pengguna hanya perlu mengisi nama, tanggal pencairan pinjaman, pinjaman pokok, dan simpanan wajib.

Lembar kedua berisi rekapitulasi angsuran per tahun, mulai dari bulan Januari-Desember. Lembar ketiga berisi proyeksi angsuran per dusun dalam kurun waktu setahun, yang disertai dengan pie chart yang berisi persentase total pembayaran tiap dusun terhadap pinjaman pokok tiap dusun. Melalui pie chart, perangkat desa dapat menilai, mana dusun yang tertib membayar dan sebaliknya.

Lembar keempat berisi neraca keuangan simpan pinjam PUAP GAPOKTAN Desa Panekan yang telah diperbaiki. Program ini dilalui dengan diskusi mendalam selama proses analisis sumber dana dan komponen-komponen dalam neraca. Dilakukan pembedahan atas data-data yang tertulis pada laporan-laporan neraca sebelumnya yang kurang sempurna. Dari hasil analisis tersebut, dirangkailah neraca simpan pinjam PUAP GAPOKTAN yang telah disesuaikan menurut standar pencatatan akuntansi.
Setelah pembuatan format database dan neraca simpan pinjam selesai, dilakukan edukasi terkait komponen-komponen dalam neraca keuangan simpan pinjam. Di mana dalam neraca simpan pinjam, yang perlu difokuskan adalah pengelolaan terhadap piutang. Hal ini sangat membantu para perangkat desa, karena melalui hal ini, perangkat desa Panekan menjadi memahami pos-pos yang perlu diperhatikan dan alur aset, liabilitas, dan ekuitas. Selain itu, diberikan pula sedikit edukasi terkait laporan laba rugi pada GAPOKTAN. Harapannya, sistem ini akan memudahkan penggunanya, dan pengguna dapat memahami cara membuat laporan keuangan yang tepat dan dengan demikian membuat laporan PUAP GAPOKTAN Desa Panekan lebih transparan dan akurat.
Penulis: Bertha Tasya Julieta Rahardiyanti
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan: Muhammad Ramdan, S.H., M.H., Gani Nur Pramudyo, S.IP.,
M.Hum., Dr. Dian Agus Widiarso, S.T., M.T
Lokasi KKN: Desa Panekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri
#KKNUndipTim2
#p2kknUndip
#LPPMUndip
#Undip