Kembali
Ikuti Google News
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Branding Nusantria Eco Print Wujud Nyata Implementasi Riset UPN “Veteran” Jawa Timur

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 8 Agustus 2024

JurnalPost.com – Skema Implementasi Hasil Riset (PKM IMRIS) adalah realisasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dalam memenuhi salah satu pilar Tri Dharma perguruan tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Sasaran dari program ini adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Omah Batik dan Ecoprint Nusantria di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Saat ini Omah Batik dan Ecoprint Nusantria masih kesulitan dalam membangun dan mengelola merek yang telah dimiliki. Persaingan produk Ecoprint yang kuat dan agresif menjadi hambatan dalam membangun Brand Identity yang unik dan strategi merek yang membedakan. Tim PKM IMRIS Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur berupaya mengidentifikasi kelebihan kompetitif dari Ecoprint yang dihasilkan dan menemukan cara untuk membedakan diri dari pesaing yang ada. Ecoprint adalah teknik pewarnaan kain menggunakan warna alam yang berasal dari dedaunan, sehingga dapat menghasilkan motif yang unik.

Produk yang telah dihasilkan oleh Omah Batik dan Ecoprint Nusantria adalah kain motif, kemeja, totebag, dan berbagai macam souvenir ecoprint. Omah Batik dan Ecoprint Nusantria juga turut serta dalam mensejahterakan masyarakat sekitar karena mampu membuka lapangan pekerjaan, sehingga diharapkan dampak dari pelaksanaan program ini tidak hanya dirasakan oleh perseorangan namun juga kepada masyarakat sekitarnya.

“Branding menjadi tantangan bagi UMKM untuk berdaya saing di pasar global. Perlu adanya identifikasi untuk membangun identitas yang kuat guna menonjolkan nilai unik usaha Ecoprint. UMKM kerap kali kurang memahami pentingnya kemasan sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan dan menganggap kemasan hanya sebagai wadah produk”, ungkap ketua tim Ibu Aileena S.C.R.E.C., ST., M.Ds. Permasalahan lainnya terletak pada kesulitan dalam mengimplementasikan strategi pemasaran digital, “Saat ini dunia telah dihadapkan pada era digital, yang mana saat ini konsumen lebih mengandalkan internet untuk menemukan produk maupun layanan yang dibutuhkannya. Kami melihat bahwa Omah Batik dan Ecoprint Nusantria belum optimal dalam memanfaatkan potensi pemasaran digital”, ungkap anggota tim Bapak Pungky Febi A., S.Sn., M.Sn.

Omah Batik dan Ecoprint Nusantria telah lama berkutat pada produksi kain batik yang berasal dari warna alam, namun eksplorasi motif dan warna dari alam belum terlalu optimal. Oleh karena itu selain penguatan branding, desain kemasan dan pemasaran digital, salah satu aspek yang harus terus dikembangkan adalah pengembangan pola dan motif. Anggota tim Ibu Dita Megasari, S.P., M.Si., mengungkapkan “Bisnis harus senantiasa berinovasi terutama dalam menciptakan desain yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Motif batik dan ecoprint yang monoton akan menimbulkan kesan kuno dan tidak mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk menciptakan kombinasi yang menarik dan unik dalam menghasilkan produk yang lebih bervariasi” pungkasnya.

Penulis: Aileena S.C.R.E.C., ST., M.Ds.

Ikuti kabar terbaru JurnalPost di Google News

Dapatkan update berita JurnalPost langsung dari etalase Google Berita.

📰 Ikuti JurnalPost di Google News
https://news.google.com/publications/CAAqKQgKIiNDQklTRkFnTWFoQUtEbXAxY201aGJIQnZjM1F1WTI5dEtBQVAB?ceid=ID
Sumber artikel: https://jurnalpost.com/edu/branding-nusantria-eco-print-wujud-nyata-implementasi-riset-upn-veteran-jawa-timur/735/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 10:13.