
JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari berbagai program studi, khususnya PMM Kelompok 43, telah melakukan Treatment Menggunakan Abate upaya untuk mematikan jentik nyamuk dan mencegah penyakit Demam berdarah.
Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan ke manusia melalui nyamuk yang terinfeksi, Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk Aedes aegypti yang aktif pada pagi dan sore hari menyerang anak-anak di bawah 15 tahun dan orang dewasa. Saat digigit, orang tersebut terinfeksi virus demam berdarah, yang masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan.
Demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan upaya pengendalian vektor bertujuan untuk memutus rantai penularan. Temephos abate yang digunakan sejak tahun 1976 dapat menimbulkan resistensi, dan pelaksanaan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perkembangbiakan jentik nyamuk vektor demam berdarah.

Keberadaan jentik pada responden yang menggunakan abate dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, air, dan tingkat penggunaan temephos (abate) yang masih belum intensif . Kontainer luar yang banyak terdapat jentik adalah yang terlindung dari sinar matahari langsung, dalam keadaan terbuka dan jarang dilakukan penggantian air seperti pada tempat makan hewan, pot bunga. Nyamuk Aedes sp lebih tertarik meletakkan telur di tempat penampungan air berwarna gelap, dan menyukai warna hitam, terbuka lebar serta tempat-tempat yang terlindung dari sinar matahari.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program PMM mahasiswa UMM gelombang 3 kelompok 43 yang berlangsung selama kurang lebih 30 hari. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka penderita infeksi DBD di kota Batu, khususnya desa Sumberejo perkembangbiakan nyamuk untuk menurunkan angka kejadian DBD di masyarakat karena dapat mencegah terjadinya sarang nyamuk untuk mencegah DBD.