Aksi Zero Budget Mengubah Bambu Jadi Ecowisata Tempel Guyub Rukun

Jurnalpost – Tempel Guyub Rukun Merupakan sebuah ecowisata baru yang ada di dusun Tempel, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang terletak di atas sawah-sawah. Ecowisata ini berasal dari bahan utama bambu, yang merupakan hasil dari swadaya masyarakat. Dibangun karena peliknya kondisi ekonomi di tengah masa pandemic. Dikarenakan pada masa pandemic banyak warga yang kehilangan pekerjaan sehingga terdapat tekanan ekonomi.

Ecowisata ini dibangun murni dari aksi zero budget. Dalam artian, ecowisata ini dibangun dari bamboo yang merupakan asli dari swadaya masyarakat setempat. Tanpa adanya uang 0 rupiah dari pemerintahan ataupun investor lainnya. Hanya bermodalkan bamboo dan semangat guyub rukun dari warga dusun Tempel, mereka membuat kreasi baru untuk menciptakan sebuah ecowisata yang dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat. Karena dengan adanya ecowisata ini, para warga dapat berjualan di area ecowisata. Sehingga, UMKM dari warga dapat maju dan kondisi ekonomi warga dapat terbantu.

Berawal dari bamboo mereka membuat gazebo-gazebo yang ada di sekitar area ecowisata. Berawal dari bamboo juga mereka membuat kerajinan seperti papan tulisan pesan-pesan kemasyarakatan. Mereka juga membuat jembatan-jembatan yang bahannya semuanya berasal dari bamboo. Terlepas dari itu, bentuk meja-meja dan kursi-kursi, juga terbuat dari bamboo. Ecowisata ini memang di desain wisata yang bernuansa klasik seolah menyatu dengan alam.

Bamboo yang awalnya hanya sekadar bamboo dan berserakan di antara warga ternyata dapat menjadi sesuatu yang bernilai lebih. Terlebih untuk dijadikan ecowisata yang benar-benar murni tanpa adanya rasa takut dan bimbang akan biaya yang harus mereka keluarkan dan mereka butuhkan nantinya. Dalam pembangunan ecowisata ini, mereka hanya berpegang teguh pada prinsip guyub rukun, saling bahu-membahu dalam menciptakan kreatifitas. Semangat yang berkobar adalah kunci utama dalam pembangunan ecowisata ini.

Bagi warga yang memiliki bamboo maka mereka bisa ikut berkontribusi dengan menyumbangkan bambunya. Bagi mereka yang hanya bisa menyumbangkan tenaga pun, mereka cukup dengan menyumbangkan tenaga mereka. Adapun mereka yang hanya mampu untuk menyumbangkan snack pada saat pembangunan ecowisata pun mereka bisa berpartisiapsi dengan memberikan snack. Semunya berjalan tanpa adanya paksaan. Mengalir dan terus melakukan pembangunan meski tanpa adanya dana dari para donatur.

Ecowisata ini juga ditujukan bukan hanya untuk memajukan economi warga, namun juga untuk nguri-nguri budaya. Karena di setiap malam minggu di ecowisata ini ditampilkan berbagai macam pertunjukan budaya. Seperti pertunjukan music angklung tek-tek, pertunjukan tari-tarian, teater, drama, dan juga lukisan-lukisan dari para seniman.

Ibarat sebuah tanaman, ecowisata tempel guyub adalah medianya. Sementara guyub rukun adalah akarnya. Batang pohon jadi kehidupan seni dan budaya. Rimbun daun memnggambarakan seperti kuatnya semangat dan kreatifitas. Bunga-buga bak bergeliatnya eonomi kreatif. Serta berkah buahnya mencerminkan dusun yang makmur. Sehingga, dari situ terciptalah bahagia manusianya, sejahtera masyarakatnya, dan makmur dusunnya.

Penulis : Eri Susilowati

- Kirim Berita -

Berita terbaru

Lewat KKNT, Cory, Seorang Mahasiswa UPI Purwakarta Racik Sanitizer

Lewat KKNT, Cory, seorang mahasiswa UPI Purwakarta racik sanitizer mudah, murah meriah dan dibagikan gratis ke masyarakat Purwakarta, Jurnalpost - Pandemi virus corona masih...

KKN UPI Kampus Purwakarta Dalam Mencegah COVID 19

Mahasiswa KKN UPI Purwakarta Membuat Masker Dari Kain Perca Guna Mencegah Penularan Covid 19 Oleh : Dwi Ajeng Puspitaningrum, November 19 2020 JURNALPOST - Pandemi Covid-19...

KKN UIN Walisongo Bagikan Tempat Cuci Tangan di Mushola, Masjid, dan Sekolah-sekolah

JURNALPOST - Nazillatunni’mah, mahasiswi asal Kabupaten Semarang KKN RDR 75 UIN Walisongo kelompok 129, melakukan pencegahan covid-19 di Dusun Jimbaran Desa Gondoriyo, Bergas dengan...

Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Kenalkan Handsanitizer Alami Tanpa Bilas

JURNALPOST - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang bersama Ibu-ibu PKK Dusun Jimbaran Desa GOndoriyo mengadakan pelatihan...

Berita Terkait

Lewat KKNT, Cory, Seorang Mahasiswa UPI Purwakarta Racik Sanitizer

Lewat KKNT, Cory, seorang mahasiswa UPI Purwakarta racik sanitizer mudah, murah meriah dan dibagikan gratis ke masyarakat Purwakarta, Jurnalpost - Pandemi virus corona masih...

KKN UPI Kampus Purwakarta Dalam Mencegah COVID 19

Mahasiswa KKN UPI Purwakarta Membuat Masker Dari Kain Perca Guna Mencegah Penularan Covid 19 Oleh : Dwi Ajeng Puspitaningrum, November 19 2020 JURNALPOST - Pandemi Covid-19...

KKN UIN Walisongo Bagikan Tempat Cuci Tangan di Mushola, Masjid, dan Sekolah-sekolah

JURNALPOST - Nazillatunni’mah, mahasiswi asal Kabupaten Semarang KKN RDR 75 UIN Walisongo kelompok 129, melakukan pencegahan covid-19 di Dusun Jimbaran Desa Gondoriyo, Bergas dengan...

Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang Kenalkan Handsanitizer Alami Tanpa Bilas

JURNALPOST - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang bersama Ibu-ibu PKK Dusun Jimbaran Desa GOndoriyo mengadakan pelatihan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini